Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Sedang Jerat Babi, Warga Temukan Seorang yang Diduga DPO Teroris

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Kamis, 23 November 2017
Sedang Jerat Babi, Warga Temukan Seorang yang Diduga DPO Teroris

Ilustrasi Densus 88 Antiteror (MP/Win)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Warga Desa Kuku, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, menemukan orang tidak dikenal (OTK) yang diduga kuat adalah salah seorang daftar pencarian orang (DPO) kasus terorisme Poso, di dalam hutan, Rabu (22/11) petang.

Dari keterangan yang dikumpulkan dari Desa Kuku, menyebutkan bahwa OTK tersebut telah diserahkan kepada Kapolsek Pamona Utara dan sudah dievakuasi ke Mapolres Poso untuk menjalani pemeriksaan.

OTK tersebut ditemukan oleh warga Desa Kuku bernama Nyong saat tengah memasang jerat babi di dalam hutan.

Menurut Nyong, seperti dilansir Antara, OTK itu muncul secara tiba-tiba dari dalam semak di belakangnya sekitar pukul 15.00 Wita. Saat melihat dirinya, OTK yang membawa sebilah parang itu hendak melarikan diri, namun Nyong memanggilnya untuk berteman dengan mengatakan bahwa dirinya orang baik-baik. Mendengar kata-kata Nyong itu, OTK tersbeut langsung mendekat dan memberikan rokok kepada Nyong, serta bercerita.

Menurut Nyong, dari hasil pembicaraan mereka, OTK itu mengaku sebagai warga Bone, Sulawesi Selatan dan menyebut namanya Andi. Ia membawa sebilah parang dan pakaiannya lusuh dan wajah pucat.

Setelah pembicaraan mereka berlangsung baik, Nyong mengajak OTK tersebut pergi ke rumahnya namun kemudian membawa ke rumah kepala desa.

Rumah Kepala Desa Kuku CH Galamba kemudian dipenuhi warga untuk melihat OTK itu, namun sekitar pukul 18.00 Wita anggota Polres Poso yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Poso, Kapolsek Tentena dengan sejumlah aparat TNI yang memakai pakaian preman dan menggunakan mobil menjemputm OTK itu di rumah kepala desa dan membawanya ke Polres Poso.

Kepala Nyong, OTK itu juga sempat menuturkan bahwa dirinya beberapa minggu lalu menumpang bus dari arah Palu hendak menuju Kabupaten Bone, namun dirinya tidak mengetahui bahwa mobil yang ditumpanginya itu hanya sampai di Kota Poso.

"Dia pikir mobil itu sampai di Bone, padahal cuma sampai Poso. Ia kemudian meminta diturunkan di lampu merah Kota Poso dan langsung menghilang," tutur Nyong.

Menurut Nyong, saat membujuk OTK itu, dirinya sesungguhnya hanya berpura-pura untuk berteman, namun setelah merasa akrab, Nyong meminta OTK dibonceng menggunakan motor hendak ke rumahnya. Mereka berjalan bersama sekitar 500 meter menuju tempat parkir sepeda motor.

Sebelum membonceng OTK itu, Nyong meminta parang OTK untuk dilepas dan dipegang Nyong. Saat itu Nyong yang membawa motor langsung menuju rumah kepala desa dan diamankan oleh sejumlah warga serta perangkat desa, sambil menunggu kedatangan pihak berwajib.

Menurut beberapa sumber, pihak berwajib di rumah kades, OTK itu merupakan orang yang diduga dikejar oleh aparat pekan lalu di Desa Tambaro, Kecamatan Lage.

Belum ada penjelasan dari pihak kepolisian mengenai identitas OTK tersebut dan apakah benar dia adalah salah satu anggota kelompok sipil bersenjata yang sedang diburu aparat Polri dan TNI melalui Satgas Operasi Tinombala Poso.

"Saya coba tanya Kapolres dulu ya," kata Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto. (*)

#Teroris #Terorisme
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Kadensus 88 AT Polri mengungkap pola baru terorisme digital yang menyasar generasi muda melalui algoritma, komunitas virtual, dan kerentanan psikologis.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Indonesia
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Wakapolri mengungkap pola baru terorisme dan ekstremisme yang kini berkembang melalui ruang digital. Polri juga menyoroti ratusan anak terpapar radikalisme di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Indonesia
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Densus 88 Antiteror Polri masih terus melakukan pengembangan dan pendalaman terhadap kedelapan tersangka tersebut
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 06 Mei 2026
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Indonesia
Prabowo Teken Perpres RAN PE, DPR Apresiasi Pendekatan Cegah Terorisme
Presiden RI, Prabowo Subianto, meneken Perpres RAN PE. DPR pun mengapresiasi pencegahan terorisme.
Soffi Amira - Selasa, 05 Mei 2026
Prabowo Teken Perpres RAN PE, DPR Apresiasi Pendekatan Cegah Terorisme
ShowBiz
Pelaku Penyerangan di Konser Taylor Swift Austria Disidang, Hadapi Dakwaan Terorisme
Dituduh menyatakan kesetiaan kepada Islamic State, membuat bahan peledak, dan mencoba membeli senjata secara ilegal.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
 Pelaku Penyerangan di Konser Taylor Swift Austria Disidang, Hadapi Dakwaan Terorisme
Indonesia
Aturan Pelibatan TNI Dalam Penanganan Terorisme Belum Diputus, Masih Dirumuskan
untuk aspek penegakan hukum, peran Polri tetap menjadi yang utama. Sementara itu, pelibatan TNI akan disesuaikan dengan bentuk dan tingkat ancaman terorisme yang dihadapi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 10 Februari 2026
Aturan Pelibatan TNI Dalam Penanganan Terorisme Belum Diputus, Masih Dirumuskan
Dunia
Garda Revolusi Iran Ditetapkan Sebagai Organisasi Teroris, Uni Eropa Beberkan Dampaknya
Nama-nama yang masuk dalam daftar tersebut mencakup komandan senior IRGC serta perwira tinggi kepolisian yang diduga bertanggung jawab atas tindakan kekerasan di lapangan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Januari 2026
Garda Revolusi Iran Ditetapkan Sebagai Organisasi Teroris, Uni Eropa Beberkan Dampaknya
Indonesia
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
Rencana pelibatan TNI dalam penanggulangan terorisme tuai kritik. SETARA Institute menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan supremasi sipil dan sistem peradilan pidana.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Januari 2026
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
Indonesia
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
70 anak di 19 provinsi kini terpapar konten kekerasan. Pemerintah pun akan menyiapkan aturan perlindungan di sekolah.
Soffi Amira - Kamis, 08 Januari 2026
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
Dunia
Polisi Sebut Terduga Penembak di Bondi Bertindak Sendiri, tanpa Pelatihan di Filipina
Polisi menyatakan ayah dan anak tersebut tidak menjalani pelatihan atau melakukan ‘persiapan logistik’ di Filipina untuk serangan pada 14 Desember.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Desember 2025
  Polisi Sebut Terduga Penembak di Bondi Bertindak Sendiri, tanpa Pelatihan di Filipina
Bagikan