Polisi Sebut Terduga Penembak di Bondi Bertindak Sendiri, tanpa Pelatihan di Filipina

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 30 Desember 2025
  Polisi Sebut Terduga Penembak di Bondi Bertindak Sendiri, tanpa Pelatihan di Filipina

Pelaku penembakan di Bondi Beach, Australia. Foto: Dok. Sky News

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — DUA terduga penembak yang menewaskan 15 orang dalam sebuah acara Yahudi di Pantai Bondi bukan bagian dari sel teror yang lebih luas dan bertindak sendiri. Demikian diungkap kepolisian Australia.

Polisi juga mengonfirmasi bahwa Sajid Akram, 50, dan putranya, Naveed Akram, 24, melakukan perjalanan ke Filipina pada 1 November, mendarat di Kota Manila, lalu melanjutkan perjalanan pada hari yang sama ke Kota Davao. Keduanya kembali ke Sydney pada 29 November.

Polisi menyatakan ayah dan anak tersebut tidak menjalani pelatihan atau melakukan ‘persiapan logistik’ di Filipina untuk serangan pada 14 Desember. Investigasi awal dari otoritas setempat menunjukkan mereka jarang meninggalkan hotel selama berada di Filipina.

Serangan tersebut, yang disebut sebagai penembakan massal terburuk di Australia sejak 1996, telah dinyatakan sebagai aksi terorisme oleh polisi.

Komisioner Kepolisian Federal Australia Krissy Barrett mengatakan kepada media pada Selasa bahwa rekaman CCTV yang melacak pergerakan para terduga penembak di Filipina telah diserahkan kepada otoritas Australia. “Kami saat ini meninjau materi tersebut,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa penilaian awal menunjukkan para individu ini diduga bertindak sendiri.

Baca juga:

Ayah dan Anak Diduga Jadi Pelaku Penembakan di Pantai Bondi Sydney


“Tidak ada bukti yang menunjukkan para terduga pelaku ini merupakan bagian dari sel teroris yang lebih besar, atau diarahkan pihak lain untuk melakukan serangan,” katanya.

Namun, Komisioner Barrett juga menegaskan keduanya tidak berada di Filipina untuk tujuan wisata. Ia menekankan, karena penyelidikan masih berlangsung, bukti atau informasi baru masih dapat muncul. Sebelumnya, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan tampaknya kedua terduga penembak termotivasi oleh ideologi Negara Islam (ISIS).

Sajid Akram tewas ditembak polisi saat serangan berlangsung. Ia dan putranya, Naveed, diduga menembaki para peserta acara Hanukkah di Pantai Bondi. Keduanya menggunakan senjata laras panjang

Naveed, yang dirawat di rumah sakit setelah serangan tersebut, telah didakwa atas 59 pelanggaran, termasuk 15 dakwaan pembunuhan dan satu dakwaan melakukan tindakan terorisme. Ia dijadwalkan menjalani persidangan pada April.

Beberapa hari setelah penembakan, biro imigrasi Filipina mengatakan bahwa sang ayah masuk ke negara itu menggunakan paspor India, sedangkan putranya menggunakan paspor Australia. Keduanya menyatakan Kota Davao di wilayah selatan sebagai tujuan akhir mereka dan penerbangan kembali mereka ke Australia yakni menuju Sydney.

Davao merupakan kota metropolitan besar di sisi timur pulau utama selatan Filipina, Mindanao. Kelompok militan Islam diketahui pernah beroperasi di wilayah-wilayah miskin di bagian tengah dan barat daya Mindanao.(dwi)

Baca juga:

Naveed Akram, Pelaku Penembakan di Pantai Bondi, Australia, Didakwa atas 15 Pembunuhan

#Australia #Penembakan #Terorisme
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Tekno
AI OpenAI Jebol Portal Negara, PM Australia Murka Susun Langkah Hukum!
OpenAI berkali-kali membobol portal kesehatan Medicare Australia dan mengedit data pemerintah. PM Anthony Albanese meradang dan siapkan langkah hukum!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
AI OpenAI Jebol Portal Negara, PM Australia Murka Susun Langkah Hukum!
Dunia
Penembakan Massal di Perumahan di Afrika Selatan, 11 Tewas
Beberapa pria bersenjata dilaporkan menyerbu sebuah rumah di Kotapraja KwaMakhutha pada Selasa malam dan melepaskan tembakan ke arah 14 orang.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
 Penembakan Massal di Perumahan di Afrika Selatan, 11 Tewas
Dunia
Penembakan di Masjid Pakistan, 16 Orang Tewas
Baku tembak masih berlangsung antara para penyerang dan pasukan keamanan di lokasi kejadian yang berada di distrik Kohat, Khyber Pakhtunkhwa.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Penembakan di Masjid Pakistan, 16 Orang Tewas
Dunia
Penembakan Sekolah Kembali Terjadi di Filipina, 3 Siswa Tewas
Penembakan terjadi di sebuah sekolah menengah di South Cotabato, Filipina selatan.
Yusuf Abdillah - Jumat, 18 September 2026
Penembakan Sekolah Kembali Terjadi di Filipina, 3 Siswa Tewas
Indonesia
Penembakan 3 ASN di Jayawijaya, Polri Buru 8 Orang yang Diduga Pelaku
Polisi kini sudah mengantongi ciri-ciri pelaku penembakan tiga ASN di Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Soffi Amira - Jumat, 11 September 2026
Penembakan 3 ASN di Jayawijaya, Polri Buru 8 Orang yang Diduga Pelaku
Indonesia
Jenazah Pegawai Dinas Pertanian Ditembak KKB Diterbangkan ke Kupang, Pelaku Penembakan Kelompok Nduga
Dari hasil penyelidikan sementara, diduga pelaku penembakan adalah KKB kelompok Nduga. Namun, siapa yang melakukan penembakan masih didalami.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 10 September 2026
Jenazah Pegawai Dinas Pertanian Ditembak KKB Diterbangkan ke Kupang, Pelaku Penembakan Kelompok Nduga
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Dunia
Jumlah Anak Pengguna Media Sosial di Australia Justru Kembali Meningkat Setelah Adanya Larangan
Efektivitas larangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun di Australia menjadi pertanyaan.
Yusuf Abdillah - Rabu, 26 Agustus 2026
Jumlah Anak Pengguna Media Sosial di Australia Justru Kembali Meningkat Setelah Adanya Larangan
Berita Foto
Hari Internasional untuk Korban Terorisme 2026, Kolaborasi Perkuat Perlindungan Korban
Silence momen dan doa dalam acara Peringatan Hari Internasional untuk Peringatan dan Penghormatan bagi Korban Terorisme 2026 di Jakarta, Jum'at (21/8/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 21 Agustus 2026
Hari Internasional untuk Korban Terorisme 2026, Kolaborasi Perkuat Perlindungan Korban
Indonesia
4 Tewas dan 9 Orang Luka Akibat Penembakan Di SMA Zamboanga,Filipina
Laporan media lokal The Manila Times, insiden itu terjadi sesaat sebelum kelas dimulai, yang juga menewaskan terduga pelaku.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
4 Tewas dan 9 Orang Luka Akibat Penembakan Di SMA Zamboanga,Filipina
Bagikan