Sanksi Pelarangan Kantong Plastik Tak Menyasar Pembeli

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 09 Juli 2020
Sanksi Pelarangan Kantong Plastik Tak Menyasar Pembeli

Ilustrasi: Warga menggunakan kantong belanja guna ulang saat berbelanja di salah satu minimarket Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/8/2019). (ARIF FIRMANSYAH/ARIF FIRMANSYAH)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta memastikan sanksi administratif penggunaan kantong belanja ramah lingkungan (KBRL) tidak menyasar kepada pembeli.

Sanksi diberlakukan bagi pengelola pusat perbelanjaan, pengelola toko swalayan, dan pengelola pasar rakyat yang masih bandel menggunakan plastik kresek. Hal itu diatur dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 142 Tahun 2019.

Baca Juga:

PKS Soroti Pemprov DKI Tak Punya Solusi Pengganti Kantong Plastik

"Tidak ada sanksi yang menyasar konsumen atau pembeli. Sanksi kepada pengelola pun lebih bernuasa pembinaan dan diberikan secara bertahap," kata Kepala Dinas LH DKI Jakarta Andono Warih, Kamis (9/7).

Andono menuturkan, kebijakan pelarangan kantong plastik bertujuan untuk memastikan kota Jakarta semakin bersahabat terhadap lingkungan hidup.

Lanjut Andono, pengawasan yang dilakukan bukan semata-mata mencari pelanggaran, namun lebih kepada upaya mengubah perilaku. Pasalnya, residu yang tidak bisa didaurulang menimbukan masalah tidak saja untuk generasi saat ini, namun juga masa depan.

"Tujuannya bukan menambah pendapatan DKI dengan menemukan pelanggar, tetapi tujuannya mengubah perilaku. Agar semua kegiatan menjadi kegiatan yang ramah lingkungan," papar Andono.

Pedagang plastik di Pasar Tebet Timur, Jakarta Selatan menata barang dagangannya di hari pertama pemberlakuan larangan kantong plastik di DKI Jakarta, Rabu (1/7/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Pedagang plastik di Pasar Tebet Timur, Jakarta Selatan menata barang dagangannya di hari pertama pemberlakuan larangan kantong plastik di DKI Jakarta, Rabu (1/7/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Sebelumnya beredar berita bohong di mana petugas merazia pembeli yang membawa tas belanja sendiri.

Beberapa pesan berita bohong yang beredar di antaranya:

'Belanja pakai kantong plastik kena denda 250k walau kita bawa dari rumah. Depan toko/ mall ada kontrol dari pemda. HATI2!'

'Pengecekan, kalo pakai kantong plastik didenda Rp25jt. Jd penjual & pembeli tdk boleh pakai plastik, walau dibawa dari rmh.'

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA] Belanja Menggunakan Plastik Dikenakan Denda Rp250 Ribu

Pesan tidak bertanggungjawab ini beredar sejak Senin (6/7) melalui layanan pesan WhatsApp dengan melampirkan foto petugas yang sedang melakukan pengawasan.

"Saya menegaskan bahwa pesan tersebut disinformasi yang dibuat orang tidak bertanggungjawab," tegas Andono. (Asp)

Baca Juga:

Pelarangan Kantong Plastik di Jakarta, IKAPPI Minta Pemprov Sediakan Alternatif

#Kantong Plastik
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Berita Terkait

Indonesia
Harga Plastik Meroket 80 Persen, Ketua DPR RI Desak UMKM Balik ke Daun Pisang
Konflik geopolitik global memicu kenaikan drastis harga plastik mengingat industri dalam negeri masih bergantung pada bahan baku impor hingga 60 persen
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 April 2026
Harga Plastik Meroket 80 Persen, Ketua DPR RI Desak UMKM Balik ke Daun Pisang
Indonesia
Harga Plastik Naik, DPR Dorong UMKM Beralih ke Kemasan Ramah Lingkungan
Lonjakan harga plastik yang terjadi saat ini dipicu gangguan rantai pasok global akibat konflik geopolitik internasional.
Dwi Astarini - Kamis, 16 April 2026
Harga Plastik Naik, DPR Dorong UMKM Beralih ke Kemasan Ramah Lingkungan
Indonesia
Harga Plastik Naik hingga 40 Persen, Pramono Anung Dorong Alternatif Ramah Lingkungan
Harga plastik di Jakarta melonjak hingga 40 persen akibat faktor global. Pramono Anung mendorong penggunaan alternatif seperti daun pisang.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Harga Plastik Naik hingga 40 Persen, Pramono Anung Dorong Alternatif Ramah Lingkungan
Indonesia
Harga Plastik di Jakarta Melonjak, 60 Persen Bahan Baku Masih Impor dari Timur Tengah
Harga plastik di Jakarta kini melonjak hingga 40 persen. Hal itu imbas dari konflik Timur Tengah. Lalu, bahan bakunya masih diimpor.
Soffi Amira - Jumat, 10 April 2026
Harga Plastik di Jakarta Melonjak, 60 Persen Bahan Baku Masih Impor dari Timur Tengah
Indonesia
Harga Plastik di Jakarta Naik hingga 40 Persen, Pelaku UMKM Kena Imbasnya
Harga plastik di Jakarta kini naik hingga 40 persen. Para pelaku UMKM terkena imbasnya. Plastik menjadi kebutuhan operasional yang sulit digantikan.
Soffi Amira - Jumat, 10 April 2026
Harga Plastik di Jakarta Naik hingga 40 Persen, Pelaku UMKM Kena Imbasnya
Indonesia
Harga Plastik Melonjak 50 Persen, DPR Desak Kurangi Ketergantungan Plastik Sekali Pakai
Harga plastik kini naik hingga 50 persen. Komisi XII DPR pun meminta untuk mengurangi ketergantungan plastik sekali pakai.
Soffi Amira - Jumat, 10 April 2026
Harga Plastik Melonjak 50 Persen, DPR Desak Kurangi Ketergantungan Plastik Sekali Pakai
Indonesia
Gejolak Global Picu Kenaikan Harga Plastik, Pemerintah Segera Cari Solusinya
Pemerintah menyiapkan skema untuk mengantisipasi lonjakan harga plastik. Hal itu imbas dari geopolitik global di Timur Tengah.
Soffi Amira - Kamis, 09 April 2026
Gejolak Global Picu Kenaikan Harga Plastik, Pemerintah Segera Cari Solusinya
Lifestyle
Harga Pembungkus Plastik Naik, Daun Pisang Jadi Solusi
Kini, harga plastik yang kian melonjak membuat masyarakat gigit jari.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Harga Pembungkus Plastik Naik, Daun Pisang Jadi Solusi
Indonesia
Imbas Perang di Iran Harga Plastik Naik 50 Persen, Gejolak Harga Harus Segera Diatasi
Pemerintah perlu mengantisipasi kenaikan harga produk plastik seperti kemasan mie instan, air minum kemasan, peralatan rumah tangga dan lain-lain.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Imbas Perang di Iran Harga Plastik Naik 50 Persen, Gejolak Harga Harus Segera Diatasi
Indonesia
Nasib Harga Pupuk dan Produk Plastik di Ujung Tanduk Buntut Krisis Energi Global, Pemerintah Diminta Siapkan Mitigasi
Lonjakan biaya produksi tidak hanya menyasar minyak mentah, tetapi juga merembet ke produk jadi seperti obat-obatan, pakaian jadi, hingga peralatan rumah tangga
Angga Yudha Pratama - Selasa, 07 April 2026
Nasib Harga Pupuk dan Produk Plastik di Ujung Tanduk Buntut Krisis Energi Global, Pemerintah Diminta Siapkan Mitigasi
Bagikan