Harga Plastik di Jakarta Melonjak, 60 Persen Bahan Baku Masih Impor dari Timur Tengah

Soffi AmiraSoffi Amira - Jumat, 10 April 2026
Harga Plastik di Jakarta Melonjak, 60 Persen Bahan Baku Masih Impor dari Timur Tengah

Harga plastik di Jakarta naik hingga 40 persen. Foto: Unsplash/Teslariu Mihai

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, mengungkapkan penyebab kenaikan harga plastik baik kantong kresek, plastik kemasan makanan/minuman (PET), dan plastik PE di Jakarta.

Secara rata-rata, kenaikan harga plastik di Jakarta berada pada kisaran 30 persen hingga 40 persen.

Ratu menyampaikan, bahwa kenaikan harga plastik ini lebih disebabkan struktur industri plastik global yang masih sangat bergantung pada kawasan Timur Tengah.

Konflik geopolitik di Timur Tengah, termasuk penutupan Selat Hormuz, turut mengganggu rantai pasok global pada produk plastik.

Baca juga:

Harga Plastik di Jakarta Naik hingga 40 Persen, Pelaku UMKM Kena Imbasnya

Sebab, kata dia, wilayah Timur Tengah menjadi salah satu pusat produksi petrokimia dunia karena ketersediaan minyak dan gas sebagai bahan baku utama.

Sedangkan dari kawasan ini diproduksi berbagai resin (biji plastik) utama, seperti Polyethylene (PE), Polypropylene (PP), Polyethylene Terephthalate (PET), dan Polystyrene (PS).

Keempat jenis resin tersebut merupakan bahan dasar utama industri plastik sehari-hari, termasuk yang digunakan oleh pedagang di Jakarta.

Sementara itu, Polypropylene (PP) adalah bahan utama gelas plastik minuman (cup es, kopi, jus), Polystyrene (PS) digunakan untuk cup sekali pakai dan styrofoam, Polyethylene (PE) untuk kantong plastik dan pembungkus dan PET botol minuman kemasan.

Baca juga:

Harga Plastik Melonjak 50 Persen, DPR Desak Kurangi Ketergantungan Plastik Sekali Pakai

"Intinya adalah plastik kemasan sederhana yang digunakan UMKM kita sehari-hari sangat bergantung pada rantai pasok global ini," kata Rabu kepada wartawan, Jumat (10/4).

Saat ini, produksi domestik baru mampu memenuhi sekitar kurang lebih 40 persen kebutuhan bahan baku plastik nasional. Sisanya, sekitar kurang lebih 60 persen masih dipenuhi melalui impor, baik dalam bentuk resin maupun bahan turunan lainnya.

"Impor ini sebagian besar berasal dari Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar. Lalu negara produsen lain di Asia seperti Korea Selatan dan Singapura," tutupnya. (Asp)

#Kantong Plastik #UMKM #Konflik Timur Tengah #Pedagang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pedagang Tradisional Jakarta Kesulitan Hadapi E-Commerce, DPRD Minta DPPKUKM dan Pasar Jaya Berkolaborasi
DPRD DKI menyoroti kesulitan pedagang tradisional Jakarta bersaing dengan e-commerce dan meminta DPPKUKM serta Pasar Jaya berkolaborasi.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
Pedagang Tradisional Jakarta Kesulitan Hadapi E-Commerce, DPRD Minta DPPKUKM dan Pasar Jaya Berkolaborasi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Toko Harian yang Dekat dengan Kopdes Merah Putih Dipaksa Ditutup
Video yang dibagikan merupakan video petugas penertiban PPKM yang bersitegang dengan pemilik warung kopi di Bandar Lampung pada Juli 2021.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Toko Harian yang Dekat dengan Kopdes Merah Putih Dipaksa Ditutup
Berita Foto
Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati Tinggalkan Lapak Bahu Jalan, Pindah ke Lokbin
Aktivitas jual beli pedagang ikan Pasar kramat jati yang kini menempati lokasi binaan atau Lokbin Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (2/9/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 02 September 2026
Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati Tinggalkan Lapak Bahu Jalan, Pindah ke Lokbin
Indonesia
Bank Jakarta Salurkan Pembiayaan hingga Rp 500 Juta untuk 100 Pedagang Pasar Kramat Jati
Bank Jakarta memberikan akses modal hingga Rp 500 juta bagi pedagang Pasar Kramat Jati.
Soffi Amira - Selasa, 01 September 2026
Bank Jakarta Salurkan Pembiayaan hingga Rp 500 Juta untuk 100 Pedagang Pasar Kramat Jati
Indonesia
Perkuat UMKM, 100 Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Akses KUR dan Non-KUR Bank Jakarta
Sebanyak 100 pedagang Pasar Induk Kramat Jati mendapat akses KUR dan Non-KUR Bank Jakarta dengan plafon pembiayaan hingga Rp 500 juta.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 01 September 2026
Perkuat UMKM, 100 Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Akses KUR dan Non-KUR Bank Jakarta
Berita Foto
Live Streaming Dorong UMKM Menjangkau Pasar Mancanegara
Pedagang menawarkan aneka busana muslim dengan memanfaatkan fitur live streaming pada aplikasi Shopee di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Didik Setiawan - Senin, 31 Agustus 2026
Live Streaming Dorong UMKM Menjangkau Pasar Mancanegara
Indonesia
780 UMKM Siapkan 600 Ribu Porsi Kuliner Gratis di Pesta Rakyat Monas
Dari 780 UMKM binaan Pemprov DKI Jakarta, sebanyak 470 pelaku usaha bergerak di bidang makanan, sedangkan 310 lainnya merupakan penyedia minuman.
Yusuf Abdillah - Senin, 17 Agustus 2026
780 UMKM Siapkan 600 Ribu Porsi Kuliner Gratis di Pesta Rakyat Monas
Indonesia
Menteri UMKM Segera Keluarkan Aturan Diskon Biaya Layanan 50 Persen di Marketplace
Tujuan pemberian diskon 50 persen merupakan upaya pemerintah melindungi produk lokal agar dapat bersaing di platform.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
Menteri UMKM Segera Keluarkan Aturan Diskon Biaya Layanan 50 Persen di Marketplace
Indonesia
KUR Bikin 511.000 Pengusaha UMKM Berhasil Naik Kelas
Pemerintah mengimbau seluruh pelaku UMKM untuk memanfaatkan sisa alokasi plafon KUR yang masih terbuka lebar tahun ini untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas usaha.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 Agustus 2026
KUR Bikin 511.000 Pengusaha UMKM Berhasil Naik Kelas
Indonesia
DPR Harap Final Piala Dunia 2026 Jadi Momentum Panen Rezeki bagi UMKM Tanah Air
Pemda dan pelaku UMKM terus bersinergi untuk memanfaatkan animo masyarakat yang tinggi menjelang final Piala Dunia 2026.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
DPR Harap Final Piala Dunia 2026 Jadi Momentum Panen Rezeki bagi UMKM Tanah Air
Bagikan