Imbas Perang di Iran Harga Plastik Naik 50 Persen, Gejolak Harga Harus Segera Diatasi

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Imbas Perang di Iran Harga Plastik Naik 50 Persen, Gejolak Harga Harus Segera Diatasi

Menilik Koperasi Pemulung Berdaya Daur Ulang Sampah Botol Plastik

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Dewan Pengurus Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mencatat kenaikan harga plastik mencapai 50 persen dari kondisi normal. Kenaikan harga plastik terjadi bertahap sejak 28 Februari 2026.

Sebelum memasuki Ramadhan harga plastik masih Rp 10.000, namun dalam sepekan harga plastik naik Rp 500 hingga Rp 700.

Tekanan biaya ini berpotensi diteruskan ke harga barang jika berlangsung lama. Pedagang mempertimbangkan penyesuaian harga untuk menutup beban tambahan. Gangguan pasokan dipicu penutupan Selat Hormuz. Jalur ini menjadi rute utama bahan baku plastik.

Sekretaris Jenderal DPP IKAPPI Reynaldi Sarijowan mengatakan, konflik tersebut juga berdampak pada bahan pangan impor seperti kedelai. Akhirnya, hal tersebut mengakibatkan harga tempe dan tahu meningkat.

Baca juga:

8 Negara OPEC+ Naikkan Produksi Minyak Untuk Atasi Krisis

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno meminta pemerintah agar mengantisipasi kenaikan harga plastik hingga pupuk akibat krisis energi dari penutupan Selat Hormuz.

Ia menjelaskan berkurangnya pasokan produk migas akibat penutupan Selat Hormuz akan berakibat pada kenaikan produk berbasis hidrokarbon.

“Sejumlah kebutuhan esensial yang bahan bakunya bersumber dari minyak dan gas telah atau akan mengalami kenaikan harga," ujarnya.

Saat ini, elain minyak mentah dan gas, produk jadi dari turunan migas seperti plastik, pupuk, obat-obatan dan pakaian jadi merupakan barang-barang yang biaya produksinya melonjak sehingga otomatis harga jualnya juga akan meningkat.

Ia mengapresiasi pemerintah yang menanggung kenaikan harga BBM agar tidak menggerus daya beli masyarakat.

Namun, Eddy meminta pemerintah mengantisipasi gejolak harga yang bergerak naik akibat krisis energi global saat ini.

"Pemerintah perlu mengantisipasi kenaikan harga produk plastik seperti kemasan mie instan, air minum kemasan, peralatan rumah tangga dan lain-lain. Harga pangan otomatis juga akan mengalami karena kenaikan harga pupuk yang menggunakan bahan baku gas telah naik juga," katanya.

#Kantong Plastik #Minyak Bumi #Harga Minyak Dunia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Ada Ketidakpastian Suplai, Harga Minyak Indonesia Melonjak ke USD 112,81 dari USD 89,43
Ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya risiko gangguan pasokan (supply disruption risk).
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Ada Ketidakpastian Suplai, Harga Minyak Indonesia Melonjak ke USD 112,81 dari USD 89,43
Indonesia
Harga BBM Capai Rekor Tertinggi, Prancis Gelontorlan Cadangan Minyak Nasional 10 Juta Barel ke Pasar
Langkah tersebut akan memungkinkan harga bahan bakar di stasiun pengisian turun sebesar 12-18 sen euro per liter.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Harga BBM Capai Rekor Tertinggi, Prancis Gelontorlan Cadangan Minyak Nasional 10 Juta Barel ke Pasar
Dunia
G7 Lepas Cadangan Minyak Darurat, Dilakukan Terkoordinasi selama 4 Bulan
Dilakukan sebagai tanggapan atas melonjaknya harga dan meningkatnya volatilitas di pasar energi global.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
G7 Lepas Cadangan Minyak Darurat, Dilakukan Terkoordinasi selama 4 Bulan
Indonesia
Harga Pertalite-Biosolar Aman Minyak Dunia Tembus US$ 107 per Barel, Tumbalnya Pertamax Cs
Harga minyak dunia meroket tembus US$ 107 per barel akibat konflik AS-Iran. Pemerintah pastikan Pertalite tidak naik, namun BBM nonsubsidi bakal disesuaikan!
Wisnu Cipto - Selasa, 29 September 2026
Harga Pertalite-Biosolar Aman Minyak Dunia Tembus US$ 107 per Barel, Tumbalnya Pertamax Cs
Indonesia
Harga Minyak Naik, Ekspor Diharapkan Meningkat Buat Tutup Defisit Neraca Perdagangan
Salah satu upaya perluasan pasar ekspor adalah melalui Trade Expo Indonesia 2026 yang akan digelar pada 14-18 Oktober.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Harga Minyak Naik, Ekspor Diharapkan Meningkat Buat Tutup Defisit Neraca Perdagangan
Indonesia
RAPBN 2027: Pemerintah Patok Harga Minyak USD 75 per Barel, Lifting Minyak 610 Ribu Barel per Hari
Pemerintah mematok asumsi harga minyak mentah Indonesia USD75 per barel dalam RAPBN 2027. Lifting minyak ditargetkan 610 ribu barel per hari.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
RAPBN 2027: Pemerintah Patok Harga Minyak USD 75 per Barel, Lifting Minyak 610 Ribu Barel per Hari
Indonesia
Bahlil Ungkap Instruksi Prabowo agar Harga BBM Subsidi Ditahan, Non-Subsidi Menyesuaikan Pasar
Bahlil menjelaskan bahwa dinamika pasar energi global menjadi perhatian utama pemerintah
Angga Yudha Pratama - Selasa, 04 Agustus 2026
Bahlil Ungkap Instruksi Prabowo agar Harga BBM Subsidi Ditahan, Non-Subsidi Menyesuaikan Pasar
Dunia
IRGC Kembali Blokade Total Selat Hormuz dan Tembak Kapal Pelanggar, Rute Kapal Tanker Dunia Berubah Total
IRGC menuduh sejumlah kapal asing sengaja melintasi zona terlarang serta mengabaikan instruksi navigasi internasional
Angga Yudha Pratama - Minggu, 12 Juli 2026
IRGC Kembali Blokade Total Selat Hormuz dan Tembak Kapal Pelanggar, Rute Kapal Tanker Dunia Berubah Total
Indonesia
Kabar Baik! Menkeu Purbaya Sebut Harga Pertamax Berpeluang Turun
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan, bahwa harga Pertamax berpotensi turun. Hal itu dikarenakan pergerakan harga minyak dunia.
Soffi Amira - Selasa, 23 Juni 2026
Kabar Baik! Menkeu Purbaya Sebut Harga Pertamax Berpeluang Turun
Dunia
AS dan Iran Capai Kesepakatan, Harga Minyak Tergelincir
Harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan harga minyak dunia, turun 4,8 persen menjadi USD 83,18 (sekitar Rp 1,36 juta) per barel.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
 AS dan Iran Capai Kesepakatan, Harga Minyak Tergelincir
Bagikan