Merahputih.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah merancang regulasi tambahan serta skema khusus untuk melancarkan rencana impor minyak mentah asal Rusia. Langkah ini bertujuan mengamankan pasokan energi nasional sekaligus menjaga kepatuhan bisnis dalam negeri di pasar internasional.
Itu nanti akan didukung juga dengan regulasi tambahan,
ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman dikutip Antara, Kamis (21/5).
Pemerintah memerlukan payung hukum baru karena produk minyak asal Rusia membutuhkan penanganan serta perlakuan spesifik.
Baca juga:
PT Pertamina (Persero) mengandalkan obligasi global (global bond) dalam pendanaan bisnisnya, sehingga perusahaan wajib menghindari segala bentuk pelanggaran regulasi internasional. Keterikatan Pertamina pada aturan global tersebut mendorong Kementerian ESDM merumuskan formula transaksi paling aman.
“Pertamina dalam berbisnis menggunakan global bond. Itu harus menghindari hal-hal dapat melanggar global bond-nya dia. Makanya, skemanya sedang diproses,” kata Laode menambahkan.
Dua Opsi Skema Transaksi Minyak Rusia
Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Yuliot menyatakan pemerintah menggodok regulasi untuk mengatur rencana impor 150 juta barel minyak mentah Rusia. Saat ini tim teknis mempertimbangkan dua jalur masuk komoditas tersebut ke tanah air.
Opsi pertama menunjuk langsung Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai pelaksana impor. Opsi kedua memanfaatkan peran Badan Layanan Umum (BLU) sebagai kepanjangan tangan pemerintah.
Baca juga:
Direktur Pertamina International Shipping Hadapi Sidang Putusan Dugaan Korupsi Minyak Mentah
Yuliot menilai skema BUMN memiliki konsekuensi risiko bisnis tersendiri atas sanksi internasional. Pemanfaatan jalur BLU berpotensi memberikan fleksibilitas lebih tinggi, terutama sektor pembiayaan.
Kebijakan ini merupakan implementasi nyata hasil kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Rusia beberapa waktu lalu. Pemerintah menargetkan pasokan total 150 juta barel minyak mentah masuk secara bertahap ke kilang domestik. Seluruh proses pengiriman terjadwal rampung akhir tahun 2026 mendatang.