MerahPutih.com - Kenaikan harga BBM Pertamax masih menjadi pembahasan di media sosial.
Kali ini, beredar informasi yang menyebutkan, bahwa Kementerian ESDM meminta rakyat agar memakai solar di tengah kenaikan harga BBM Pertamax.
Informasi ini diunggah akun Facebook “Vio Vey”. Akun tersebut menampilkan Jubir Kementerian ESDM, Dwi Anggia, yang meminta masyarakat untuk menggunakan solar saat harga Pertamax naik.
Baca juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Larang Rakyat Demo Kenaikan BBM Jenis Pertamax
NARASI
Pertamax Jadi Rp 16.250 per Liter. Dwi Anggia, selaku Jubir Menteri ESDM: Ada Solar Yang Murah, Pakai Itu Saja. Sama-Sama BBM Kan?
Uang pajakmu yang semakin mencekik itu, selain dikorupsi juga buat menggaji orang-orang kualitas rendahan seperti ini.
FAKTA
Berdasarkan Cek Fakta Liputan6.com yang menghubungi Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia mengatakan, bahwa unggahan tersebut tidak benar.
Ini hoaks, saya tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti ini. Ada pihak yang dengan sengaja menyalahgunakan foto saya dan ditempel dengan caption hoaks, nama medianya juga ditulis dengan salah, Kompos.corn.
ujar Anggia
"Semoga masyarakat bisa lebih cerdas dan lebih bijak menyerap informasi yang beredar di media sosial. Dan tentunya penyebar fitnah dan hoaks ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum, karena sudah menyebarkan berita bohong serta memprovokasi kemarahan publik," tegasnya.
Baca juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Benarkah Program MBG Dihentikan Karena Dana Operasional?
Penelusuran dilanjutkan dengan memasukkan gambar yang menampilkan Jubir Kementerian ESDM tersebut ke mesin pencarian Google Image.
Hasilnya, ditemukan gambar serupa dari artikel Kompas.com, tetapi dengan judul berbeda.
Artikel tersebut berjudul "Pertamax Jadi Rp 16.250 Per Liter, ESDM: Itu Masih di Bawah Harga Keekonomian" yang tayang Kamis (11/6/2026) lalu.
Baca juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Roy Suryo Dibebaskan dari Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
KESIMPULAN
Jadi, unggahan berisi klaim "Jubir ESDM minta masyarakat pakai solar saat harga Pertamax naik" merupakan konten yang dimanipulasi. (knu)