Merahputih.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat dan memerintahkan agar harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak mengalami kenaikan.
Kepastian ini disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, seusai mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Baca juga:
Pertamina Turunkan Harga BBM Pertamax Jadi Rp 15.950 Per liter
Agenda strategis tersebut turut dihadiri oleh Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto serta Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria.
Tahan Harga Subsidi, Fleksibel untuk Non-Subsidi
Bahlil menjelaskan bahwa dinamika pasar energi global menjadi perhatian utama pemerintah. Namun, perlindungan terhadap BBM subsidi tetap jadi prioritas utama.
Kami membahas pergerakan harga minyak dunia yang fluktuasinya sangat tinggi. Bapak Presiden memerintahkan secara tegas untuk menjaga agar harga BBM subsidi tidak dinaikkan,
ujar Bahlil.
Di sisi lain, pemerintah membuka peluang untuk menyesuaikan harga BBM non-subsidi apabila indikator Indonesian Crude Price (ICP) melandai.
-
BBM Subsidi: Dipastikan bertahan di harga saat ini.
-
BBM Non-Subsidi: Bersifat fleksibel mengikuti pergerakan harga pasar internasional.
-
Prinsip Evaluasi: "Kalau harga ICP dunia turun, BBM non-subsidi ya ikut disesuaikan turun, jangan malah dinaikkan," tambah Bahlil.
Pengaruh Isu Geopolitik terhadap Minyak Dunia
Melandainya lonjakan harga minyak global tak lepas dari peta geopolitik terbaru. Harga minyak mentah dunia tercatat merosot lebih dari 5 persen usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengindikasikan bakal membuka kembali jalur diplomasi dengan Iran serta membatalkan rencana aksi militer.
Kondisi geopolitik tersebut langsung berdampak pada acuan harga minyak dunia:
-
Minyak Brent: Turun ke kisaran 83,40 dolar AS per barel.
-
Minyak WTI: Anjlok 6 persen menjadi 79,60 dolar AS per barel.
Peluang negosiasi damai ini membawa angin segar bagi pasar energi global karena meredakan kekhawatiran atas potensi gangguan rantai pasok minyak dari kawasan Timur Tengah.
Baca juga:
Update Harga BBM Pertamina di SPBU
Merespons perkembangan kondisi pasar, PT Pertamina (Persero) telah lebih dulu melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi secara berkala per 1 Agustus 2026.


