MerahPutih.com - Antre membeli Bahan Bakar Minyak di Sulawesi Selatan makin panjang. Pada saat siang menjelang sore, rata-rata pekerja mengisi bensin untuk persiapan besok bekerja. Bahkan, warga memprotes pembatasan pembelian BBM subsidi maksimal Rp 50 ribu untuk kendaraan roda dua dan Rp300 ribu untuk roda empat.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menginstruksikan PT Pertamina Patra Niaga Sulawesi menambah pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dengan menyiagakan dua kapal minyak guna percepatan pasokan mengurai fenomena antrean pada semua SPBU di wilayah Sulawesi Selatan.
Untuk stok di Sulsel sekitar 16.000 KL. Konsumsi Pertalite kurang lebih 2.000-an Kilo Liter (per hari), kita rata-ratakan saja sekitar delapan sampai dengan 16 hari (ketahanan). Untuk solar konsumsinya 1.800 KL (per hari),
kata Kepala BPH Migas Wahyudi di Makassar, Senin (14/9).
Ia menegaskan, apabila ketahanan stok berkurang maka akan ditambahkan dengan mendatangkan dua kapal pengangkut BBM yang disiagakan dari Kilang Minyak di Tuban, Jawa Timur dan Kilang Minyak di Balikpapan, Kalimantan Timur untuk menyuplai BBM.
Tapi tergantung, kalau nanti delapan hari (mulai berkurang) maka satu kapal turun, kurang lebih nambah delapan hari (ke depan), dan itu tidak pernah turun (volumenya) di lebih rendah. Untuk solar juga demikian sama,
tuturnya.
Satu kapal minyak tersebut mengangkut dan membawa BBM 16.000 KL dari kilang minyak. Jika dihitung rerata konsumsi BBM di wilayah Sulsel per hari diperkirakan 2.000 KL, dan Solar 1.800 KL. Sedangkan stok BBM non subsidi masih bisa bertahan 30 hari.
Jadi, ini sudah diukur dan sudah dijadwalkan oleh Pertamina Patra Niaga suplainya dari kilang yang ada. Di Kilang Tuban, dan Kilang di Balikpapan. Jadi aman. Perjalanannya berapa hari dari sini?, kurang dari dua hari. Kami sudah pastikan semuanya aman,
ucap mantan Anggota Komite BPH Migas ini.
BBM Pertalite di Sulsel stoknya diklaim masih 80 persen, setelah dicek. Namun, sejak terjadinya antrean panjang, pengiriman ditambah setiap harinya dua kali DO atau drop order ke SPBU. Satu pengiriman mobil tanki itu volume BBM berisi 24 KL.
Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melakukan penambahan tenaga sebanyak 50 operator untuk mendukung pelayanan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), khususnya yang beroperasi selama 24 jam.
Berdasarkan laporan dari Pertamina, 50 tenaga operator yang baru direkrut itu selanjutnya ditempatkan pada 25 SPBU di Kota Makassar yang beroperasi selama 24 jam.
Penambahan tenaga ini tentu kami harap dapat memperkuat pelayanan di lapangan, mempercepat proses pengisian BBM, serta mengurangi potensi terjadinya antrean panjang di SPBU,
kata Andi Sudirman.