AS dan Iran Capai Kesepakatan, Harga Minyak Tergelincir

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
 AS dan Iran Capai Kesepakatan, Harga Minyak Tergelincir

Kapal tangker melintas di Selat Hormuz. (Pexel/Melike Sena)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — PAKISTAN mengumumkan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump menyebut kesepakatan itu akan membuka kembali jalur pelayaran penting di Selat Hormuz. Setelah pengumuman dari Pakistan, pihak mediator dalam upaya mengakhiri konflik AS dan Iran, harga minyak dunia turun.

Seperti dilansir BBC, harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan harga minyak dunia, turun 4,8 persen menjadi USD 83,18 (sekitar Rp 1,36 juta) per barel. Sementara itu, minyak yang diperdagangkan di Amerika Serikat merosot 5,6 persen menjadi USD 80,13 per barel.

Upacara penandatanganan kesepakatan secara resmi akan digelar pada Jumat (19/6) di Swiss.

Shehbaz Sharif, Perdana Menteri Pakistan

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengonfirmasi melalui sambungan telepon yang disiarkan televisi pemerintah bahwa kesepakatan dengan AS telah difinalisasi.

Baca juga:

Iran Kembali Tutup Total Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Langsung Meroket



Selat Hormuz praktis ditutup tak lama setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada 28 Februari. Teheran sebelumnya mengancam akan menyerang kapal-kapal yang menggunakan jalur perairan strategis tersebut, yang biasanya menjadi jalur transit sekitar 20 persen pasokan minyak dunia serta gas alam cair (LNG).

Pasar energi global mengalami gejolak besar dalam beberapa bulan terakhir, dengan harga minyak sering kali naik atau turun tajam sebagai respons terhadap perkembangan perang antara AS, Israel, dan Iran.

Minyak Brent, yang diperdagangkan di kisaran USD 70 per barel sebelum konflik dimulai, sempat melonjak hingga sekitar USD 120 per barel selama perang berlangsung.



Pasokan Minyak tak Serta-Merta Normal




Meski kesepakatan AS-Iran telah terjadi, para ahli pasar energi tetap memperingatkan bahwa arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz mungkin tidak akan langsung kembali ke tingkat normal sebelum perang.

Andrew Lipow dari perusahaan konsultan Lipow Oil Associates mengatakan ranjau-ranjau yang ada di jalur perairan tersebut harus dibersihkan terlebih dahulu, sebuah proses yang dapat memakan waktu mulai dari beberapa minggu hingga enam bulan.

Ia menambahkan saat ini terdapat antrean panjang kapal tanker yang menunggu untuk melintasi jalur tersebut. Selain itu, pemulihan produksi minyak dan normalisasi proses pemuatan kapal juga dapat memerlukan waktu beberapa minggu.

Pasar saham Asia turut menguat pada Senin karena investor menyambut positif kesepakatan tersebut. Kawasan Asia menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak oleh lonjakan harga energi karena sangat bergantung pada pasokan minyak dan LNG dari Timur Tengah.(dwi)

Baca juga:

Iran Kembali Tutup Total Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Langsung Meroket

#Selat Hormuz #Amerika Serikat #Iran #Harga Minyak Dunia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Terlambat 132 Tahun, Majalah Edisi 1894 Akhirnya Dikembalikan ke Perpustakaan AS
Jika denda tetap diberlakukan, peminjam seharusnya membayar sekitar USD 12.055 atau sekitar Rp 200 juta.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
 Terlambat 132 Tahun, Majalah Edisi 1894 Akhirnya Dikembalikan ke Perpustakaan AS
Dunia
Tidak Ada Pupuk, Produksi dan Pasokan Pangan Global Turun Akibat Perang di Timur Tengah
Penundaan selama beberapa pekan saja memaksa petani mengurangi atau sama sekali tidak menggunakan pupuk.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Tidak Ada Pupuk, Produksi dan Pasokan Pangan Global Turun Akibat Perang di Timur Tengah
ShowBiz
Dolly Parton Resmi Jadi Nama Baru Bandara Internasional Nashville, Penghormatan untuk sang Musisi Ikonis
Sebelum nama bandara resmi berganti, ada beberapa tahapan yang harus dilalui.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Dolly Parton Resmi Jadi Nama Baru Bandara Internasional Nashville, Penghormatan untuk sang Musisi Ikonis
Dunia
AS Klaim Jadi Produsen Minyak Terbesar Dunia, Dapat Konsensi 100 Tahun di 17 Ladang Minyak Venezuela
“Sekarang kami adalah yang terbesar di dunia, dan itu belum termasuk Venezuela, yang baru saja kami tambahkan ke dalam cadangan kecil kami,” kata Trump.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
AS Klaim Jadi Produsen Minyak Terbesar Dunia, Dapat Konsensi 100 Tahun di 17 Ladang Minyak Venezuela
Dunia
Main Duit, Donald Trump Janjikan Rp 88 Juta untuk Setiap Warga Dewasa AS kalau Partai Republik Menang Pemilu Paruh Waktu
Trump menyampaikan janji itu dalam pidatonya di konvensi Partai Republik yang untuk pertama kalinya digelar di tengah masa jabatan presiden.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
 Main Duit, Donald Trump Janjikan Rp 88 Juta untuk Setiap Warga Dewasa AS kalau Partai Republik Menang Pemilu Paruh Waktu
Dunia
Trump Kembali Bikin Geger, Islandia Protes Peta yang Gambarkan Wilayahnya Milik AS
Donald Trump kembali memicu kontroversi setelah mengunggah sebuah peta yang menggambarkan Islandia dan sejumlah wilayah lain berada di bawah bendera AS.
Yusuf Abdillah - Kamis, 10 September 2026
Trump Kembali Bikin Geger, Islandia Protes Peta yang Gambarkan Wilayahnya Milik AS
Dunia
Wali Kota New York Zohran Mamdani Buka-Bukaan Warga New York ‘Dibohongi’ soal Udara Beracun setelah Serangan 9/11
Wali Kota New York Zohran Mamdani mengatakan 170.000 dokumen tersebut menunjukkan asbes ditemukan hampir di setiap lokasi yang diperiksa di sekitar Ground Zero.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
  Wali Kota New York Zohran Mamdani Buka-Bukaan Warga New York ‘Dibohongi’ soal Udara Beracun setelah Serangan 9/11
Dunia
Badai Lowell Hantam Hawaii, 1 Orang Tewas
Seorang pria tunawisma di Oahu dikabarkan tewas setelah sebuah pohon tumbang menimpa tenda tempat ia tinggal.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
 Badai Lowell Hantam Hawaii, 1 Orang Tewas
Indonesia
Ekspor Gas Terhambat, Qatar Alami Defisit Terbesar Dalam 10 Tahun Capai Rp 102,4 Triliun
Jika perang ekonomi berlanjut, Teheran dapat memicu pembentukan zona larangan maritim di seluruh Teluk Persia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
Ekspor Gas Terhambat, Qatar Alami Defisit Terbesar Dalam 10 Tahun Capai Rp 102,4 Triliun
Dunia
Gubernur Tolak Usulan Trump Ubah New Mexico Jadi New America
New Mexico merupakan negara bagian ke-47 AS yang bergabung pada 1912 dengan ibukota Santa Fe dan kota terbesar ​​​​​​​Albuquerque.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
Gubernur Tolak Usulan Trump Ubah New Mexico Jadi New America
Bagikan