Pelarangan Kantong Plastik di Jakarta, IKAPPI Minta Pemprov Sediakan Alternatif

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 02 Juli 2020
Pelarangan Kantong Plastik di Jakarta, IKAPPI Minta Pemprov Sediakan Alternatif

Ilustrasi - Pengumuman tentang tidak disediakannya kantong plastik di minimarket di kawasan Tembalang Kota Semarang. (ANTARA/Achmad Zaenal M/am).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menilai Pemprov DKI Jakarta belum maksimal dalam melaksanakan sosialisasi tentang bahaya dan larangan kantong plastik sekali pakai kepada pelaku usaha dan masyarakat.

Adapun diketahui mulai Rabu (1/7) kemarin Dinas Lingkungan Hidup (LH) melarang kantong kresek di Jakarta. Larangan itu diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 142 tahun 2019 tentang kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan Pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat.

Baca Juga:

APPBI Nilai Anak Buah Anies Belum Sosialisasi Larangan Kantong Plastik

"Pedagang belum mendapatkan informasi yang lebih detail dan utuh tentang sosialisasi dan edukasi pelarangan kantong plastik," kata Ketua Bidang Hukum dan Advokasi DPP IKAPPI Miftahudin di Jakarta, Kamis (2/7).

Miftahudin menyarankan, kepada Pemda DKI agar melibatkan pedagang pasar atau kelompok-kelompok pedagang pasar untuk ikut membantu mensosialiasikan kepada anggota-anggota di bloknya. Menurut dia hal itu jauh lebih efektik dalam mensosialiasikan kantong kresek.

"Pelibatan pedagang dalam setiap kebijakan pemprov itu menjadi kunci keberhasilan program itu dilaksanakan," terangnya.

Penerapan aturan kantong belanja ramah lingkungan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Utara, Kamis (11/6/2020). (ANTARA/FAUZI LAMBOKA)
Penerapan aturan kantong belanja ramah lingkungan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Utara, Kamis (11/6/2020). (ANTARA/FAUZI LAMBOKA)

Selain itu IKAPPI juga meminta kepada Pemprov DKI untuk mencari solusi alternatif atas pergantian kantong plastik. Bila menggunakan tas belanja yang bisa digunakan berkali-kali, IKAPPI mendorong agar Dinas LH bisa meningkatkan produk UMKM dengan meningkatkan produksi tas-tas daur ulang.

"Kami meminta kepada pemprov untuk menyiapkan kantong alternatif untuk jenis barang dagangan yang mudah basah atau barang dagangan tertentu," ungkapnya.

Baca Juga:

Belanja Online Bikin Sampah Plastik di DKI Meningkat Selama Pandemi

Untuk sementara waktu IKAPPI, meminta Pemprov DKI tetap mengizinkan pedagang masih memakai kantong plastik kecil untuk beberapa komoditas dagangan yang basah.

"Dan beberapa komoditas yang tidak memungkinkan di jadikan satu dengan tas belanjaan, sampai ada alternatif kantong belanjaan yang tepat sesuai kebutuhan," tutupnya. (Asp)

Baca Juga:

Pemprov DKI Sanksi Pelaku Usaha yang Masih Pakai Kantong Plastik

#Kantong Plastik
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Berita Terkait

Indonesia
Harga Plastik Meroket 80 Persen, Ketua DPR RI Desak UMKM Balik ke Daun Pisang
Konflik geopolitik global memicu kenaikan drastis harga plastik mengingat industri dalam negeri masih bergantung pada bahan baku impor hingga 60 persen
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 April 2026
Harga Plastik Meroket 80 Persen, Ketua DPR RI Desak UMKM Balik ke Daun Pisang
Indonesia
Harga Plastik Naik, DPR Dorong UMKM Beralih ke Kemasan Ramah Lingkungan
Lonjakan harga plastik yang terjadi saat ini dipicu gangguan rantai pasok global akibat konflik geopolitik internasional.
Dwi Astarini - Kamis, 16 April 2026
Harga Plastik Naik, DPR Dorong UMKM Beralih ke Kemasan Ramah Lingkungan
Indonesia
Harga Plastik Naik hingga 40 Persen, Pramono Anung Dorong Alternatif Ramah Lingkungan
Harga plastik di Jakarta melonjak hingga 40 persen akibat faktor global. Pramono Anung mendorong penggunaan alternatif seperti daun pisang.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Harga Plastik Naik hingga 40 Persen, Pramono Anung Dorong Alternatif Ramah Lingkungan
Indonesia
Harga Plastik di Jakarta Melonjak, 60 Persen Bahan Baku Masih Impor dari Timur Tengah
Harga plastik di Jakarta kini melonjak hingga 40 persen. Hal itu imbas dari konflik Timur Tengah. Lalu, bahan bakunya masih diimpor.
Soffi Amira - Jumat, 10 April 2026
Harga Plastik di Jakarta Melonjak, 60 Persen Bahan Baku Masih Impor dari Timur Tengah
Indonesia
Harga Plastik di Jakarta Naik hingga 40 Persen, Pelaku UMKM Kena Imbasnya
Harga plastik di Jakarta kini naik hingga 40 persen. Para pelaku UMKM terkena imbasnya. Plastik menjadi kebutuhan operasional yang sulit digantikan.
Soffi Amira - Jumat, 10 April 2026
Harga Plastik di Jakarta Naik hingga 40 Persen, Pelaku UMKM Kena Imbasnya
Indonesia
Harga Plastik Melonjak 50 Persen, DPR Desak Kurangi Ketergantungan Plastik Sekali Pakai
Harga plastik kini naik hingga 50 persen. Komisi XII DPR pun meminta untuk mengurangi ketergantungan plastik sekali pakai.
Soffi Amira - Jumat, 10 April 2026
Harga Plastik Melonjak 50 Persen, DPR Desak Kurangi Ketergantungan Plastik Sekali Pakai
Indonesia
Gejolak Global Picu Kenaikan Harga Plastik, Pemerintah Segera Cari Solusinya
Pemerintah menyiapkan skema untuk mengantisipasi lonjakan harga plastik. Hal itu imbas dari geopolitik global di Timur Tengah.
Soffi Amira - Kamis, 09 April 2026
Gejolak Global Picu Kenaikan Harga Plastik, Pemerintah Segera Cari Solusinya
Lifestyle
Harga Pembungkus Plastik Naik, Daun Pisang Jadi Solusi
Kini, harga plastik yang kian melonjak membuat masyarakat gigit jari.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Harga Pembungkus Plastik Naik, Daun Pisang Jadi Solusi
Indonesia
Imbas Perang di Iran Harga Plastik Naik 50 Persen, Gejolak Harga Harus Segera Diatasi
Pemerintah perlu mengantisipasi kenaikan harga produk plastik seperti kemasan mie instan, air minum kemasan, peralatan rumah tangga dan lain-lain.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Imbas Perang di Iran Harga Plastik Naik 50 Persen, Gejolak Harga Harus Segera Diatasi
Indonesia
Nasib Harga Pupuk dan Produk Plastik di Ujung Tanduk Buntut Krisis Energi Global, Pemerintah Diminta Siapkan Mitigasi
Lonjakan biaya produksi tidak hanya menyasar minyak mentah, tetapi juga merembet ke produk jadi seperti obat-obatan, pakaian jadi, hingga peralatan rumah tangga
Angga Yudha Pratama - Selasa, 07 April 2026
Nasib Harga Pupuk dan Produk Plastik di Ujung Tanduk Buntut Krisis Energi Global, Pemerintah Diminta Siapkan Mitigasi
Bagikan