Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Harga Plastik Naik hingga 40 Persen, Pramono Anung Dorong Alternatif Ramah Lingkungan

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Harga Plastik Naik hingga 40 Persen, Pramono Anung Dorong Alternatif Ramah Lingkungan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Foto: MerahPutih.com/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menanggapi kenaikan harga barang berbahan plastik yang terjadi belakangan ini. Lonjakan harga tersebut dikeluhkan masyarakat, termasuk pelaku usaha kecil.

Pramono mengungkapkan, kenaikan harga plastik dipengaruhi faktor global yang berada di luar kendali pemerintah daerah. Di tengah kondisi tersebut, Pemprov DKI mendorong langkah adaptif, termasuk mencari alternatif pengganti plastik dalam aktivitas sehari-hari.

Menurutnya, penggunaan plastik memang perlu dikurangi secara bertahap, seiring dengan upaya menjaga lingkungan sekaligus merespons kenaikan harga yang berpotensi membebani masyarakat.

"Tentunya kami harus melakukan inovasi karena sekarang ini kebutuhan plastik ini kan pelan-pelan harus dikurangi, harus ada substitusinya," ucap Pramono di Pulo Gebang, Jakarta Timur, Minggu (12/4).

Pramono pun menyarankan masyarakat untuk kembali memanfaatkan bahan tradisional yang lebih ramah lingkungan, seperti daun pisang untuk kemasan makanan. Ia menilai, cara tersebut bukan hanya relevan dari sisi budaya, tetapi juga dapat menjadi alternatif praktis di tengah mahalnya harga plastik.

"Kalau kondisinya tetap seperti ini, pasti akan menjadi beban. Maka untuk itu ya kita kadang-kadang harus kembali ke cara tradisional, pakai bungkus daun pisang dan sebagainya," imbuhnya.

Baca juga:

Gejolak Global Picu Kenaikan Harga Plastik, Pemerintah Segera Cari Solusinya

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat lonjakan harga plastik kemasan yang mencapai 30 hingga 40 persen dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan ini berdampak langsung terhadap pelaku usaha, terutama di sektor makanan dan minuman.

Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, mengatakan plastik masih menjadi kebutuhan operasional utama yang belum mudah digantikan dalam waktu singkat.

Dari hasil pemantauan di lapangan, kenaikan harga mulai terjadi sejak akhir Maret 2026 dan terus berlanjut hingga awal April. Kondisi ini disebut sebagai dampak dinamika geopolitik global antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.

"Berdasarkan pemantauan dan temuan kami di lapangan, kenaikan harga plastik ini terjadi sejak akhir Maret 2026 bersamaan dengan pecahnya konflik geopolitik di Iran, dan berlanjut hingga awal April 2026 ini," kata Ratu dalam keterangannya.

Secara rinci, kenaikan harga terjadi pada hampir seluruh jenis plastik. Kantong kresek tercatat naik sekitar 40 persen menjadi Rp 17.000 per pak, sementara plastik kemasan jenis PET naik sekitar 35 persen menjadi Rp 22.000 per pak. Adapun plastik jenis PE mengalami kenaikan rata-rata 30 persen menjadi Rp 21.000 per pak.

Kenaikan tertinggi tercatat di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara, sementara beberapa wilayah lain relatif lebih stabil.

"Kenaikan ini terjadi cukup cepat dan dalam beberapa kasus bersifat fluktuatif mengikuti distribusi barang," ungkap Ratu.

Baca juga:

Harga Plastik di Jakarta Naik hingga 40 Persen, Pelaku UMKM Kena Imbasnya

Pemprov DKI menilai lonjakan harga ini tidak lepas dari ketergantungan industri plastik nasional terhadap bahan baku impor. Saat ini, sekitar 60 persen kebutuhan bahan baku plastik masih dipenuhi dari luar negeri.

"Dapat kami sampaikan bahwa kenaikan harga plastik ini lebih disebabkan struktur industri plastik global yang masih sangat bergantung pada kawasan Timur Tengah," jelasnya.

Kawasan Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar, menjadi pemasok utama bahan baku petrokimia yang digunakan untuk produksi plastik. Gangguan di wilayah tersebut, termasuk penutupan jalur distribusi strategis, berdampak langsung pada pasokan global.

Plastik yang digunakan sehari-hari oleh pelaku usaha, seperti kantong plastik, gelas minuman, hingga botol kemasan, berasal dari turunan bahan baku tersebut. (Asp)

#Kantong Plastik #Pramono Anung #Pemprov DKI Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Pramono Minta Mal yang Pasang Pagar Tinggi Dibongkar, Yakinkan Jakarta Aman
Pemerintah DKI bersama aparat keamanan menjamin Jakarta tetap aman dan nyaman untuk semua masyarakat.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
Presiden Pramono Minta Mal yang Pasang Pagar Tinggi Dibongkar, Yakinkan Jakarta Aman
Indonesia
Pemprov DKI Bangun Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Ciangir, Investasi Capai Rp 1 Triliun
Perumda Dharma Jaya mengembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi Ciangir. Hal itu untuk memperkuat ketahanan pangan Jakarta.
Soffi Amira - Jumat, 31 Juli 2026
Pemprov DKI Bangun Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Ciangir, Investasi Capai Rp 1 Triliun
Indonesia
Pemprov DKI Bangun Kawasan Peternakan Terintegrasi di Ciangir, Target Tampung 5.000 Ekor Sapi
Pemprov DKI Jakarta mengembangkan kawasan peternakan terintegrasi di Ciangir, Tangerang, untuk memperkuat ketahanan pangan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
Pemprov DKI Bangun Kawasan Peternakan Terintegrasi di Ciangir, Target Tampung 5.000 Ekor Sapi
Indonesia
Jakarta Masuk 4 Besar Kota dengan Kualitas Udara Terburuk di Dunia 31 Juli 2026
Jakarta menjadi kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada Jumat (31/7) pagi.
Soffi Amira - Jumat, 31 Juli 2026
Jakarta Masuk 4 Besar Kota dengan Kualitas Udara Terburuk di Dunia 31 Juli 2026
Indonesia
Pramono Anung Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Atasi Potensi Kekeringan di Jakarta
Jakarta sudah sekitar tiga minggu tanpa hujan. Gubernur Pramono Anung kini membuka opsi Operasi Modifikasi Cuaca untuk memicu hujan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 Juli 2026
Pramono Anung Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Atasi Potensi Kekeringan di Jakarta
Indonesia
Gubernur Pramono Serukan Persatuan dalam Membangun Jakarta, tak Lihat Asal Partai Anggota Dewan
Tak pernah mempersoalkan latar belakang partai politik anggota DPRD DKI Jakarta yang ikut serta turun ke warga saat menjalankan tugas.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Gubernur Pramono Serukan Persatuan dalam Membangun Jakarta, tak Lihat Asal Partai Anggota Dewan
Indonesia
Pramono Minta Kemenkeu Segera Rampungkan Kajian Obligasi DKI Rp 3,5 Triliun
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta Kemenkeu untuk segera merampungkan kajian obligasi DKI.
Soffi Amira - Kamis, 30 Juli 2026
Pramono Minta Kemenkeu Segera Rampungkan Kajian Obligasi DKI Rp 3,5 Triliun
Indonesia
Pemprov DKI Siap Lakukan Hujan Buatan Hadapi Kemarau Panjang
Saat ini wilayah Jakarta sudah tidak hujan selama hampir tiga pekan.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Pemprov DKI Siap Lakukan Hujan Buatan Hadapi Kemarau Panjang
Indonesia
Tak Lagi Berhenti di Velodrome, LRT Jakarta Segera Tembus Manggarai dalam 28 Menit
LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai mulai beroperasi pada Agustus 2026. Jalur sepanjang 12,2 kilometer ini akan melayani 11 stasiun dengan waktu tempuh sekitar 28 menit.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 Juli 2026
Tak Lagi Berhenti di Velodrome, LRT Jakarta Segera Tembus Manggarai dalam 28 Menit
Indonesia
Kabar Gembira! Kini Bayar Tiket MRT Bisa Pakai Kartu Kredit Nirsentuh
Pemprov DKI menargetkan sistem pembayaran nirsentuh dapat dikembangkan dan diintegrasikan pada moda transportasi publik lainnya di Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Kabar Gembira! Kini Bayar Tiket MRT Bisa Pakai Kartu Kredit Nirsentuh
Bagikan