Pemprov DKI Bangun Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Ciangir, Investasi Capai Rp 1 Triliun

Soffi AmiraSoffi Amira - Jumat, 31 Juli 2026
Pemprov DKI Bangun Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Ciangir, Investasi Capai Rp 1 Triliun

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bangun peternakan sapi Terintegrasi Ciangir. Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com – Perumda Dharma Jaya terus memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan pangan (food security) DKI Jakarta melalui pengembangan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi Ciangir di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten.

Komitmen tersebut ditinjau langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat melakukan kunjungan kerja ke lokasi pada Jumat (31/7).

Baca juga:

Biar Adil, Pramono Siapkan Kebijakan Tarif Pajak Buat Kendaraan Listrik

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, menjelaskan bahwa pengembangan kawasan seluas sekitar 20 hektare itu merupakan tindak lanjut atas persetujuan penggunaan Barang Milik Daerah (BMD) dari Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) Provinsi DKI Jakarta melalui Surat Nomor 1880/UD.02.01 tertanggal 23 Juni 2026.

Menurut Raditya, pembangunan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi Ciangir menjadi salah satu inisiatif strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengoptimalkan aset daerah guna memperkuat ketahanan pangan.

Kawasan ini akan dikelola oleh Perumda Dharma Jaya sebagai pusat penggemukan sapi modern yang mendukung ketersediaan pasokan daging sapi bagi masyarakat Jakarta.

ujar Raditya

Peternakan Terintegrasi dari Hulu hingga Hilir

Kawasan seluas sekitar 20 hektare tersebut dirancang dengan konsep peternakan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Fasilitas yang akan dibangun meliputi kandang penggemukan sapi, kandang karantina, gudang pakan dan bunker silase, laboratorium, jembatan timbang, area loading dan unloading, Rumah Potong Hewan (RPH), cold storage, fasilitas pengolahan daging (meat processing), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), perkantoran, hingga cadangan lahan hijauan pakan ternak.

Pada operasionalnya, kawasan ini akan menerapkan sistem pengelolaan modern, efisien, dan berkelanjutan. Proses penggemukan sapi akan didukung penyediaan pakan berkualitas yang diproduksi secara mandiri dengan memanfaatkan teknologi, sehingga mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas ternak.

Selain memperkuat ketahanan pangan, pengembangan kawasan ini juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja lokal, kemitraan penyediaan hijauan pakan ternak, serta pemberdayaan pelaku usaha di wilayah sekitar.

Baca juga:

Pemprov DKI Genjot Pengolahan Sampah, Open Dumping Bantargebang Ditargetkan Berakhir 2029

Pramono Sebut Ciangir Bukan Alternatif TPST Bantargebang

Pada kesempatan tersebut, Pramono menegaskan, bahwa lahan milik Pemprov DKI Jakarta di Ciangir akan dimanfaatkan untuk memperkuat pasokan pangan yang memberikan manfaat bagi masyarakat Jakarta maupun Banten.

"Ketahanan pangan yang akan dikembangkan di sini salah satunya adalah peternakan sapi, kemudian juga untuk ayam, ikan, dan sebagainya," ujarnya.

Pramono juga menepis anggapan, bahwa lokasi tersebut akan dijadikan alternatif TPST Bantargebang. Menurutnya, kawasan itu justru akan dikembangkan sebagai pusat peternakan, budi daya ikan, dan urban farming.

"Sepenuhnya tempat ini bukan seperti yang dipikirkan orang akan menjadi tempat alternatif Bantargebang, sama sekali enggak," tegasnya.

Baca juga:

Gubernur Pramono Desak Kemenkeu Segera Keluarkan Kajian Obligasi Daerah Rp 3,5 Triliun

Pembangunan Dimulai Akhir 2026

Pramono mengungkapkan, pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut akan dimulai pada November 2026 dengan total nilai investasi sekitar Rp 1 triliun.

"Dan juga saya sudah memerintahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup, Dinas KPKP, dan Badan Aset untuk yang menjadi tanggung jawab Pemerintah DKI Jakarta bisa dimulai lebih awal," ungkapnya.

Ia juga telah menginstruksikan dinas terkait agar pengembangan kawasan sesuai rencana peruntukan dapat dimulai paling lambat awal September.

Saat ini, proyek masih berada pada tahap awal pembangunan, meliputi koordinasi lintas instansi, sosialisasi, dan proses perizinan. Pembangunan tahap pertama ditargetkan dimulai pada akhir 2026.

Melalui pengembangan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi Ciangir, Perumda Dharma Jaya optimistis dapat memperkuat rantai pasok daging sapi yang aman, sehat, berkualitas, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan ketahanan pangan DKI Jakarta. (Asp)

#Peternakan Sapi #Pramono Anung #Ternak Sapi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pasar Baru Bakal Jadi Wisata Kuliner 24 Jam ala Myeongdong Korea Selatan
Pemprov DKI menyiapkan Pasar Baru sebagai pusat wisata kuliner 24 jam ala Myeongdong setelah MRT Fase 2A rampung. Glodok dan Kota Tua juga dikembangkan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 31 Oktober 2026
Pasar Baru Bakal Jadi Wisata Kuliner 24 Jam ala Myeongdong Korea Selatan
Indonesia
Antisipasi Banjir, Gubernur Pramono Kebut Normalisasi Kali Mampang Segmen Poncol
Kawasan Mampang dan sekitarnya menjadi salah satu wilayah rawan banjir karena kondisi geografisnya yang berupa cekungan.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Antisipasi Banjir, Gubernur Pramono Kebut Normalisasi Kali Mampang Segmen Poncol
Indonesia
Lahan Makam Jakarta Terbatas, Pramono Relokasi Warga TPU ke Rusun untuk Tambah Ruang
Pemprov DKI Jakarta menata TPU Menteng Atas dengan merelokasi warga, membuka opsi makam tumpang, dan memfinalisasi lokasi pemakaman baru.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Oktober 2026
Lahan Makam Jakarta Terbatas, Pramono Relokasi Warga TPU ke Rusun untuk Tambah Ruang
Indonesia
Pramono Anung Pastikan Tak Ada Kerusakan Fasilitas Publik Usai Demo Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut demo 28 Oktober berlangsung tertib. Tak ada laporan kerusakan fasilitas publik dan pembersihan selesai pukul 02.00.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Oktober 2026
Pramono Anung Pastikan Tak Ada Kerusakan Fasilitas Publik Usai Demo Jakarta
Indonesia
Kampung Kumuh di Jakarta Turun 52 Persen, dari 445 Jadi 211 Lokasi di 2026
Penurunan lebih dari 52 persen itu ditopang pemanfaatan infrastruktur sosial di tingkat masyarakat.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Kampung Kumuh di Jakarta Turun 52 Persen, dari 445 Jadi 211 Lokasi di 2026
Indonesia
Tiket Masuk Ancol Diusulkan Gratis untuk Warga Jakarta, Begini Respons Pramono
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan tiket masuk Ancol tak bisa gratis. Hanya penerima KJP yang bisa menikmatinya.
Soffi Amira - Rabu, 28 Oktober 2026
Tiket Masuk Ancol Diusulkan Gratis untuk Warga Jakarta, Begini Respons Pramono
Indonesia
Respon Keluhan Rizky Ridho dan Shin Tae-yong, Pramono Anung Janjikan Perbaikan Segera
Pramono Anung merespons keluhan Rizky Ridho dan Shin Tae-yong soal rumput JIS. JakPro berjanji segera melakukan penyempurnaan lapangan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Respon Keluhan Rizky Ridho dan Shin Tae-yong, Pramono Anung Janjikan Perbaikan Segera
Indonesia
Gubernur Pramono 'Sentil' Wali Kota Bekasi tak Kunjung Bangun Halte Transjabodetabek
Pramono mengaku menerima keluhan dari pengguna Transjabodetabek, terutama warga Bekasi.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
Gubernur Pramono 'Sentil' Wali Kota Bekasi tak Kunjung Bangun Halte Transjabodetabek
Indonesia
Pasar Taman Puring Jadi Taman Setara, PSI Protes Keras ke Gubernur Pramono
menegaskan ini merupakan bentuk pengingkaran Pemerintah DKI terhadap komitmennya untuk memperbaiki pasar tersebut setelah terbakar pada Juli 2025 lalu.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
Pasar Taman Puring Jadi Taman Setara, PSI Protes Keras ke Gubernur Pramono
Indonesia
Tembus Rp 625 Miliar dalam Dua Hari, Ini Dampak Konser Kanye West dan JRF bagi Jakarta
Pramono Anung menyebut Jakarta Running Festival menyumbang Rp 175 miliar dan konser Kanye West Rp 450 miliar, dengan total dampak ekonomi Rp 625 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Tembus Rp 625 Miliar dalam Dua Hari, Ini Dampak Konser Kanye West dan JRF bagi Jakarta
Bagikan