Respons Demokrat Terkait Dugaan Dana Kejahatan Lingkungan Mengalir ke Parpol

Andika PratamaAndika Pratama - Kamis, 10 Agustus 2023
Respons Demokrat Terkait Dugaan Dana Kejahatan Lingkungan Mengalir ke Parpol

Anggota DPR RI Santoso saat interupsi pada Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (27/9/2022). Foto: Kresno/nvl

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap temuan adanya dugaan uang hasil kejahatan lingkungan senilai Rp 1 triliun mengalir ke partai politik untuk kepentingan Pemilu 2024.

Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Santoso mengingatkan PPATK agar berhati-hati dalam menyampaikan data ke publik. Jangan sampai informasi tersebut ternyata data hoaks.

Baca Juga

Demokrat Berpotensi Hengkang dari Koalisi Jika AHY Tidak Jadi Cawapres Anies

Dia lantas menyinggung soal dugaan transaksi mencurigakan sebesar Rp 439 triliun di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang hingga kini tidak ada kelanjutan proses pengusutannya.

“Tidak jelas mau diapakan transaksi dana itu selanjutnya. Kasus itu di peti eskan atau memang tidak ada TPPU di situ,” kata Santoso dalam keterangannya, Kamis (10/8).

Santoso merasa heran dengan PPATK soal adanya temuan baru terkait dana kejahatan lingkungan mengalir ke partai politik. Pasalnya, dugaan transaksi mencurigakan di Kemenkeu juga belum jelas penyelesaiannya.

Lebih lanjut dia menilai pernyataan ketua PPATK Ivan Yustiavandana yang menyebut semua parpol memiliki andil dalam kejahatan lingkungan merupakan informasi sesat.

“Jangan dihubungkan jika ada pengurus/kader parpol yang berbisnis di bidang yang berhubungann dengan lingkungan lantas itu dinyatakan sebagai bisnis dari institusi parpol,” ucap Santoso.

Baca Juga

PKS Yakin Demokrat Tidak Pindah Haluan Koalisi

Apalagi, kata dia, undang-undang partai politik sudah jelas mengatur bahwa parpol tidak diperbolehkan memiliki badan usaha. Apabila parpol ketahuan berbadan usaha maka akan dibubarkan melalui keputusan pengadilan.

Menurut Santoso, seharusnya PPATK melaporkan temuannya ke lembaga penegak hukum atau ke pengawas pemilu jika ada kaitannya dengan partai politik.

“Bukan langsung mempublish kepada publik melalui media massa karena akan menimbulkan persepsi publik yang beragam. Kisah Rp 439 triliun yang lenyap kelanjutannya jangan terulang kembali,” ujarnya.

Santoso menambahkan jangan sampai informasi dari PPATK yang belum jelas pembuktiannya di pengadilan menyebabkan elektabilitas parpol menururn menjelang Pemilu 2024.

“Serta menguntungkan bagi parpol lainnya, cara-cara seperti itu jangan lagi dilakukan. Kita ingin pemilu berjalan dengan damai tanpa ada guncangan dan hiruk pikuk yang disebabkan karena hoaks,” pungkasnya. (Pon)

Baca Juga

Demokrat Punya Alasan Kuat Desak Anies Segera Umumkan Cawapres

#PPATK #Partai Demokrat
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
DPR Endus Kekuatan Besar di Balik Perputaran Uang Rp 992 Triliun Tambang Emas Ilegal
Ini menjadi alarm keras bagi kedaulatan ekonomi dan kelestarian lingkungan hidup Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
DPR Endus Kekuatan Besar di Balik Perputaran Uang Rp 992 Triliun Tambang Emas Ilegal
Indonesia
DPR Dorong PPATK Perkuat Deteksi Kejahatan Keuangan dan Kebocoran Negara
Komisi III DPR RI mendukung penguatan peran PPATK untuk menjaga integritas sistem keuangan dan meningkatkan deteksi transaksi keuangan mencurigakan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Februari 2026
DPR Dorong PPATK Perkuat Deteksi Kejahatan Keuangan dan Kebocoran Negara
Indonesia
RDP dengan Komisi III DPR, PPATK Ungkap Terima 43 Juta Laporan dan Analisis Dana Rp 2.085 T
PPATK memaparkan kinerja 2025 di DPR. Sebanyak 43 juta laporan transaksi diterima dengan nilai analisis mencapai Rp 2.085 triliun.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Februari 2026
RDP dengan Komisi III DPR, PPATK Ungkap Terima 43 Juta Laporan dan Analisis Dana Rp 2.085 T
Indonesia
PPATK Endus Perputaran Uang Haram 2025 Tembus Angka Fantastis Rp 2.085 Triliun
Hingga saat ini, PPATK telah mendistribusikan 994 hasil analisis, 17 hasil pemeriksaan, serta 529 informasi kepada penyidik dan kementerian terkait
Angga Yudha Pratama - Selasa, 03 Februari 2026
PPATK Endus Perputaran Uang Haram 2025 Tembus Angka Fantastis Rp 2.085 Triliun
Indonesia
Santer Isu Reshuffle Kabinet Usai Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Demokrat dan Golkar Serahkan ke Prabowo
Demokrat dan Golkar menegaskan reshuffle Kabinet Merah Putih merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo, usai Thomas Djiwandono mundur dari Wamenkeu.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Januari 2026
Santer Isu Reshuffle Kabinet Usai Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Demokrat dan Golkar Serahkan ke Prabowo
Indonesia
Kasus DSI Mengemuka, Anggota DPR Minta PPATK Ungkap Aliran Dana ke Kolega Manajemen
Anggota Komisi III DPR RI mendesak PPATK mengungkap aliran dana DSI yang diduga mengalir ke perusahaan terafiliasi demi pemulihan hak ribuan korban.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Januari 2026
Kasus DSI Mengemuka, Anggota DPR Minta PPATK Ungkap Aliran Dana ke Kolega Manajemen
Indonesia
Modus Deposit Judol Geser dari E-Wallet Sekarang Pakai QRIS
Jika sebelumnya lebih banyak melalui rekening bank maupun e-wallet, kini transaksi banyak menggunakan QRIS. Cara ini membuat transaksi berlangsung cepat antar akun dan diduga bermuara ke kripto.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Modus Deposit Judol Geser dari E-Wallet Sekarang Pakai QRIS
Indonesia
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
Susilo Bambayng Yudhoyono (SBY) dikaitkan dengan isu ijazah palsu Jokowi. Partai Demokrat pun menegaskan, bahwa hal itu merupakan fitnah.
Soffi Amira - Jumat, 02 Januari 2026
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
Indonesia
SBY Bakal Lawan Akun Anonim Usai Difitnah Jadi Dalang Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Negara dan demokrasi harus diatur oleh rule of law, bukan rule of noise atau kebisingan rumor
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Januari 2026
SBY Bakal Lawan Akun Anonim Usai Difitnah Jadi Dalang Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Indonesia
Demokrat Respons Usulan Koalisi Permanen, Tegaskan Fokus ke Penanganan Bencana
Energi politik semestinya dicurahkan untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan efektif.
Dwi Astarini - Rabu, 10 Desember 2025
Demokrat Respons Usulan Koalisi Permanen, Tegaskan Fokus ke Penanganan Bencana
Bagikan