Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Puan Tak Ikut Bagi Beras Bergambar Dirinya di Dapil 5 Jateng

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 06 Januari 2022
Puan Tak Ikut Bagi Beras Bergambar Dirinya di Dapil 5 Jateng

Anggota DPR Muchammad Nabil Haroen bagikan paket sembako bergambar Puan Maharani di Solo, Rabu (5/1). (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Seluruh anggota DPR Fraksi PDIP diwajibkan membagikan paket beras 5 kg di daerah pemilihan masing-masing dengan menggunakan tas dan kemasan beras bergambar Ketua DPR Puan Maharani di masa reses.

Diketahui, Dapil 5 Jateng terdapat empat anggota DPR dari PDIP, yakni Puan Maharani, Aria Bima, Muchammad Nabil Haroen, dan Rahmad Handoyo

Namun, Puan yang tercatat sebagai anggota DPR dari Dapil 5 Jateng meliputi Kota Solo, Kabupaten Klaten, Sukoharjo, dan Boyolali justru tidak ikut membagikan beras tersebut pada masyarakat

Baca Juga:

Anggota DPR Dapil 5 Jateng Bagikan Beras Bergambar Puan Maharani

Hal itu diungkapkan Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo yang menyebut dari empat anggota DPR dari PDIP, hanya Puan yang tidak ikut membagikan beras itu.

"Anggota DPR Gus Nabil sumbang 500 beras, Aria Bima 2.000 beras, dan Handoyo 400 beras. Puan tidak (bagikan)," ujar Rudy sapaan akrabnya, Rabu (5/1).

Rudy menegaskan, baru tiga anggota DPR yang sudah mendapatkan tanda terima terkait pemberian bantuan beras itu. Untuk Puan Maharani, sejauh ini belum memberikan bantuan.

"Bantuan beras ini diberikan pada warga yang membutuhkan, di antaranya petugas penarik sampah, gerobak sampah dan buruh rumah tangga," katanya.

Baca Juga:

Pendukung Puan Maharani Dilantik Jadi Ketua Komisi III DPR Sore Ini

Mantan Wali Kota Solo ini menegaskan jumlah beras yang dibagikan ini terlalu sedikit jika dibagikan pada warga kurang mampu dari kader PDIP Solo. Atas dasar itu, ia menginstruksikan agar beras dibagikan pada masyarakat umum kurang mampu.

"Kalau mau ngasih semua kader PDIP yang kurang mampu jumlahnya mencapai 7.986 paket sembako," kata dia.

Anggota DPR Muchammad Nabil Haroen atau Gus Nabil mengaku untuk di Solo pihaknya membagikan 500 paket sembako. Setiap anggota DPR membagikan ribuan paket sembako di masing-masing dapil untuk membantu warga terdampak pandi.

"Ini sesuai instruksi Fraksi PDIP di DPR. Untuk pengadaan dari anggota DPR sendiri. Beras diambil dari petani langsung," tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Presiden Jokowi hingga Puan Maharani Digugat ke Pengadilan Gegara Pinjol

#Puan Maharani #Kota Solo #PDIP
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Indonesia
Puan Desak Pemerintah Jelaskan Detail Pelibatan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Kepatuhan Pajak
DJP membuka ruang kolaborasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam pembangunan jejaring informasi. Keduanya dilibatkan untuk mendukung pengawasan terhadap wajib pajak
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Puan Desak Pemerintah Jelaskan Detail Pelibatan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Kepatuhan Pajak
Indonesia
Febrie Adriansyah Belum Ditahan, Puan Minta Hormati Penyidikan yang Sedang Berjalan
Ketua DPR RI, Puan Maharani, angkat bicara soal belum ditahannya eks Jampidsus, Febrie Adriansyah.
Soffi Amira - Selasa, 21 Juli 2026
Febrie Adriansyah Belum Ditahan, Puan Minta Hormati Penyidikan yang Sedang Berjalan
Indonesia
30 Tahun Kudatuli, Prof Sukidi Ajak Publik Berani Bersuara
Menyebut sejarah mungkin tidak pernah berulang secara persis, tapi polanya sering kali memiliki irama yang senada (rhyme).
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
30 Tahun Kudatuli, Prof Sukidi Ajak Publik Berani Bersuara
Indonesia
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Sebagai bagian dari upaya penghilangan pengaruh Sukarno oleh penguasa.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Indonesia
PDIP Tagih Jawaban BGN soal Data Kader Diduga Ikut Proyek MBG
PDIP kirim surat setelah adanya pernyataan dari petinggi BGN yang menyebut hampir seluruh partai politik terlibat dalam pengadaan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Frengky Aruan - Minggu, 19 Juli 2026
PDIP Tagih Jawaban BGN soal Data Kader Diduga Ikut Proyek MBG
Indonesia
BBHAR PDIP Gugat Zulfan Lindan dan Total Politik terkait Tudingan Kerusuhan Agustus
Gugatan tersebut diajukan setelah pihaknya terlebih dahulu menempuh mekanisme penyelesaian sengketa pers melalui Dewan Pers.
Dwi Astarini - Kamis, 16 Juli 2026
BBHAR PDIP Gugat Zulfan Lindan dan Total Politik terkait Tudingan Kerusuhan Agustus
Indonesia
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Jadi Tersangka, PDIP: kalau OTT, ya Langsung Dipecat
Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus mengatakan partainya memiliki aturan yang jelas terhadap kader yang tertangkap melalui OTT.
Dwi Astarini - Minggu, 12 Juli 2026
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Jadi Tersangka, PDIP: kalau OTT, ya Langsung Dipecat
Indonesia
Puan Tegaskan Sikap PDIP Tidak Abu-Abu, Jelas!
Partai politik yang berada di barisan pemerintah menghormati semua pendapat dan pandangan yang berbeda. Karena itu, dia menilai posisi PDIP sebaiknya harus jelas.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Puan Tegaskan Sikap PDIP Tidak Abu-Abu, Jelas!
Indonesia
HUT ke-80 Bhayangkara, Puan Maharani Tekankan Profesionalisme dan Akuntabilitas Polri
Puan Maharani menegaskan Hari Bhayangkara ke-80 harus menjadi momentum memperkuat legitimasi Polri melalui pelayanan profesional, transparan, dan akuntabel.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
HUT ke-80 Bhayangkara, Puan Maharani Tekankan Profesionalisme dan Akuntabilitas Polri
Bagikan