PT KAI Minta SIKM Dihapus, DPRD DKI: Bahaya, Kasus Corona Masih Tinggi

Andika PratamaAndika Pratama - Rabu, 08 Juli 2020
PT KAI Minta SIKM Dihapus, DPRD DKI: Bahaya, Kasus Corona Masih Tinggi

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, Gembong Warsono. Foto: MP/Asropih

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta membela Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang hingga kini belum menghentikan pemberlakuan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) bagi masyarakat yang ingin ke dan pergi dari Jakarta. Meskipun Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya menyarankan untuk dicabut.

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, Gembong Warsono mengatakan, aturan itu saat ini perlu diberlakukan karena kasus corona di ibu kota masih mengalami kenaikan.

Baca Juga

Menhub Minta SIKM di Jakarta Dicabut

Menurutnya, SIKM merupakan kebijakan yang ampuh dalam mengendalikan kasus COVID-19 di Jakarta, karena regulasi tersebut dibuat untuk membatasi mobilitas warga di luar Jakarta masuk ke DKI.

"Karena memang (kasus corona) positif kita masih tinggi. Jakarta kan masih tinggi. Karena posisi tinggi kan kita mesti protect. Caranya salah satunya kan SIKM," kata Gembong di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu (8/7).

Gembong
Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, Gembong Warsono. Foto: MP/Asropih

Gembong menilai, akan berbahaya bila Pemprov DKI Jakarta mencabut SIKM, dikhawatirkan kasus COVID-19 akan melonjak naik dengan membeludaknya warga luar Jabodetabek ke Jakarta karena tak ada regulasi larangan.

"Kalau kita buka, bahaya juga. Kasihan warga kita. Jangan karena 1 dan laim mengorbankan sekian juta warga Jakarta. Saya kira ini langkah yang positif untuk memproteksi diri dulu," terang Gembong.

"Kan KAI udah minta buat Bandung-Jakarta bedanya Bandung dan Jakarta sama lainnya apa, sama Tegal, sama Lampung kan sama aja. Kalau lampung dibolehkan, kenapa Jateng ga boleh?," tanya.

Gembong pun meminta Gubernur Anies dan jajaran terkait SIKM tak menghiraukan permintaan PT KAI yang mengusulkan SIKM rute Bandung-Jakarta dicabut.

Menurutnya, bila Pemda DKI nurut dengan usulan PT KAI itu akan ada kecemburuan. Sebab kebijakan itu dinilai tebang piling hanyak wilayah Bandung saja yang bebas dari SIKM.

Anggota Komisi A ini pun berpendapat dengan adanya aturan SIKM ini PT KAI bila melakukan rekayasa pengoperasian kereta api.

"Saya kira dengan SIKM pun KAI bisa melakukan rekayasa juga. Jadi mesti ada terobosan dari KAI. Jangan mengubah (SIKM)," tutupnya.

Baca Juga

PT KAI Minta Anies Hapus SIKM

Ketika berita ini dimuat Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Syafrin Liputo belum merespon pesan Whatsapp dan telepon mengenai permintaan PT KAI mengenai carut izin kereta rute Jakarta-Bandung. (Asp)

#PDIP #Anies Baswedan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Perkembangan kasus ijazah Gibran terkini mencakup putusan MK, wacana pansus dan hak angket DPR, respons Jokowi, hingga pengaduan ke Bareskrim.
ImanK - Minggu, 11 Oktober 2026
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Indonesia
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Pertemuan tersebut merupakan lanjutan setelah kedua tokoh bertemu pada Senin (28/9) malam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Indonesia
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di usia 73 tahun, Sabtu (26/9). Ia meninggalkan karya dan lagu legendaris.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Indonesia
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Angka tersebut belum menjadi keputusan resmi karena masih dibicarakan secara informal oleh partai politik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Pelemahan benteng demokrasi tidak dilakukan melalui pengerahan militer atau perebutan kekuasaan secara paksa, tapi dilegalkan melalui instrumen hukum formal atau autocratic legalism.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Indonesia
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Anies menilai masyarakat tidak boleh menganggap penderitaan akibat bencana sebagai sesuatu yang biasa.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Indonesia
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Pengerahan Kapal RS Laksamana Malahayati ini merupakan tindak lanjut dan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Indonesia
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Tidak ada satu pun pasal di dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang mengenal istilah partai koalisi, partai oposisi, shadow cabinet maupun partai penyeimbang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Olahraga
Semarak HUT ke-81 RI, Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya
Soekarno Cup 2026 resmi bergulir di Surabaya sebagai bagian peringatan HUT ke-81 RI, yang digagas Prananda Prabowo
Wisnu Cipto - Senin, 10 Agustus 2026
Semarak HUT ke-81 RI, Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya
Bagikan