MerahPutih.com - Kulturanesia menggelar pemutaran film Ghost in the Cell karya Joko Anwar di Metropole XXI, Kompleks Megaria, Jakarta Pusat, Minggu (7/6).
Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno. Sebelum pemutaran, digelar konferensi pers yang dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Kepala Badan Kebudayaan Nasional (BLN) PDIP Once Mekel, Krisdayanti, serta aktot Aming Supriatna Sugandhi.
Lalu, tampak juga anggota DPR RI Fraksi PDIP, Banyu Biru Djarot. Once Mekel menjelaskan, acara nobar ini merupakan bentuk apresiasi terhadap karya anak bangsa sekaligus menjaga api semangat ide-ide Bung Karno.
Ia juga menegaskan pentingnya kebudayaan yang mengakar dari kehidupan masyarakat.
“Kulturanesia ini adalah satu komunitas yang dibentuk oleh BKN untuk satu gerakan. Pertama, agar kita mengapresiasi dan mendukung kesenian dan kebudayaan. Juga dalam konteks sebagai satu gerakan sesuai dengan amanat dari Bung Karno, bahwa kebudayaan harus mengakar dari kehidupan masyarakat Indonesia dan juga harus menginspirasi kita semua menjadi sumber kekuatan persatuan dan juga mengangkat harkat dan martabat kita sebagai bangsa," kata Once.
Baca juga:
Sinopsis 'Backrooms', Film Horor A24 yang Siap Teror Bioskop Indonesia Juni 2026
Lebih lanjut, Once menyampaikan, bahwa bulan ini menjadi momen peringatan kelahiran Bung Karno pada 6 Juni 1901. Menurutnya, peringatan ini bukan sekadar mengenang masa lalu.
“Kita ingin supaya kita selalu diingatkan, bukan hanya untuk memperingati kehidupan dari Bung Karno tapi juga kita sama-sama menjaga api semangatnya, ide gagasan dari Bung Karno yang tidak akan pernah mati," kata dia.
Film Ghost in the Cell Tembus Pasar Internasional
Sementara itu, Rano Karno yang hadir dalam dua posisi sebagai wakil gubernur dan sebagai insan film mengapresiasi pencapaian film yang dibintangi Aming. Ia menyebut film ini telah menembus pasar internasional.
“Film ini berdasarkan data sejak tanggal 16 April ditayangkan sudah meraih hampir 4 juta penonton. Kemudian yang luar biasa ini juga mencatat pencapaian internasional dengan hak distribusi telah terjual di 148 negara. Ini prestasi yang luar biasa. Inilah yang membuat Indonesia menjadi anomali," kata Rano.
Rano juga mengaitkan pandangan Bung Karno terhadap seni dan film.
“Bung Karno memandang seni dan film bukan sekedar hiburan. Beliau pernah membuat tonil waktu beliau dibuang ke Ende. Menandakan bahwa sangat ada korelasinya antara kesenian terutama film dan kebudayaan," jelasnya.
Baca juga:
Sherina Munaf Bintangi Film 'Filosofi Teras', Adaptasi Buku Best Seller Henry Manampiring
Sementara itu, Aming menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan BKN PDIP. Dia menegaskan bahwa kesuksesan film ini membuktikan film lokal kian diakui dunia.
“Alhamdulillah atas dukungan kalian semua filmnya bisa ditayangkan di 148 negara. Itu menjadi bukti bahwasanya film lokal semakin mendapat tempat di kancah perfilman dunia internasional. Dan itu tidak akan terjadi kalau tidak ada dukungan dari kalian semua," kata Aming.
Aming Apresiasi Pemutaran Film Ghost in the Cell di Hari Kelahiran Bung Karno
Menjawab pertanyaan dari awak media mengenai alasan memilih film ini, Once Mekel menekankan pentingnya ruang ekspresi dan sisi kritis dalam karya sinematografi. Anggota Komisi X DPR RI ini berharap generasi muda terus termotivasi.
“Kenapa kita pilih film Ghost in The Cell? Pesan yang kami sampaikan sebetulnya pertama bahwa kami sebagai organisasi kebudayaan ingin memperjuangkan satu dukungan terhadap film Indonesia, kedua ekspresi. Ruang ekspresi ini penting buat kita. Film ini punya kekuatan selain sinematografinya bagus, skripnya bagus, akting teman-teman bagus, juga ada ruang-ruang kritis yang bisa kita tonton di situ," kata dia.
Aming pun menambahkan apresiasinya terhadap pemilihan film ini sebagai bagian dari perayaan Bulan Bung Karno. Ia menilai hal ini sebagai bukti dukungan nyata terhadap karya anak bangsa.
"Jujur saya sangat-sangat mengapresiasi sekali," kata dia. (Pon)