PSI Nilai Kerusuhan Sengaja Dibuat untuk Rusak Gerakan Mahasiswa

Andika PratamaAndika Pratama - Kamis, 26 September 2019
PSI Nilai Kerusuhan Sengaja Dibuat untuk Rusak Gerakan Mahasiswa

Ribuan mahasiswa menutup akses tol dalam kota saat melakukan unjuk rasa menolak RUU KPK dan Pengesahan RKUHP di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Senayan, Jakarta, Selasa, (24/9/2019). Merahp

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya Sarana mengritik aksi unjuk rasa Mahasiswa hingga pelajar SMK di Jakarta berakhir rusuh. Kerusakan terjadi di mana-mana, fasilitas publik pun tampak hancur dibuatnya.

“Akhir-akhir ini terjadi demo besar-besaran oleh mahasiswa seluruh Indonesia. Menurut saya itu sah-sah saja. Tapi juga harus ingat bahwa demonstrasi itu gampang sekali disusupi dan diprovokasi,” kata William Aditya dalam siaran persnya, Kamis (26/9).

Baca Juga

Elemen Mahasiswa Tegaskan Pelaku Kerusuhan Bukan Anggotanya

Dan setelah aksi terlanjur ricuh, alumni Universitas Indonesia (UI) itu justru akan rentan membuat gerakan Mahasiswa mati sendiri. Padahal bisa jadi kerusuhan dan anarkisme yang terjadi sejatinya bukan berasal dari Mahasiswa, melainkan pihak-pihak lain yang tidak mudah diketahui identitasnya.

“Ricuhnya itu yang akan diamplifikasi lawan untuk membunuh gerakan mahasiswa itu sendiri. Padahal ricuh itu mungkin bukan dari mahasiswa,” tuturnya.

Menurut dia, yang terjadi saat ini sulit dihuktikan siapa yang bertanggungjawab. "Sangat sulit melakukan pembuktian siapa yang salah kalau sudah rame dan kacau seperti itu,” imbuhnya.

Mahasiswa memanjat pagar pemisah di depan Gedung DPR/MPR. Merahputih.com / Rizki Fitrianto
Mahasiswa memanjat pagar pemisah di depan Gedung DPR/MPR. Merahputih.com / Rizki Fitrianto

William Aditya menyampaikan bahwa ada medium yang bisa ditempuh oleh Mahasiswa sebagai kaum intelektual untuk menyampaikan sikap penolakannya terhadap persoalan hukum.

Salah satunya adalah judicial review (JR) di Mahkamah Konstitusi (MK) maupun Mahkamah Agung (MA) terhadap sebuah regulasi maupun Revisi UU yang mereka pertentangkan itu.

Baca Juga

Polisi Lakukan Penangkapan Massal, 570 Pelajar Sudah Diamankan

“Saya pernah uji materil di MA dan saya menang. Saya mengubah kebijakan satu Jakarta hanya bermodal argumentasi hukum,” jelas William Aditya yang juga anggota DPRD terpilih ini.

Bahkan Judicial Review di lembaga tinggi peradilan di Indonesia itu juga sangat terbuka bagi siapapun termasuk Mahasiswa. Aditya menegaskan bahwa saat dirinya melakukan JR terhadap sebuah kebijakan di DKI Jakarta itu, dirinya pun hanya menyandang label Mahasiswa, dan menurutnya berhasil.

“Pada saat itu saya bukan Anggota DPRD. Saya cuman mahasiswa. Saya nggak ada power sama sekali. Suatu kemewahan yang tidak dimiliki para demonstran di masa orde lama dan baru,” jelas dia.

Maka dari itu, alternatif penyampaian ketidaksukaan terhadap sebuah regulasi, William Aditya Sarana memberikan rekomendasi agar para Mahasiswa juga lebih memilih jalur peradilan yang konstitusional itu.

“Jadi gunakanlah senjata itu,” tuturi dia

William Aditia sendiri setuju jika nantinya si ibu kota baru Kalimantan Timur bakal disediakan lahan yang luas untuk melakukan unjuk rasa.

"Saya setuju kalau di desain ibu kota baru ada suatu alun-alun yang sangat besar di depan gedung DPR, Presiden, MA, dan MK. Di mana ada ruang gerak yang cukup lebar untuk para demonstran menyatakan pendapat sehingga tidak berakhir ricuh. Bahkan mereka bisa bermalam berhari-hari di sana," pungkas William.

Untuk diketahui, gelombang aksi mahasiswa turun jalan mahasiswa berlanjut pada Selasa kemarin, 24 September 2019 setelah sebelumnya mereka juga melakukam aksi pada Senin 23 September 2019. Aksi bukan hanya dilakukan di daerah, tapi juga di Ibu Kota. Di Ibu Kota aksi mahasiswa digelar di depan Gedung DPR/MPR.

Baca Juga

Jawaban Santai Anies Tanggapi Pertanyaan Kerusakan Usai Demo

Tak hanya itu, Rabu (25/6) malam juga terjadi kericuhan yang melibatkan massa dari kelompok pelajar. Aksi yang berlangsung sampai malam ini diduga ditunggangi kelompok perusuh.

Akibat aksi ini, Jalan Tol Dalam Kota Cawang-Tomang sempat ditutup. Namun pada malam harinya aksi berubah jadi keributan. Sejumlah fasilitas negara dirusak dan dibakar. Semisal ada Pos Lantas Slipi, Pos Lantas depan Kemenpora dan Pos Polisi Pal Merah. Ada juga bus dan jeep milik TNI yang dibakar. (Knu)

#PSI #Demo Mahasiswa
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
PJLP DKI Menjerit Upah Masih Pakai UMP 2025, PSI Tuntut Tanggung Jawab Pemprov
Staf PJLP Pemprov DKI Jakarta mengeluhkan upah yang diterima masih menggunakan perhitungan UMP 2025, meski tahun 2026 sudah berjalan.
Wisnu Cipto - Sabtu, 05 September 2026
PJLP DKI Menjerit Upah Masih Pakai UMP 2025, PSI Tuntut Tanggung Jawab Pemprov
Indonesia
Jelang Aksi Demo Agustus, Polri: Sampaikan Aspirasi Boleh, Rusuh Jangan
Kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak warga negara yang dijamin Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
Jelang Aksi Demo Agustus, Polri: Sampaikan Aspirasi Boleh, Rusuh Jangan
Berita Foto
Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa UI di Dukuh Atas Jakarta
Suasana aksi unjuk rasa Mahasiswa Unversitas Indonesia (UI) di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 18 Agustus 2026
Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa UI di Dukuh Atas Jakarta
Berita Foto
Ratusan Polwan Kawal Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa UI di Kawasan Bundaran HI Jakarta
Polisi wanita berjaga dan menutup akses menuju Bundaran HI saat mengamankan unjuk rasa mahasiswa UI di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 18 Agustus 2026
Ratusan Polwan Kawal Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa UI di Kawasan Bundaran HI Jakarta
Indonesia
Mahasiswa Demo di Dekat Bundaran HI Jakarta Bubar, 21 Orang Diamankan Polisi
21 Orang yang kedapatan membawa barang-barang berbahaya di tengah pengerahan ribuan personel pengamanan aksi unjuk rasa di Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Mahasiswa Demo di Dekat Bundaran HI Jakarta Bubar, 21 Orang Diamankan Polisi
Indonesia
Hari Ini ASN DKI WFH dan Sekolah PJJ Imbas Demo BEM UI? Pramono Ikut Arahan Pusat
ASN DKI Jakarta WFH dan sekolah PJJ pada hari ini Selasa (18/8) arahan pemerintah pusat.
Wisnu Cipto - Selasa, 18 Agustus 2026
Hari Ini ASN DKI WFH dan Sekolah PJJ Imbas Demo BEM UI? Pramono Ikut Arahan Pusat
Indonesia
BEM UI Gelar Demo Siang Ini, Tuntut Berantas KKN hingga Tetapkan Gempa Flores sebagai Bencana Nasional
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) berencana menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia.
Yusuf Abdillah - Selasa, 18 Agustus 2026
BEM UI Gelar Demo Siang Ini, Tuntut Berantas KKN hingga Tetapkan Gempa Flores sebagai Bencana Nasional
Indonesia
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Seharusnya pemda sudah menertibkan TPS ilegal jauh-jauh hari.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Indonesia
Kaesang Maju Pileg Dapil V Jateng, Ketua DPW PSI Jateng Ngaku Kaget
Ia menyebut ini menjadi hal yang positif bagi kerja-kerja politik di Dapil Jateng 5 khususnya di Solo dan Jawa Tengah
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Kaesang Maju Pileg Dapil V Jateng, Ketua DPW PSI Jateng Ngaku Kaget
Indonesia
Kaesang Pangarep Resmi Masuk 'Kandang Banteng' Pada Pemilu 2029, Siap Bersaing dengan Puan Maharani
Bahkan kawasan kerap mendapatkan julukan sebagai daerah pemilihan terketat mengingat keberadaan sejumlah figur politisi berbobot tinggi
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 Juli 2026
Kaesang Pangarep Resmi Masuk 'Kandang Banteng' Pada Pemilu 2029, Siap Bersaing dengan Puan Maharani
Bagikan