MerahPutih.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Lagos melakukan promosi produk kesehatan dalam pameran dagang Medic West Africa (MWA) di Landmark Centre Lagos, Nigeria.
Kepala ITPC Lagos Hendro Jonathan menyebutkan, potensi transaksi pada MWA tahun ini tercatat USD 560 ribu. Menurutnya, upaya promosi aktif ITPC Lagos melalui pameran cukup mengundang minat pengusaha Nigeria dan negara sekitarnya.
Baca Juga
Kemendag Klaim Telur Ayam Ras Sudah Turun di Tingkat Eceran hingga 2,2 Persen
"Potensi transaksi USD 560 ribu tersebut terdiri dari produk etikel Kalbe obat untuk pasien diabetes; produk vitamin E dan antiseptik Kimia Farma, serta produk vitamin Dexa Medica," kata Hendro dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (12/9).
Hendro menambahkan, tiga perusahaan Indonesia berpartisipasi langsung menampilkan produk pada stan ITPC Lagos. Partisipan tersebut yaitu PT Kalbe International (suplemen makanan dan minuman kesehatan), PT Dexa Medica (obat dan multivitamin), dan PT Kimia Farma melalui distributor lokal Topwide Nigeria Ltd (vitamin E dan antiseptik yang baru masuk ke Nigeria pada bulan lalu).
Menurut Hendro, minat pengunjung yang cukup tinggi terlihat selama tiga hari penyelenggaraan pameran. Hal ini juga ditandai dengan banyaknya inkuiri tertulis dari para pengunjung stan ITPC Lagos kepada Kalbe Internasional sebanyak 40 inkuiri, Dexa Medica 71 inkuiri, dan Kimia Farma 41 inkuiri.
Ia menilai, bahwa pameran ini menarik bagi pelaku usaha farmasi dan produsen alat kesehatan yang ingin menembus Nigeria dan sekitarnya.
"Indonesia menampilkan beberapa produk seperti makanan dan susu diabetes, serta minuman kesehatan jahe yang menjadi daya tarik peserta pameran MWA di paviliun ITPC Lagos. Selain itu, antiseptik Kimia Farma juga diminati karena kemasan yang menarik," urai Hendro.
Baca Juga
Kemendag Naikkan Harga Referensi CPO untuk Periode 1-5 September
Hendro mengutarakan, saat ini, beberapa obat bebas (over the counter/OTC) asal Indonesia sudah memimpin di pasar Nigeria, seperti Procold, Boska dan Sudrex. Dengan kata lain, produk kesehatan dari Indonesia mendapatkan penerimaan yang sangat baik di pasar Nigeria.
ITPC Lagos mencatat, 500 eksibitor dari perusahaan Nigeria dan negara-negara seperti Jerman, Pakistan, India, RRT, UK, Turki, Dubai, berpartisipasi dalam MWA 2022. Paviliun Jerman, Pakistan, India, dan RRT menampilkan peralatan kesehatan dengan teknologi modern (ultrasonografi, pindai, bedah, dan unit perawatan intensif).
Hendro mengungkapkan, selain berencana untuk menampilkan produk alkes Indonesia pada MWA berikutnya, ITPC Lagos juga berharap lebih banyak calon distributor dari negara tetangga dapat hadir tahun mendatang.
Berdasarkan data Trademap, total nilai impor produk farmasi HS 30 (pharmaceutical products) Nigeria dari dunia pada 2021 mencapai USD 1,36 miliar. Negara terbesar penyuplai Nigeria adalah India, Belanda, RRT, dan Dubai.
Adapun Indonesia menyuplai Nigeria sejumlah USD 15 juta dan menduduki posisi ke-15 penyuplai ke Nigeria. (Asp)
Baca Juga
Dirjen Kemendagri Bahtiar Disebut Cocok Gantikan Anies Baswedan

