Indonesia Usulkan Lanjutan Negosiasi CEPA dengan Pakistan, Target Rampung 2027

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Minggu, 11 Januari 2026
Indonesia Usulkan Lanjutan Negosiasi CEPA dengan Pakistan, Target Rampung 2027

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri memantau pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) menjelang Tahun Baru 2026. (Foto: dok Kemendag)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Indonesia mendorong perluasan kerja sama ekonomi dengan Pakistan melalui skema Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) yang ditargetkan terealisasi pada 2027.

Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan bahwa Indonesia mengusulkan agar negosiasi CEPA dilanjutkan pada awal 2026, sekaligus mengidentifikasi sektor-sektor potensial yang dapat segera dikembangkan oleh kedua negara.

“Kami mengusulkan agar negosiasi dilanjutkan pada awal 2026 dan sektor-sektor potensial kedua negara dapat segera diidentifikasi,” ujar Wamendag Roro, Minggu (11/1).

Baca juga:

Indonesia Perdana Kirim Produk Tetes Tebu ke Australia, Buka Diversifikasi Ekspor

Cadangan Devisa Indonesia Cukup Buat 6 Bulan Ekspor

Dalam pembahasan tersebut, Wamendag Roro mengusulkan perluasan kerja sama di sektor jasa, khususnya jasa kesehatan, melalui penyediaan tenaga profesional seperti dokter dan perawat. Menurutnya, sektor kesehatan memiliki peran strategis dan kebutuhan yang terus meningkat di kedua negara.

Selain kerja sama bilateral, Indonesia dan Pakistan juga membahas penguatan kerja sama perdagangan regional, termasuk implementasi D-8 Preferential Trade Agreement (D-8 PTA). Indonesia menyambut baik penerapan D-8 PTA oleh Pakistan sejak 1 Januari 2025, serta mendukung posisi Pakistan sebagai Secretary General D-8 yang akan menggantikan Nigeria pada 2026.

Wamendag Roro menegaskan komitmen Indonesia untuk mendorong perluasan D-8 PTA menuju kemitraan ekonomi yang lebih komprehensif, seiring Keketuaan Indonesia di D-8 periode 2026–2027. Menurutnya, implementasi penuh D-8 PTA oleh seluruh negara anggota akan memperkuat integrasi ekonomi serta mendorong perdagangan yang saling menguntungkan.

“Ke depan, Indonesia akan memprioritaskan perluasan PTA D-8 menjadi CEPA selama Kepemimpinan D-8 pada 2026–2027 dan berharap dukungan Pakistan dalam mentransformasikan D-8 menjadi kemitraan ekonomi yang lebih komprehensif, inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Baca juga:

Durian Beku Indonesia Sukses Tembus Pasar China, Ekspor Perdana 48 Ton

PKB Dukung Menteri Purbaya Terapkan Bea Keluar Ekspor Batu Bara

Dalam konteks perdagangan, Pakistan merupakan importir minyak sawit Indonesia terbesar ketiga, setelah India dan Tiongkok, dengan nilai impor mencapai USD 2,77 miliar pada 2024.

Wamendag Roro juga menegaskan bahwa kebijakan domestik Indonesia, termasuk program biodiesel B30 yang akan ditingkatkan menjadi B50 pada 2026, tidak akan mengganggu ekspor minyak sawit ke Pakistan sebagai mitra dagang jangka panjang.

Selain itu, ia mengapresiasi undangan Pakistan kepada Indonesia untuk menjadi tamu kehormatan dan pembicara utama pada pembukaan Pakistan Edible Oil Conference yang dijadwalkan berlangsung di Karachi pada 10 Januari 2026.

“Platform penting ini memungkinkan kami untuk menyampaikan pesan-pesan positif dan berbasis fakta tentang keberlanjutan dan daya saing minyak sawit Indonesia,” pungkas Wamendag Roro. (Asp)

#Pakistan #Kerja Sama Ekonomi #Kementerian Perdagangan
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Berita Terkait

Indonesia
Indonesia Usulkan Lanjutan Negosiasi CEPA dengan Pakistan, Target Rampung 2027
Indonesia mendorong perluasan kerja sama ekonomi dengan Pakistan melalui CEPA. Negosiasi diusulkan berlanjut pada awal 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 11 Januari 2026
Indonesia Usulkan Lanjutan Negosiasi CEPA dengan Pakistan, Target Rampung 2027
Indonesia
Harga Minyakita Kerap Di Atas HET, DPR Minta Pengawasan Ketat Usai Terbitnya Permendag
Anggota Komisi VI DPR mengapresiasi terbitnya Permendag 43/2025 tentang Minyakita. Dorong peran Bulog dan ID Food serta pengawasan ketat agar harga sesuai HET.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 17 Desember 2025
Harga Minyakita Kerap Di Atas HET, DPR Minta Pengawasan Ketat Usai Terbitnya Permendag
Indonesia
Presiden Prabowo Tegaskan Indonesia-Pakistan Dukung Kemerdekaan Palestina, Serukan Two-State Solution
Kedua negara membahas penguatan kerja sama serta menyelaraskan kebijakan luar negeri, terutama terkait dengan isu kemanusiaan di Gaza, Palestina. ?
Dwi Astarini - Rabu, 10 Desember 2025
Presiden Prabowo Tegaskan Indonesia-Pakistan Dukung Kemerdekaan Palestina, Serukan Two-State Solution
Indonesia
Pakistan Ingin Keseimbangan Dagang Dengan Indonesia, Tawarkan Kerja Sama IT dan Agrikultur
Nilai perdagangan bilateral kedua negara saat ini telah mencapai sekitar USD 4,5 miliar.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 09 Desember 2025
Pakistan Ingin Keseimbangan Dagang Dengan Indonesia, Tawarkan Kerja Sama IT dan Agrikultur
Indonesia
Momen Langka, Presiden dan PM Pakistan Sambut Presiden Prabowo di Bandara
Pemerintah Indonesia memandang kunjungan ini sebagai kesempatan strategis memperkuat kerja sama bilateral di tengah dinamika geopolitik regional dan global.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 09 Desember 2025
Momen Langka, Presiden dan PM Pakistan Sambut Presiden Prabowo di Bandara
Indonesia
Presiden Prabowo Melawat ke Pakistan di Tengah Bencana Sumatra, Teken Kerja Sama Pertahanan hingga Perdagangan
Kunjungan itu berlangsung pada 8-9 Desember 2025 sekaligus memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Pakistan.
Dwi Astarini - Senin, 08 Desember 2025
Presiden Prabowo Melawat ke Pakistan di Tengah Bencana Sumatra, Teken Kerja Sama Pertahanan hingga Perdagangan
Indonesia
Tampil di Pameran Dagang Alkes di Jerman, Sarung Tangan Medis Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp 200 Miliar
Kerja sama tersebut dijalin antara PT Haloni Jane dari Indonesia dan Excelmed Distribuidora De Materaiais Medicos E Odontologicos LTDA dari Brasil.
Dwi Astarini - Jumat, 21 November 2025
Tampil di Pameran Dagang Alkes di Jerman, Sarung Tangan Medis Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp 200 Miliar
Indonesia
Kemendag Musnahkan Pakaian Impor Bekas Senilai Rp 112 Miliar, Jatuhkan Sanksi Administrasif hingga Penutupan Usaha untuk Importir
Kemendag memusnahkan 19.391 balpres pakaian bekas impor senilai Rp 112 miliar dari 11 gudang di Bandung. Pemusnahan ditarget selesai akhir November.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 November 2025
Kemendag Musnahkan Pakaian Impor Bekas Senilai Rp 112 Miliar, Jatuhkan Sanksi Administrasif hingga Penutupan Usaha untuk Importir
Indonesia
Bom Bunuh Diri Meledak di Kompleks Pengadilan Islamabad, Pakistan Salahkan India
Perdana Menteri Shehbaz Sharif juga mengecam serangan itu dan menuduh India "menyebarkan terorisme di kawasan melalui kaki tangannya."
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 November 2025
Bom Bunuh Diri Meledak di Kompleks Pengadilan Islamabad, Pakistan Salahkan India
Indonesia
Kemendag bakal Bela Eksportir Indonesia yang Hadapi Penyelidikan Trade Remedies
Menjadi bukti bahwa negara hadir membela kepentingan perdagangan dan industri nasional.
Dwi Astarini - Kamis, 06 November 2025
Kemendag bakal Bela Eksportir Indonesia yang Hadapi Penyelidikan Trade Remedies
Bagikan