Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Polri Catat Peningkatan Kejahatan di Akhir April

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 13 Mei 2020
Polri Catat Peningkatan Kejahatan di Akhir April

Tangkapan layar rekaman CCTV pelaku pencurian di sebuah rumah makan Jalan Kalibaru, Senen, Jakarta Pusat. (ANTARA/HO/instagram @info_jakartapusat)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Polri menyebut angka kejahatan jalanan meningkat pada minggu ke-18 hingga minggu ke-19 tahun 2020 atau di akhir April hingga awal Mei.

"Khusus pada minggu ke-18 dan minggu ke-19, terjadi kenaikan gangguan kamtibmas sebesar 7,06 persen," ujar Kabagpenum Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan melalui konferensi video, Selasa (12/5).

Baca Juga:

Sudah 5 Bulan, Polisi Tak Mampu Tangkap Harun Masiku

Polri mencatat, adanya kenaikan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pada periode tersebut. Data Polri menunjukkan, terdapat 3.244 kasus selama minggu ke-18.

Jumlahnya kemudian meningkat menjadi 3.473 kasus di minggu berikutnya.

Ramadhan mengungkapkan, kasus yang meningkat antara lain tindakan pencurian hingga penyalahgunaan narkotika.

"Terjadi peningkatan secara kualitas pada kejahatan jalanan, yakni narkotika, curat (pencurian dengan pemberatan), curanmor (pencurian kendaraan bermotor) dan penggelapan serta hoaks," kata Ramadhan.

Anggota Reserse dan Kriminal Polres Pekalongan sedang memeriksa tersangka kasus pencurian sepeda gunung. (ANTARA/HO/Dok. Triyono)
Anggota Reserse dan Kriminal Polres Pekalongan sedang memeriksa tersangka kasus pencurian sepeda gunung. (ANTARA/HO/Dok. Triyono)

Polri pun meminta masyarakat waspada terhadap kejahatan jalanan tersebut.

Mabes Polri juga mencatat puluhan ribu kendaraan terpantau berpotensi melakukan mudik Lebaran 2020 di tujuh wilayah Indonesia selama 24 April hingga 11 Mei 2020, meskipun pemerintah telah melarang mudik.

"Jumlah total kendaraan yang diputar balik selama 18 hari pelaksanaan Operasi Ketupat 2020 sebanyak 40.856 kendaraan," Ramadhan.

Ia menjelaskan, kendaraan yang diputar balikkan di antaranya kendaraan pribadi, kendaraan umum dan juga roda dua.

"Total untuk hari kemarin saja hari ke 18 operasi ketupat, Korlantas Polri mencatat sebanyak 1.444 kendaraan diminta putar balik karena terindikasi akan mudik," ujar Ramadhan.

Baca Juga:

Geram Pendataan Bansos Semrawut, Ketua MPR Tegur Pemerintah

Sementara itu, Polda Metro Jaya pun mencatat ada 518 kendaraan yang diminta putar balik ke Jakarta.

Kedua ditempati Polda Jawa Barat dengan jumlah 358 kendaraan. Disusul masyarakat dari Polda Jawa Timur sebanyak 308 kendaraan yang diminta memutar balik karena membandel.

"Lalu Polda Banten 171 dan Jawa tengah 52 kendaraan," ujar Ramadhan.

Dalam hal ini pula, pelanggaran mudik Lebaran paling sedikit berada di wilayah Polda Lampung dan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Kendaraan yang diminta memutar balik di Polda Lampung sebanyak 26 unit, sedangkan Polda DIY sebanyak 11 Kendaraan," pungkasnya. (Knu)

Baca Juga:

Doni Monardo Klaim Efek PSBB Berimbas ke Penurunan Pasien Rawat Inap

#Rawan Kejahatan #Polri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Prabowo Diminta Turun Tangan, Pastikan Aparat tak Menghalangi Proses Hukum
Pada saat saat yang sama, kepolisian tidak boleh mundur sedikit pun.
Dwi Astarini - Kamis, 09 Juli 2026
Presiden Prabowo Diminta Turun Tangan, Pastikan Aparat tak Menghalangi Proses Hukum
Indonesia
Isu Ledakan di Kantor BGN, Kaca Pecah karena Suhu Panas
Berdasarkan keterangan pengelola, kaca gedung tersebut kerap pecah saat cuaca panas.
Dwi Astarini - Kamis, 09 Juli 2026
Isu Ledakan di Kantor BGN, Kaca Pecah karena Suhu Panas
Indonesia
Komisi III DPR Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Batu Bara PLTU hingga Tuntas
Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mendukung Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya mengusut dugaan korupsi serta TPPU pengadaan batu bara PLTU hingga tuntas.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 Juli 2026
Komisi III DPR Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Batu Bara PLTU hingga Tuntas
Indonesia
TNI Bantah Datangi Polda Metro Jaya, Tegaskan Patuh pada Proses Hukum
TNI menyesalkan informasi di media sosial yang menyebut TNI menggeruduk Polda Metro Jaya.
Dwi Astarini - Kamis, 09 Juli 2026
TNI Bantah Datangi Polda Metro Jaya, Tegaskan Patuh pada Proses Hukum
Indonesia
Penyitaan Uang dan Emas Senilai Rp 475 Miliar, MAKI Serukan Pengusutan secara Tuntas
Penyimpanan uang tunai dalam jumlah sangat besar di luar sistem perbankan patut diduga berkaitan dengan tindak pidana.
Dwi Astarini - Kamis, 09 Juli 2026
 Penyitaan Uang dan Emas Senilai Rp 475 Miliar, MAKI Serukan Pengusutan secara Tuntas
Indonesia
Penggeledahan di Sejumlah Tempat Imbas Kasus Dugaan Korupsi, Pengamat: Usut Tuntas Pihak yang Terlibat
Bagian dari upaya membongkar dugaan kejahatan besar yang melibatkan praktik mafia perkara dan tindak pidana korupsi.
Dwi Astarini - Kamis, 09 Juli 2026
Penggeledahan di Sejumlah Tempat Imbas Kasus Dugaan Korupsi, Pengamat: Usut Tuntas Pihak yang Terlibat
Indonesia
TNI Tepis Rumor, Sebut Penjagaan Rumah JAM-Pidsus Permintaan Kejaksaan Agung
Berkaitan dengan perlindungan kepada jaksa dalam melaksanakan tugasnya.
Dwi Astarini - Kamis, 09 Juli 2026
TNI Tepis Rumor, Sebut Penjagaan Rumah JAM-Pidsus Permintaan Kejaksaan Agung
Indonesia
Foto Dalam Brankas Emas Sentul Diduga Jampidsus, Polri: Masih Didalami, Mohon Waktu
Polri dalami isu foto Jampidsus Febrie Adriansyah dalam brankas rumah mewah Sentul.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 Juli 2026
Foto Dalam Brankas Emas Sentul Diduga Jampidsus, Polri: Masih Didalami, Mohon Waktu
Indonesia
Foto Keluarga dalam Brankas Petunjuk Bongkar Identitas Pemilik Emas 74 Kg Rumah Mewah Sentul
Polri sita 74 kg emas dan uang Rp476 miliar dari rumah mewah Sentul, serta temukan foto keluarga dalam brankas.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 Juli 2026
Foto Keluarga dalam Brankas Petunjuk Bongkar Identitas Pemilik Emas 74 Kg Rumah Mewah Sentul
Indonesia
74 Kg Emas Disita dari Brankas Rumah Mewah Sentul, Rantis Angkut 7 Koper Bukti dari TKP
Polisi sita 74 kg emas batangan, USD 4,7 juta, SGD 14 juta, dan Rp 100 juta dari rumah mewah di Sentul Bogor, total Rp 476 miliar, terkait kasus korupsi PLN, Asabri, dan Krakatau Steel.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 Juli 2026
74 Kg Emas Disita dari Brankas Rumah Mewah Sentul, Rantis Angkut 7 Koper Bukti dari TKP
Bagikan