Mutasi 85 Perwira Polri, Pengamat Ingatkan Jangan Sekadar Formalitas

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Januari 2026
Mutasi 85 Perwira Polri, Pengamat Ingatkan Jangan Sekadar Formalitas

Gedung Mabes Polri. (MP/Kanu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Markas Besar (Mabes) Polri kembali melakukan mutasi terhadap 85 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) Polri pada Januari 2026. Mutasi tersebut tertuang dalam dua Surat Telegram (ST) Kapolri dan mencakup pergeseran jabatan strategis di tingkat Mabes maupun kewilayahan.

Pengamat Kepolisian, Naek Pangaribuan, menilai mutasi di tubuh Polri tidak boleh dimaknai sebatas rutinitas administratif semata. Menurutnya, persoalan mendasar Polri saat ini bukan terletak pada perubahan struktur atau rotasi jabatan, melainkan pada kultur organisasi yang belum sepenuhnya bertransformasi.

Karena itu, mutasi seharusnya menjadi instrumen percepatan perubahan nilai dan cara kerja, bukan sekadar mekanisme penyegaran posisi.

“Tanpa pembaruan pola pikir, etika, dan sensitivitas sosial, mutasi berisiko menjadi proses berulang yang minim dampak substantif bagi publik,” ujar Naek di Jakarta, Selasa (27/1).

Naek meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan setiap mutasi diiringi evaluasi kinerja yang terukur dan transparan. Publik, kata dia, berhak diyakinkan bahwa promosi dan pergeseran jabatan benar-benar berbasis pada profesionalitas, integritas, serta rekam jejak pelayanan kepada masyarakat.

“Bukan semata kebutuhan struktural atau pertimbangan senioritas,” tutur Naek, yang juga dikenal sebagai wartawan senior di bidang kepolisian.

Baca juga:

Eks Kapolda Ingatkan Kapolri: Benahi Adab dan Perilaku Aparat di Lapangan

Pergantian Kapolda di sejumlah wilayah strategis juga dinilai patut dibaca sebagai momentum evaluasi pendekatan keamanan. Di daerah dengan kompleksitas sosial tinggi, keberhasilan Polri tidak cukup diukur dari stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) semata.

Menurut Naek, indikator keberhasilan juga harus mencakup kemampuan membangun kepercayaan publik, memperkuat dialog dengan masyarakat, serta menempatkan hukum sebagai instrumen keadilan, bukan sekadar alat ketertiban.

Di tingkat Mabes Polri, mutasi jabatan strategis seperti Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) serta Kepala Divisi Humas (Kadiv Humas) dinilai memiliki arti krusial dalam menentukan arah reformasi institusi.

“Pendidikan dan komunikasi publik adalah jantung perubahan institusi,” tegas Naek.

Ia menilai, jika kedua fungsi tersebut tidak diarahkan untuk memperkuat akuntabilitas dan transparansi, maka mutasi struktural akan sulit melahirkan perubahan kultural yang nyata.

“Mutasi tidak boleh berhenti pada sekadar pergeseran jabatan. Mutasi harus dibaca sebagai penanda arah perubahan institusi,” lanjutnya.

Jika rotasi hanya berujung pada perubahan struktur tanpa pembaruan cara kerja dan sikap pelayanan, maka publik tidak akan merasakan manfaat nyata dari kinerja Kepolisian.

“Di titik inilah mutasi semestinya menjadi instrumen komitmen reformasi, bukan sekadar rutinitas organisasi,” tutup Naek Pangaribuan.

Baca juga:

DPR Sentil Kapolri: Jangan Suruh Anggota Humanis Kalau Perut Masih Lapar, Kesejahteraan Polisi Harga Mati

Sebagai informasi, Polri kembali melakukan mutasi jabatan terhadap perwira tinggi dan perwira menengah pada Januari 2026. Total terdapat 85 personel yang dimutasi berdasarkan dua Surat Telegram Kapolri.

Dalam mutasi kali ini, terdapat tiga Kapolda yang diganti, yakni Kapolda Sumatera Selatan, Kapolda Papua Barat, dan Kapolda Papua Tengah. Jabatan Kapolda Sumatera Selatan kini diemban Irjen Sandi Nugroho yang sebelumnya menjabat sebagai Kadiv Humas Polri. Ia menggantikan Irjen Andi Rian yang diangkat sebagai Wakil Kepala Lemdiklat Polri.

Sementara itu, Kapolda Papua Barat kini dijabat Brigjen Alfred Papare yang sebelumnya menjabat Kapolda Papua Tengah. Posisi Kapolda Papua Tengah selanjutnya diisi oleh Kombes Jermias Rontini, yang sebelumnya menjabat sebagai Irwasda Polda Papua.

Dari total 85 personel yang dimutasi, sebanyak 69 personel masuk dalam kategori promosi jabatan dan pergeseran setara (flat). Mutasi ini mencakup pengisian sejumlah jabatan strategis, baik di tingkat Mabes Polri maupun di kewilayahan. (Knu)

#Polri #Mabes Polri #Kapolda
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kapolri Suyudi Dihadapkan pada Pekerjaan Rumah Lama Polri, SETARA Institute Ungkap Masalahnya
SETARA Institute mendesak Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memutus rantai persoalan lama dan memastikan reformasi Polri menyentuh akar masalah.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Oktober 2026
Kapolri Suyudi Dihadapkan pada Pekerjaan Rumah Lama Polri, SETARA Institute Ungkap Masalahnya
Indonesia
Kapolri Suyudi Rotasi 19 Kapolda, dari Metro Jaya hingga Sulawesi
Pertukaran ini dilakukan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sehari setelah resmi menjabat pada 2 Oktober 2026.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
Kapolri Suyudi Rotasi 19 Kapolda, dari Metro Jaya hingga Sulawesi
Indonesia
Kapolri Baru Rotasi 88 Pati dan Pamen, Ganti Kapolda Metro
Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi, pembinaan karier, serta penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
Kapolri Baru Rotasi 88 Pati dan Pamen, Ganti Kapolda Metro
Indonesia
DPR Tagih Gebrakan Suyudi, jangan Biarkan Keluhan Warga Terus Menumpuk
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menghadapi tantangan untuk menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
DPR Tagih Gebrakan Suyudi, jangan Biarkan Keluhan Warga Terus Menumpuk
Indonesia
SETARA Tantang Suyudi, Polri Bersama Masyarakat jangan cuma Slogan
Tantangan tersebut muncul di tengah masih kuatnya sorotan terhadap profesionalitas dan integritas Polri.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
SETARA Tantang Suyudi, Polri Bersama Masyarakat jangan cuma Slogan
Indonesia
Ketua KPK Ingin Sinergi dengan Kapolri Baru, makin Kencang Berantas Korupsi
Suyudi dilantik sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo setelah mendapatkan persetujuan DPR RI.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Ketua KPK Ingin Sinergi dengan Kapolri Baru, makin Kencang Berantas Korupsi
Indonesia
Kapolri Suyudi Ditantang Buktikan Polri Bisa Lebih Dipercaya, jangan cuma Pamer Pangkat Bintang 4
Keberhasilan Suyudi bukan terletak pada pangkat bintang empat yang kini melekat di pundaknya, melainkan pada perubahan yang dirasakan masyarakat.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Kapolri Suyudi Ditantang Buktikan Polri Bisa Lebih Dipercaya, jangan cuma Pamer Pangkat Bintang 4
Indonesia
DPR Tantang Kapolri Baru Hadapi Keluhan Masyarakat, dari Pungli hingga Arogansi
Suyudi harus berani menghadapi berbagai keluhan masyarakat, mulai dari pelayanan yang berbelit hingga dugaan pungutan liar dan arogansi anggota kepolisian.
Yusuf Abdillah - Jumat, 02 Oktober 2026
DPR Tantang Kapolri Baru Hadapi Keluhan Masyarakat, dari Pungli hingga Arogansi
Indonesia
Calon Kapolri Komjen Suyudi Janji Rombak Pola Rekrutmen hingga Penyederhanaan Lembaga Polri
Komjen Suyudi menegaskan tak boleh ada praktik titipan, transaksi, hingga sponsorship dalam proses rekrutmen dan pembinaan SDM Polri.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Calon Kapolri Komjen Suyudi Janji Rombak Pola Rekrutmen hingga Penyederhanaan Lembaga Polri
Indonesia
Calon Kapolri Komjen Suyudi Berpesan ke Pers: Mari Bersinergi Sampaikan Berita dengan Baik dan Jernih
Suyudi secara khusus menitipkan pesan kepada media agar terus membangun sinergi dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Calon Kapolri Komjen Suyudi Berpesan ke Pers: Mari Bersinergi Sampaikan Berita dengan Baik dan Jernih
Bagikan