Politisi Muda Golkar Sebut Citra Partai Anjlok Gara-gara Setnov
Politisi muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia. (MP/Fadhli)
Politisi muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menilai citra partainya anjlok karena Ketua Umum Golkar Setya Novanto disebut-sebut terlibat kasus korupsi e-KTP yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun.
Ketua Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) ini pun menuntut agar Golkar segera mengganti kepemimpinan untuk memperbaiki citra partai berlambang pohon beringin tersebut.
"Dari awal kita ingin KPK supaya menuntaskan kasus itu, GMPG sejak Maret, sejak nama Novanto disebut, supaya Golkar siap mengganti kepemimpinan," ujarnya saat mengisi diskusi berjudul "Hak Angket DPR dan Komitmen Pemberantasan Korupsi" di Puri Denpasar, Sabtu (7/5).
Menurut Doli, untuk menjaga citra Golkar, kader tidak perlu lagi menunggu status Novanto jadi tersangka baru kemudian digelar penggantian kepemimpinan.
"Status sudah dicekal. Untuk menjaga citra Golkar, saya kira tidak lagi perlu jadi tersangka, segera saja sudah persiapkan diri pergantian kepemimpinan," tandasnya.
Ia menambahkan, selain faktor Novanto, melorotnya citra Golkar karena adanya sejumlah kader yang tersangkut kasus korupsi, namun tidak juga disanksi tegas oleh partai.
"Ada Fahd A Rafiq sudah tersangka kasus pengadaan Alquran, ada Mus sudah terdakwa juga mark up dana pembangunan masjid, Fayakun dalam kasus Bakamla, ini kan memperburuk citra Golkar yang kalau dilihat dari rekomendadi munas dan pakta integritas ini semua harus diberhentikan, tapi gak mungkin karena ketumnya punya masalah. Kalau diberhentikan sama saja menembak diri sendiri," ucapnya.
"Oleh karena itu, pimpinan saat ini sudah sangat identik dengan pemimpin yang korupsi dan tidak punya legitimasi lagi," pungkasnya.
Baca juga berita lainnya: Golkar Bantah Akan Gelar Munaslub Copot Setnov
Bagikan
Berita Terkait
Adies Kadir Janji Tidak Akan Terlibat Perkara Berkaitan Partai Golkar di MK
Golkar Tolak Ambang Batas Parlemen Dihapus, Bantah Motifnya Jegal Partai Baru
Santer Isu Reshuffle Kabinet Usai Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Demokrat dan Golkar Serahkan ke Prabowo
Bahlil: Adies Kadir Sudah Mundur dari Golkar Sebelum Ditetapkan Hakim MK
Eks Golkar Adies Kadir Jadi Hakim MK, Bahlil: Kami Wakafkan ke Negara
Dipilih Jadi Hakim MK, Golkar Umumkan Adies Kadir Bukan Lagi Kader
Golkar Beri Sinyal Dukung Kepala Daerah Dipilih Anggota DPRD, Sebut Lebih Demokratis, Beda dengan Orde Baru
Golkar Sebut Biaya Pilkada Langsung Berpotensi Merusak Kualitas Demokrasi
Golkar Gelar Rapimnas Lusa, Idrus Marham Tegaskan tidak Ada Agenda Ganti Bahlil
PKB Sentil Golkar Ngomong Koalisi Permanen di Tengah Derita Warga Akibat Bencana