Politik Dinasti Harus Diamputasi, Dipapras Hingga Akarnya

Widi HatmokoWidi Hatmoko - Sabtu, 11 Februari 2017
Politik Dinasti Harus Diamputasi, Dipapras Hingga Akarnya

Antasari Azhar dalam Diskusi Laten Politik Dinasti. (MP/Widi Hatmoko)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Politik Dinasti bertentangan dengan moral bangsa Indonesai. Dalam praktiknya sangat merugikan masyarakat, sebab berpotensi dengan kasus-kasus korupsi. Demikian dikatakan mantan ketua KPK Antasari Azhar saat menjadi pembicara dalam Diskusi Laten Politik Dinasti di Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis (PKKT), Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, sabtu (11/2).

"Kalau rakyat Banten pengen sejahtera maka harus menggunakan hak pilihnya pada 15 Pebruari 2017 dengan berbondong-bondong mendatangi TPS dan pilih yang amanah memikirkan rakyat. Pasti bukan paslon dari dinasti. Saya bukan provokator tetapi rakyat Banten yang punya hak pilih dan mengetahui betul kondisi Banten," ujar Antasari Azhar.

Intelektual Kemenhan RI Ito Prajna, yang juga hadir sebagai pembicara dalam acara diskusi tersebut, mengungkapkan, politik dinasti telah menjadi suasana kebatinan masyarakat Indonesia pada umumnya. Di tingkat politik, hal ini bertentangan dangan asas NKRI sebagai negara hukum yang melaksanakan jalannya demokrasi.

"Para pemilih perlu disadarkan bahwa memilih dinasti politik dalam Pilkada adalah anti-demokrasi, anti-republik dan cenderung koruptif," katanya.

Sementara, Sekjen DPP Ikatan Pesantren Indonesia Gus Imron, menambahkan, di hadapan praktik politik dinasti, perlu ada 'amputasi'.

"Dinasti yang korup harus dipapras. Dipotong hingga ke akarnya (dinasti-red), karena mengangkangi kepentingan publik. Sebagai negara mayoritas muslim terbesar Indonesia mejadi pertaruhan bagi negara-negara demokratis ketika banyak negara jatuh dalam kekacauan dan kediktatoran," tandasnya.

Untuk mengikuti berita terkait, baca juga: Sayembara Tangkap Politik Uang di Pilgub Banten dapat Rp 10 Juta

#Politik Uang #Ratu Atut Chosiyah #RUU KPK
Bagikan
Ditulis Oleh

Widi Hatmoko

Menjadi “sesuatu” itu tidak pernah ditentukan dari apa yang Kita sandang saat ini, tetapi diputuskan oleh seberapa banyak Kita berbuat untuk diri Kita dan orang-orang di sekitar Kita.

Berita Terkait

Indonesia
Bawaslu Siapkan 'Kuburan' Buat Caleg Curang, DPR Dukung Blacklist Permanen Pelaku Politik Uang
Saat ini, praktik politik uang dapat dilakukan melalui transfer saldo digital, voucher elektronik, pulsa, hingga berbagai bentuk insentif non-tunai lainnya
Angga Yudha Pratama - Selasa, 02 Juni 2026
Bawaslu Siapkan 'Kuburan' Buat Caleg Curang, DPR Dukung Blacklist Permanen Pelaku Politik Uang
Berita Foto
KPK Pamerkan Uang Rp610 Juta dari OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman
Petugas KPK menunjukkan barang bukti uang dalam operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Cilacap di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (14/3/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 14 Maret 2026
KPK Pamerkan Uang Rp610 Juta dari OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman
Indonesia
Ogah Pusing Revisi UU KPK, Setyo Budiyanto Pilih Gaspol Sikat Koruptor Kelas Kakap
KPK saat ini memilih untuk mencurahkan seluruh energi pada penguatan aspek pendidikan antikorupsi
Angga Yudha Pratama - Kamis, 19 Februari 2026
Ogah Pusing Revisi UU KPK, Setyo Budiyanto Pilih Gaspol Sikat Koruptor Kelas Kakap
Indonesia
Mentahkan Pernyataan Jokowi, DPR Pastikan Tim Pemerintah Hadir Saat Pembahasan UU KPK
Politisi dari Fraksi PKS ini menekankan bahwa narasi "inisiatif DPR" tidak bisa berdiri sendiri
Angga Yudha Pratama - Rabu, 18 Februari 2026
Mentahkan Pernyataan Jokowi, DPR Pastikan Tim Pemerintah Hadir Saat Pembahasan UU KPK
Indonesia
KPK Lantik 3 Deputi, Brigjen Pol Asep Guntur Jadi Deputi Penindakan
Setyo berharap Aminuddin, Asep, dan Ely bisa membawa perubahan yang lebih besar untuk lembaga antirasuah ke depannya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 18 Februari 2026
KPK Lantik 3 Deputi, Brigjen Pol Asep Guntur Jadi Deputi Penindakan
Indonesia
Jokowi Dukung UU KPK Dikembalikan Sebelum Direvisi, DPR: Ada Andil Jokowi Diperubahan
Presiden, melalui utusan pemerintah juga memiliki peranan dalam pembahasan tahap II, yakni Rapat Paripurna DPR RI.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 17 Februari 2026
Jokowi Dukung UU KPK Dikembalikan Sebelum Direvisi, DPR: Ada Andil Jokowi Diperubahan
Indonesia
Pilkada Butuh Banyak Uang Memicu Politik Transaksional, Guru Besar STIK Yakin Bakal Ada Ancaman Demokrasi
Polemik Pilkada langsung dan tak langsung tengah menjadi perdebatan di level elit.
Frengky Aruan - Jumat, 16 Januari 2026
Pilkada Butuh Banyak Uang Memicu Politik Transaksional, Guru Besar STIK Yakin Bakal Ada Ancaman Demokrasi
Indonesia
DKPP Ungkap 31 Perkara Politik Uang di Pemilu dan Pilkada 2024, Perlunya Sinergi Kuat dari Bawaslu hingga KPU
DKPP mengungkap 31 perkara politik uang selama Pemilu dan Pilkada 2024. Hal itu diungkapkan Anggota Dewan DKPP, Ratna Dewi Pettatolo.
Soffi Amira - Jumat, 21 November 2025
DKPP Ungkap 31 Perkara Politik Uang di Pemilu dan Pilkada 2024, Perlunya Sinergi Kuat dari Bawaslu hingga KPU
Indonesia
RUU KUHAP Bukan Ancaman, Tapi Peluang Emas untuk KPK Makin Independen
Pasal 1 angka 7 telah menyepakati bahwa penyelidik adalah pejabat Kepolisian atau pejabat lain yang diberi kewenangan melakukan penyelidikan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 24 Juli 2025
RUU KUHAP Bukan Ancaman, Tapi Peluang Emas untuk KPK Makin Independen
Indonesia
Gugat ke MK, Paslon Pilkada Barito Utara Malah Terbukti Juga Main Politik Uang
Paslon Nomor Urut 1 Gogo Purman Jaya-Hendro Nakalelo dan Nomor Urut 2 Akhmad Gunadi Nadalsyah-Sastra Jaya sama-sama didiskualifikasi
Wisnu Cipto - Rabu, 14 Mei 2025
Gugat ke MK, Paslon Pilkada Barito Utara Malah Terbukti Juga Main Politik Uang
Bagikan