Polisi Kejar Kelompok Geng Motor Aniaya Anggota Polsek Menteng

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 03 Maret 2021
Polisi Kejar Kelompok Geng Motor Aniaya Anggota Polsek Menteng

Ilustrasi. (MP/Alfi Rahmadhani)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Aksi kekerasan dialami oleh anggota Polsek Metro Menteng Aiptu Dwi Handoko.

Ia menderita luka bacok akibat diserang anggota geng motor di Jalan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat.

Aiptu Handoko saat itu dibacok saat membubarkan kerumunan puluhan geng motor yang sedang membuat keributan pada dini hari itu.

Baca Juga:

Polisi Ringkus 6 Anggota Geng Motor Pelaku Penganiayaan 2 Remaja di Matraman

Kapolsek Metro Menteng AKBP Iver Son Monossoh menjelaskan, pelaku sudah teridentidifikasi.

"Kami telah merencanakan untuk operasi penangkapan," kata Iver kepada Merahputih.com di Jakarta, Rabu (3/3).

Iver menuturkan, Aiptu Handoko dalam keadaan baik dan sedang menjalani perawatan.

"Kondisi baik dan luka di lengan karena mengamankan pelaku dan sajam," ujar pria asal Manado ini.

Saat itu, lanjut Iver, pelaku memang tengah mencari lawannya untuk melakukan keributan.

"Para pelaku berbotor yang datang mencari lawan aksi mereka di RW 3 Kelurahan Menteng sekitar 25 sepeda motor dengan bersenjata tajam," jelas Iver.

Ilustrasi. (MP/Alfi Rahmadhani)
Ilustrasi. (MP/Alfi Rahmadhani)


Kanit Reskrim Polsek Menteng Kompol Gozali Luhulima menjelaskan, peristiwa tersebut berlangsung pada Minggu (1/3) pukul 04.00 WIB.

Aiptu Handoko sedang memantau situasi di sekitar Jalan Pegangsaan. Lalu, sebanyak 25 sepeda motor, yang masing-masing dinaiki dua remaja, melintas dari arah utara.

Mereka melaju sembari menyalakan klakson. Akibatnya, warga sekitar terpancing keluar untuk melihat kebisingan itu.

Aiptu Handoko berusaha menghentikan mereka, namun salah satu geng motor itu melukainya.

"Anggota kami kena (bacok) di jari kelingking sebelah kanan," kata Gozali.

Baca Juga:

Geng Motor Kembali Berbuat Ulah, Perwira Polisi Ditabrak Hingga Terluka

Dalam sebuah video viral, tampak gerombolan geng motor itu mengamuk di badan Jalan Pegangsaan.

Mereka membunyikan klakson sepeda motor sembari melontarkan berbagai kata-kata makian.

Tampak juga salah satu di antara mereka memegang sebilah celurit. (Knu)

Baca Juga:

Geng Motor Brutal Cempaka Putih Rekrut dan Janjian Tawuran Lewat Medsos

#Geng Motor #Penganiayaan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Serda Ahmad Tewas Dianiaya Senior, DPR Minta Tradisi Kekerasan di TNI Dihapus
TB Hasanuddin menyoroti kasus Serda Ahmad yang tewas setelah diduga dianiaya senior. Ia meminta tradisi kekerasan di lingkungan TNI dihentikan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Serda Ahmad Tewas Dianiaya Senior, DPR Minta Tradisi Kekerasan di TNI Dihapus
Indonesia
Kronologi Serda Ahmad Dipukul 3 Kali hingga Meninggal, 4 Tersangka Terancam Dipecat
Empat prajurit TNI AU tersangka penganiayaan Serda Ahmad Muzammil Farisa berpotensi diberhentikan tidak hormat. Ini kronologi pemukulan hingga korban meninggal.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 16 September 2026
Kronologi Serda Ahmad Dipukul 3 Kali hingga Meninggal, 4 Tersangka Terancam Dipecat
Indonesia
Kasus Penganiayaan Serda Ahmad: 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka, Terancam 9 Tahun Penjara
Puspom TNI AU menetapkan empat prajurit sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan Serda Ahmad Muzammil yang berujung kematian.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 16 September 2026
Kasus Penganiayaan Serda Ahmad: 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka, Terancam 9 Tahun Penjara
Indonesia
Serda Ahmad Meninggal Usai Diduga Dianiaya Senior, 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka
Puspom AU menetapkan empat prajurit TNI AU sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan Serda Ahmad Muzammul Farisa meninggal.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 16 September 2026
Serda Ahmad Meninggal Usai Diduga Dianiaya Senior, 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka
Indonesia
Bantah Ormas Terlibat kasus Warga Pejompongan Tewas Pas Demo, Polda Minta Publik Setop Beropini
Polda Metro Jaya menegaskan tidak ada indikasi keterlibatan ormas dalam kasus kematian Bambang Setiyawan di Pejompongan dan minta publik setop beropini.
Wisnu Cipto - Rabu, 02 September 2026
Bantah Ormas Terlibat kasus Warga Pejompongan Tewas Pas Demo, Polda Minta Publik Setop Beropini
Indonesia
Polisi Jerat Taufik Hidayat dengan 3 Pasal Berlapis, Ancaman Hukuman Bisa Capai 36 Tahun
Polda Jawa Barat menjerat Taufik Hidayat dengan tiga pasal berlapis dalam kasus penganiayaan dan penyekapan terhadap YTR. Ancaman hukuman bisa mencapai 36 tahun penjara.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 06 Juli 2026
Polisi Jerat Taufik Hidayat dengan 3 Pasal Berlapis, Ancaman Hukuman Bisa Capai 36 Tahun
Indonesia
Biker Arogan Viral 'Bang Jago Jagakarsa' Akhirnya Dicokok Dekat Masjid Al-Wiqoyah
Polisi Jagakarsa menangkap biker arogan FRS yang dijuluki netizen Bang Jago Jagakarsa setelah viral memukul pengendara AA di Jalan Moch Kahfi II, Jagakarsa. Pelaku ditangkap di Masjid Al-Wiqoyah
Wisnu Cipto - Senin, 06 Juli 2026
Biker Arogan Viral 'Bang Jago Jagakarsa' Akhirnya Dicokok Dekat Masjid Al-Wiqoyah
Indonesia
Kasusnya Sampai Bareskrim, Polisi Tegal Aniaya Perempuan Cirebon Sejak 2023 Akhirnya Ditangkap
Propam Polda Jateng menahan Aiptu N, oknum Polres Tegal Kota, atas dugaan penganiayaan terhadap perempuan Cirebon sejak 2023. Kasus pidana ditangani Bareskrim Polri.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Juli 2026
Kasusnya Sampai Bareskrim, Polisi Tegal Aniaya Perempuan Cirebon Sejak 2023 Akhirnya Ditangkap
Indonesia
Polisi Gelar Pra Rekonstruksi Kasus Penyekapan dan Penganiayaan Berat ke Perempuan di Bandung
kegiatan tersebut bertujuan memastikan kesesuaian seluruh keterangan yang diperoleh penyidik, termasuk dari korban yang keterangannya masih terbatas.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Juni 2026
Polisi Gelar Pra Rekonstruksi Kasus Penyekapan dan Penganiayaan Berat ke Perempuan di Bandung
Indonesia
Menteri HAM Pigai Pastikan tak ada Ampun untuk Taufik Hidayat, Tersangka Penganiayaan Pacar
Seluruh ketentuan hukum mengenai perlindungan perempuan dan anak harus diterapkan secara konsisten.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Juni 2026
Menteri HAM Pigai Pastikan tak ada Ampun untuk Taufik Hidayat, Tersangka Penganiayaan Pacar
Bagikan