Serda Ahmad Tewas Dianiaya Senior, DPR Minta Tradisi Kekerasan di TNI Dihapus

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Serda Ahmad Tewas Dianiaya Senior, DPR Minta Tradisi Kekerasan di TNI Dihapus

Serda Ahmad yang tewas dianiyaya senior. (Foto: Dok. Ist)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin menyoroti kasus Serda Ahmad Muzammil Farisa yang tewas setelah diduga dianiaya seniornya.

TB Hasanuddin meminta tradisi kekerasan yang dilakukan senior terhadap junior di lingkungan TNI segera dihentikan.

“Tradisi buruk berupa tindakan kekerasan yang dilakukan oleh senior, komandan, atasan, maupun senior atasan di lingkungan TNI harus segera dihilangkan,” kata TB Hasanuddin kepada wartawan, Kamis (17/9).

TB Hasanuddin Soroti Kekerasan Berkedok Senioritas

Politisi PDI Perjuangan (PDIP) tersebut mengaku prihatin atas peristiwa yang menimpa Serda Ahmad. Menurutnya, kekerasan yang mengatasnamakan senioritas tidak semestinya terjadi di lingkungan TNI.

Dia mengatakan prajurit TNI dipersiapkan untuk menjalankan tugas pertahanan dan menghadapi berbagai situasi di medan operasi.

Karena itu, hubungan antarprajurit, menurut TB Hasanuddin, seharusnya dibangun berdasarkan kerja sama, bukan tekanan maupun kekerasan.

Sebagai prajurit, seseorang dipersiapkan untuk bertempur. Karena itu, yang dibutuhkan bukan hanya kemampuan mnjalankan komando dan perintah, melainkan juga kerja sama yang baik antarprajurit,

Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin.

TB Hasanuddin juga meminta para komandan memperhatikan kondisi bawahannya. Hubungan antara komandan dan prajurit, kata dia, harus dibangun secara sehat dan saling menghargai.

“Di lapangan diperlukan keakraban dan hubungan yang baik satu sama lain, bukan ketegangan yang justru dapat memicu tindakan kekerasan, seperti pemukulan hingga menyebabkan kematian,” katanya.

Baca juga:

Kronologi Serda Ahmad Dipukul 3 Kali hingga Meninggal, 4 Tersangka Terancam Dipecat

Minta Kasus Serda Ahmad Diusut Transparan

Selain menyoroti persoalan senioritas, TB Hasanuddin meminta penyelidikan kasus Serda Ahmad dilakukan secara menyeluruh dan transparan.

Menurut dia, langkah tersebut penting untuk mengungkap rangkaian kejadian yang sebenarnya.

“Pelaku harus ditindak tegas dan dihukum seberat-beratnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar memberikan efek jera kepada yang lain,” imbuhnya.

Dalam perkara tersebut, Puspom TNI AU telah menetapkan empat prajurit sebagai tersangka. Mereka adalah Serda JM, Serda MAD, Serda MTS, dan Serda AH.

Baca juga:

Kasus Penganiayaan Serda Ahmad: 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka, Terancam 9 Tahun Penjara

Empat Prajurit Jadi Tersangka

Danpuspomau Marsekal Muda Daan Sulfi mengatakan para tersangka disangkakan Pasal 131 ayat (3) KUHPM juncto Pasal 20 huruf c UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Ketentuan tersebut mengatur mengenai penganiayaan yang dilakukan oleh militer yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman pidana penjara maksimal sembilan tahun.

Para tersangka juga berpotensi diberhentikan tidak dengan hormat sebagai prajurit.

Perkara tersebut selanjutnya akan dilimpahkan kepada oditur untuk menjalani proses persidangan.

Puspom TNI AU sebelumnya menyatakan penyidikan terhadap perkara tersebut terus dilakukan untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan. Dalam penyidikan, Serda Ahmad disebut mengalami pemukulan sebanyak tiga kali di bagian dada sebelum akhirnya tidak sadarkan diri. (Pon)

#Komisi I DPR #Penganiayaan #TNI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Sadis! Siswa SMP Korban Kekerasan Gang Motor di Mataram Meninggal
Selama perawatan, tim RSUD Mataram memberikan penanganan medis intensif. Dalam kejadian itu, korban mengalami luka parah di bagian kepala.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Oktober 2026
Sadis! Siswa SMP Korban Kekerasan Gang Motor di Mataram Meninggal
Indonesia
Viral Anggota Tewas Tertebak di Papua, Kopassus: Bukan Oleh Sesama Anggota
Korban meninggal bukan karena ditembak sesama anggota TNI sebagaimana dikabarkan di media sosial.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Oktober 2026
Viral Anggota Tewas Tertebak di Papua, Kopassus: Bukan Oleh Sesama Anggota
Olahraga
Persaingan 16 Kodam Berakhir, XVII Cenderawasih Raih Gelar Juara Piala Panglima TNI Esports 2026
Kodam XVII Cenderawasih berhasil menjuarai Piala Panglima TNI Esports Championship 2026.
Soffi Amira - Sabtu, 24 Oktober 2026
Persaingan 16 Kodam Berakhir, XVII Cenderawasih Raih Gelar Juara Piala Panglima TNI Esports 2026
Indonesia
Mantan Kopassus Dibacok Tetangga di JGC Cakung, Cekcok Renovasi Rumah Berujung Darah
Geger! Mantan anggota Kopassus dibacok tetangga di Jakarta Garden City (JGC) Cakung gara-gara cekcok proyek renovasi rumah. Simak kronologi duel berdarahnya di sini.
Angga Yudha Pratama - Jumat, 23 Oktober 2026
Mantan Kopassus Dibacok Tetangga di JGC Cakung, Cekcok Renovasi Rumah Berujung Darah
Indonesia
2 TNI Aktif Diduga Terlibat Korupsi BNPB, Surat KPK ke Panglima Segera Ditindaklajuti
TNI tegaskan hormat proses hukum dan tindak lanjuti surat KPK terkait dugaan keterlibatan dua prajurit aktif dalam kasus korupsi dana bencana BNPB.
Wisnu Cipto - Kamis, 22 Oktober 2026
2 TNI Aktif Diduga Terlibat Korupsi BNPB, Surat KPK ke Panglima Segera Ditindaklajuti
Berita Foto
Latgabma Keris Woomera 2026, Marinir Indonesia dan ADF Uji Kemampuan Tempur
Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2026 di Pusat Latihan Pertempuran (PLP) 5 Marinir Karangtekok, Situbondo, Jawa Timur, Selasa (20/10/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 20 Oktober 2026
Latgabma Keris Woomera 2026, Marinir Indonesia dan ADF Uji Kemampuan Tempur
Indonesia
Bukan Hanya Rafale, Ini Deretan Alutsista TNI dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Memasuki dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, penguatan alutsista TNI mencakup jet tempur Rafale, pesawat A400M, fregat, helikopter, dan kendaraan amfibi.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Oktober 2026
Bukan Hanya Rafale, Ini Deretan Alutsista TNI dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Indonesia
Profil Jenderal Subagyo HS Wafat: Eks Danjen Kopassus Sekaligus Mantan Komandan Prabowo
Kabar duka, mantan KSAD Subagyo HS meninggal dunia di RS Panti Rapih Yogyakarta sore ini. Simak profil dan rekam jejak Jenderal Baret Merah era 3 presiden ini.
Angga Yudha Pratama - Senin, 19 Oktober 2026
Profil Jenderal Subagyo HS Wafat: Eks Danjen Kopassus Sekaligus Mantan Komandan Prabowo
Indonesia
Marsekal Yusuf Jauhari Naik Jadi Wamenhan, Jabatan Bos Logistik Pertahanan Kosong
Marsekal Yusuf Jauhari resmi dilantik jadi Wamenhan. Kemhan proses pengisian jabatan Kabaloghan yang kosong. Simak detailnya!
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Oktober 2026
Marsekal Yusuf Jauhari Naik Jadi Wamenhan, Jabatan Bos Logistik Pertahanan Kosong
Indonesia
Mayjen Kristomei Sianturi Merapat ke Istana, Kabar Kepala BPNB Letjen Suharyanto Dicopot Makin Santer
Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen Kristomei Sianturi dipanggil Presiden ke Istana. Isu penggantian Kepala BNPB Suharyanto kian menguat pasca OTT KPK!
Wisnu Cipto - Kamis, 15 Oktober 2026
Mayjen Kristomei Sianturi Merapat ke Istana, Kabar Kepala BPNB Letjen Suharyanto Dicopot Makin Santer
Bagikan