Serda Ahmad Tewas Dianiaya Senior, DPR Minta Tradisi Kekerasan di TNI Dihapus

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - 2 jam, 56 menit lalu
Serda Ahmad Tewas Dianiaya Senior, DPR Minta Tradisi Kekerasan di TNI Dihapus

Serda Ahmad yang tewas dianiyaya senior. (Foto: Dok. Ist)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin menyoroti kasus Serda Ahmad Muzammil Farisa yang tewas setelah diduga dianiaya seniornya.

TB Hasanuddin meminta tradisi kekerasan yang dilakukan senior terhadap junior di lingkungan TNI segera dihentikan.

“Tradisi buruk berupa tindakan kekerasan yang dilakukan oleh senior, komandan, atasan, maupun senior atasan di lingkungan TNI harus segera dihilangkan,” kata TB Hasanuddin kepada wartawan, Kamis (17/9).

TB Hasanuddin Soroti Kekerasan Berkedok Senioritas

Politisi PDI Perjuangan (PDIP) tersebut mengaku prihatin atas peristiwa yang menimpa Serda Ahmad. Menurutnya, kekerasan yang mengatasnamakan senioritas tidak semestinya terjadi di lingkungan TNI.

Dia mengatakan prajurit TNI dipersiapkan untuk menjalankan tugas pertahanan dan menghadapi berbagai situasi di medan operasi.

Karena itu, hubungan antarprajurit, menurut TB Hasanuddin, seharusnya dibangun berdasarkan kerja sama, bukan tekanan maupun kekerasan.

Sebagai prajurit, seseorang dipersiapkan untuk bertempur. Karena itu, yang dibutuhkan bukan hanya kemampuan mnjalankan komando dan perintah, melainkan juga kerja sama yang baik antarprajurit,

Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin.

TB Hasanuddin juga meminta para komandan memperhatikan kondisi bawahannya. Hubungan antara komandan dan prajurit, kata dia, harus dibangun secara sehat dan saling menghargai.

“Di lapangan diperlukan keakraban dan hubungan yang baik satu sama lain, bukan ketegangan yang justru dapat memicu tindakan kekerasan, seperti pemukulan hingga menyebabkan kematian,” katanya.

Baca juga:

Kronologi Serda Ahmad Dipukul 3 Kali hingga Meninggal, 4 Tersangka Terancam Dipecat

Minta Kasus Serda Ahmad Diusut Transparan

Selain menyoroti persoalan senioritas, TB Hasanuddin meminta penyelidikan kasus Serda Ahmad dilakukan secara menyeluruh dan transparan.

Menurut dia, langkah tersebut penting untuk mengungkap rangkaian kejadian yang sebenarnya.

“Pelaku harus ditindak tegas dan dihukum seberat-beratnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar memberikan efek jera kepada yang lain,” imbuhnya.

Dalam perkara tersebut, Puspom TNI AU telah menetapkan empat prajurit sebagai tersangka. Mereka adalah Serda JM, Serda MAD, Serda MTS, dan Serda AH.

Baca juga:

Kasus Penganiayaan Serda Ahmad: 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka, Terancam 9 Tahun Penjara

Empat Prajurit Jadi Tersangka

Danpuspomau Marsekal Muda Daan Sulfi mengatakan para tersangka disangkakan Pasal 131 ayat (3) KUHPM juncto Pasal 20 huruf c UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Ketentuan tersebut mengatur mengenai penganiayaan yang dilakukan oleh militer yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman pidana penjara maksimal sembilan tahun.

Para tersangka juga berpotensi diberhentikan tidak dengan hormat sebagai prajurit.

Perkara tersebut selanjutnya akan dilimpahkan kepada oditur untuk menjalani proses persidangan.

Puspom TNI AU sebelumnya menyatakan penyidikan terhadap perkara tersebut terus dilakukan untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan. Dalam penyidikan, Serda Ahmad disebut mengalami pemukulan sebanyak tiga kali di bagian dada sebelum akhirnya tidak sadarkan diri. (Pon)

#Komisi I DPR #Penganiayaan #TNI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Serda Ahmad Tewas Dianiaya Senior, DPR Minta Tradisi Kekerasan di TNI Dihapus
TB Hasanuddin menyoroti kasus Serda Ahmad yang tewas setelah diduga dianiaya senior. Ia meminta tradisi kekerasan di lingkungan TNI dihentikan.
Ananda Dimas Prasetya - 2 jam, 56 menit lalu
Serda Ahmad Tewas Dianiaya Senior, DPR Minta Tradisi Kekerasan di TNI Dihapus
Indonesia
Alasan Prabowo Tambah Batalion TNI di Berbagai Wilayah
Prabowo menegaskan penguatan pertahanan diarahkan untuk membangun sistem pertahanan dan keamanan yang lebih baik.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Alasan Prabowo Tambah Batalion TNI di Berbagai Wilayah
Indonesia
Kronologi Serda Ahmad Dipukul 3 Kali hingga Meninggal, 4 Tersangka Terancam Dipecat
Empat prajurit TNI AU tersangka penganiayaan Serda Ahmad Muzammil Farisa berpotensi diberhentikan tidak hormat. Ini kronologi pemukulan hingga korban meninggal.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 16 September 2026
Kronologi Serda Ahmad Dipukul 3 Kali hingga Meninggal, 4 Tersangka Terancam Dipecat
Indonesia
Kasus Penganiayaan Serda Ahmad: 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka, Terancam 9 Tahun Penjara
Puspom TNI AU menetapkan empat prajurit sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan Serda Ahmad Muzammil yang berujung kematian.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 16 September 2026
Kasus Penganiayaan Serda Ahmad: 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka, Terancam 9 Tahun Penjara
Indonesia
Serda Ahmad Meninggal Usai Diduga Dianiaya Senior, 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka
Puspom AU menetapkan empat prajurit TNI AU sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan Serda Ahmad Muzammul Farisa meninggal.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 16 September 2026
Serda Ahmad Meninggal Usai Diduga Dianiaya Senior, 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka
Indonesia
520 Unit Alutsista Bakal Ramaikan Defile Puncak Peringatan HUT ke-81 TNI
Personel akan berbaris dalam defile dan mengikuti simulasi tempur yang ditampilkan di kawasan Monas
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
520 Unit Alutsista Bakal Ramaikan Defile Puncak Peringatan HUT ke-81 TNI
Indonesia
Rute AKLI I Yang Jadi Pilihan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Masuk Indonesia
Garibaldi sendiri nanti akan dikawal kapal fregat TNI AL saat memasuki perairan ALKI I
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 14 September 2026
Rute AKLI I Yang Jadi Pilihan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Masuk Indonesia
Indonesia
TNI Kirim KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 Gelar Operasi ke Vanauta, Fiji, Solomon dan Papua New Guinea
Operasi militer selain perang perang ini juga bagian dari diplomasi Indonesia ke empat negara yakni Vanauta, Fiji, Solomon dan Papua New Guinea.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 14 September 2026
TNI Kirim  KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 Gelar Operasi ke Vanauta, Fiji, Solomon dan Papua New Guinea
Indonesia
Tim Advokasi Minta MK Segera Putus Uji UU TNI demi Supremasi Sipil
Keterlambatan putusan menjadi persoalan karena perluasan peran TNI di luar fungsi pertahanan terus berlangsung.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Tim Advokasi Minta MK Segera Putus Uji UU TNI demi Supremasi Sipil
Indonesia
Tentara AS dan Indonesia Berlatih Tembak Drone di Sumatera Selatan
Batalyon Arhanud 10/Dam Jaya direncanakan mengoperasikan rudal Mistral, sedangkan unsur pertahanan udara US Army menggunakan rudal Stinger.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
Tentara AS dan Indonesia Berlatih Tembak Drone di Sumatera Selatan
Bagikan