Serda Ahmad Meninggal Usai Diduga Dianiaya Senior, 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 16 September 2026
Serda Ahmad Meninggal Usai Diduga Dianiaya Senior, 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka

Serda Ahmad yang tewas dianiyaya senior. (Foto: Dok. Ist)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Puspomau) menetapkan empat prajurit sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap prajurit TNI AU Serda Ahmad Muzammul Farisa yang meninggal dunia.

Danpuspom AU Marsekal Muda TNI Daan Sulfi mengatakan keempat tersangka merupakan anggota TNI Angkatan Udara.

"Yaitu Serda MTS, Serda MAD, Serda JM, Serda AH. Dan seluruhnya adalah anggota TNI Angkatan Udara," kata Daan Sulfi saat jumpa pers di Kantor Puspom AU, Jakarta Timur, Rabu (16/9).

Baca juga:

Tim Advokasi Minta MK Segera Putus Uji UU TNI demi Supremasi Sipil

Tiga Prajurit Jadi Korban

Daan Sulfi mengatakan terdapat tiga korban dalam perkara tersebut. Namun, hanya Serda Ahmad yang meninggal dunia.

Dua korban lainnya yakni Serda ZN dan Serda RP.

“Dan Serda ZN, dan Serda RP," imbuhnya.

Menurut Daan, Serda Ahmad mengalami penganiayaan yang dilakukan seniornya di mess milik TNI AU.

Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Rabu (9/9) sekitar pukul 21.05 WIB.

Kejadiannya adalah di Mess Galaksi, yaitu adalah mess-nya Dispsi AU, Jalan Kopatdara, Lanud Halim Perdanakusuma,

Danpuspom AU Marsekal Muda TNI, Daan Sulfi.

Ayah Korban Sebut Ada Luka di Wajah dan Dada

Sebelumnya, Prajurit TNI AU Serda Ahmad Muzammul Farisa diduga meninggal secara tidak wajar.

Ayah Serda Ahmad, Toni Eko Prasetyo, mengatakan anaknya mengalami luka pada bagian wajah dan dada. Ia mengetahui kondisi jasad anak pertamanya tersebut melalui kiriman file foto.

Pada Kamis (10/9) malam sekitar pukul 22.00 WIB, jenazah Serda Ahmad disebut belum tiba di rumah duka di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Magetan.

Baca juga:

Dua Prajurit TNI Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Batal Dipecat, Hukuman Dipangkas

Toni mengatakan putranya diduga meninggal setelah menjadi korban penganiayaan yang dilakukan sekitar empat orang senior saat berada di asrama.

Menurut Toni, dugaan penganiayaan tersebut terjadi pada Kamis (10/9) pagi sekitar pukul 03.00 WIB.

Toni mengaku sempat menerima kabar yang berbeda-beda mengenai penyebab meninggalnya Serda Ahmad.

Informasi tersebut kemudian berkembang hingga keluarga menduga putranya menjadi korban penganiayaan oleh seniornya. (Knu)

#TNI #Penganiayaan #Prajurit TNI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Sadis! Siswa SMP Korban Kekerasan Gang Motor di Mataram Meninggal
Selama perawatan, tim RSUD Mataram memberikan penanganan medis intensif. Dalam kejadian itu, korban mengalami luka parah di bagian kepala.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Oktober 2026
Sadis! Siswa SMP Korban Kekerasan Gang Motor di Mataram Meninggal
Indonesia
Viral Anggota Tewas Tertebak di Papua, Kopassus: Bukan Oleh Sesama Anggota
Korban meninggal bukan karena ditembak sesama anggota TNI sebagaimana dikabarkan di media sosial.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Oktober 2026
Viral Anggota Tewas Tertebak di Papua, Kopassus: Bukan Oleh Sesama Anggota
Olahraga
Persaingan 16 Kodam Berakhir, XVII Cenderawasih Raih Gelar Juara Piala Panglima TNI Esports 2026
Kodam XVII Cenderawasih berhasil menjuarai Piala Panglima TNI Esports Championship 2026.
Soffi Amira - Sabtu, 24 Oktober 2026
Persaingan 16 Kodam Berakhir, XVII Cenderawasih Raih Gelar Juara Piala Panglima TNI Esports 2026
Indonesia
Mantan Kopassus Dibacok Tetangga di JGC Cakung, Cekcok Renovasi Rumah Berujung Darah
Geger! Mantan anggota Kopassus dibacok tetangga di Jakarta Garden City (JGC) Cakung gara-gara cekcok proyek renovasi rumah. Simak kronologi duel berdarahnya di sini.
Angga Yudha Pratama - Jumat, 23 Oktober 2026
Mantan Kopassus Dibacok Tetangga di JGC Cakung, Cekcok Renovasi Rumah Berujung Darah
Indonesia
2 TNI Aktif Diduga Terlibat Korupsi BNPB, Surat KPK ke Panglima Segera Ditindaklajuti
TNI tegaskan hormat proses hukum dan tindak lanjuti surat KPK terkait dugaan keterlibatan dua prajurit aktif dalam kasus korupsi dana bencana BNPB.
Wisnu Cipto - Kamis, 22 Oktober 2026
2 TNI Aktif Diduga Terlibat Korupsi BNPB, Surat KPK ke Panglima Segera Ditindaklajuti
Berita Foto
Latgabma Keris Woomera 2026, Marinir Indonesia dan ADF Uji Kemampuan Tempur
Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2026 di Pusat Latihan Pertempuran (PLP) 5 Marinir Karangtekok, Situbondo, Jawa Timur, Selasa (20/10/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 20 Oktober 2026
Latgabma Keris Woomera 2026, Marinir Indonesia dan ADF Uji Kemampuan Tempur
Indonesia
Bukan Hanya Rafale, Ini Deretan Alutsista TNI dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Memasuki dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, penguatan alutsista TNI mencakup jet tempur Rafale, pesawat A400M, fregat, helikopter, dan kendaraan amfibi.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Oktober 2026
Bukan Hanya Rafale, Ini Deretan Alutsista TNI dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Indonesia
Profil Jenderal Subagyo HS Wafat: Eks Danjen Kopassus Sekaligus Mantan Komandan Prabowo
Kabar duka, mantan KSAD Subagyo HS meninggal dunia di RS Panti Rapih Yogyakarta sore ini. Simak profil dan rekam jejak Jenderal Baret Merah era 3 presiden ini.
Angga Yudha Pratama - Senin, 19 Oktober 2026
Profil Jenderal Subagyo HS Wafat: Eks Danjen Kopassus Sekaligus Mantan Komandan Prabowo
Indonesia
Marsekal Yusuf Jauhari Naik Jadi Wamenhan, Jabatan Bos Logistik Pertahanan Kosong
Marsekal Yusuf Jauhari resmi dilantik jadi Wamenhan. Kemhan proses pengisian jabatan Kabaloghan yang kosong. Simak detailnya!
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Oktober 2026
Marsekal Yusuf Jauhari Naik Jadi Wamenhan, Jabatan Bos Logistik Pertahanan Kosong
Indonesia
Mayjen Kristomei Sianturi Merapat ke Istana, Kabar Kepala BPNB Letjen Suharyanto Dicopot Makin Santer
Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen Kristomei Sianturi dipanggil Presiden ke Istana. Isu penggantian Kepala BNPB Suharyanto kian menguat pasca OTT KPK!
Wisnu Cipto - Kamis, 15 Oktober 2026
Mayjen Kristomei Sianturi Merapat ke Istana, Kabar Kepala BPNB Letjen Suharyanto Dicopot Makin Santer
Bagikan