MerahPutih.com - Pemerintah menerahkan prajurit TNI dan mengirimkan kapal rumah sakit yakni KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 untuk menjalankan operasi militer selain perang (OMSP) ke empat negara di Kepulauan Pasifik. Senin (14/9).
Operasi militer selain perang perang ini juga bagian dari diplomasi Indonesia ke empat negara yakni Vanauta, Fiji, Solomon dan Papua New Guinea.
Kapal rumah sakit berjalan itu, dilepas oleh jajaran pejabat TNI dan Menko Polkam Djamari Chaniago dari Jakarta menuju empat negara.
Djamari mengatakan, para personel KRI yang terdiri dari personel TNI AL, TNI AD, TNI AU, Polri dan mahasiswa ini akan melakukan pelayaran selama 60 hari. Selama itu, mereka akan mampir ke empat negara untuk memberikan layanan kesehatan gratis di dalam KRI.
Baca juga:
Jembatan Gantung Pangandaran Buatan Kodim Putus Saat Peresmian, TNI AD: Batas Kapasitas Diabaikan
Ia mengatakan, tidak hanya memberi layanan kesehatan gratis, para personel KRI juga berperan sebagai penyambung tali silaturahmi antara pemerintah RI dan negara sahabat yang dikunjungi.
KRI adalah kapal perang, dan di mana pun kapal ini bersandar, ia membawa kekuatan dan menjadi forum diplomasi,
tegas Djamari.
Untuk menyukseskan rangkaian misi kemanusiaan itu, Djamari berpesan beberapa hal kepada para prajurit. Pertama, menjaga kesehatan.
Jangan sampai kita bermaksud memperhatikan masalah kesehatan dan kemanusiaan di negara tujuan, tetapi fisik kalian justru tidak siap,
kata Djamari.
Kedua, meminta seluruh personel menaati peraturan dan prosedur keamanan selama berada di atas kapal. Selanjutnya para personel untuk selalu menjaga kesehatan dan keselamatan diri selama bertugas karena kehadiran mereka akan selalu ditunggu keluarga di rumah.
Terakhir tunjukkan identitas keindonesiaan kalian. Tunjukkan kepedulian kita dan keinginan untuk menjalin hubungan erat dengan negara-negara di Pasifik Selatan,
terang Djamari.
Dengan memegang teguh empat pesan itu, Djamari yakin seluruh personel KRI dapat menyelesaikan tugas ini dan kembali dengan selamat.
Acara pelepasan kapal ini dihadiri oleh beberapa pejabat TNI diantaranya Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Wakil Kepala Staf TNI AL Laksamana Madya TNI Edwin, Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata. (*)