MerahPutih.com - Super Garuda Shield (SGS) 2026 melibatkan 4.743 personel dari 21 negara dengan 12 materi latihan. Latihan tersebut digelar di sejumlah wilayah Indonesia pada 31 Agustus hingga 11 September 2026. Latihan berlangsung antara lain di Bandung, Jakarta, Lampung, Sumatera Selatan, serta Nunukan, Kalimantan Utara, dan dijadwalkan ditutup di Jakarta pada 11 September.
TNI bersama militer Amerika Serikat mematangkan persiapan latihan penembakan sasaran udara berupa pesawat nirawak (drone).
Hal itu berdasarkan keterangan Pusat Penerangan TNI yang diterima di Jakarta, Rabu (9/9), persiapan tersebut dilaksanakan di lapangan tembak Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklat TNI AD, Martapura, Sumatera Selatan, Selasa (8/9).
Personel yang terlibat berasal dari Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI AD bersama unsur pertahanan udara Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) dan Korps Marinir Amerika Serikat (USMC).
Baca juga:
Kebakaran Paksa TPA Galuga Bogor Ditutup, Helikopter TNI Bombardir Api dari Udara
Persiapan tersebut antara lain meliputi penyamaan pemahaman mengenai sistem persenjataan pertahanan udara yang akan digunakan dalam latihan.
Salah satu tahapan awal yang dilakukan yakni penyamaan pemahaman mengenai sistem persenjataan pertahanan udara yang akan digunakan dalam pelaksanaan latihan,
demikian keterangan Puspen TNI.
Batalyon Arhanud 10/Dam Jaya direncanakan mengoperasikan rudal Mistral, sedangkan unsur pertahanan udara US Army menggunakan rudal Stinger.
Personel kedua negara juga menyelaraskan prosedur pengoperasian sistem persenjataan dan berbagi pengalaman guna mendukung pelaksanaan latihan penembakan sasaran udara.
Selain kesiapan sistem persenjataan, personel TNI dan militer Amerika Serikat mematangkan koordinasi teknis penggunaan target drone yang nantinya diterbangkan sebagai sasaran udara.
Persiapan tersebut dilakukan untuk memastikan latihan penembakan berlangsung aman dan efektif sekaligus meningkatkan interoperabilitas unsur pertahanan udara kedua negara. (*)