Perlunya Recharge Otot supaya Berkembang

P Suryo RP Suryo R - Senin, 05 Desember 2022
Perlunya Recharge Otot supaya Berkembang

Perlunya memperhatikan faktor pendukung untuk me-recharge otot. (Pexels/Victor Freitas)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MEMILIKI badan kekar dan berotot menjadi impian banyak laki-laki. Ini karena apabila memiliki badan yang ideal, bisa membuat orang-orang lebih percaya diri. Baik dalam melakukan suatu hal atau berpakaian. Dengan begitu, tentunya diperlukan olahraga-olahraga tertentu.

Namun, tidak cukup hanya berolahraga saja apabila kamu ingin me-recharge otot menjadi lebih berkembang. Terdapat beberapa hal yang harus kamu lakukan setelah selesai berolahraga agar membantu menaikkan massa otot.

Baca Juga:

Berapa Kebutuhan Protein untuk Membentuk Otot?

olahraga
Perhatikan kebutuhan otot jika memiliki tujuan untuk mengembangkannya. (Unsplash/Anastase Maragos)


Makan bergizi


Setelah selesai berolahraga, ada baiknya mengonsumsi makanan bergizi. Tujuan adalah agar dapat membentuk otot tubuh dan membuatnya berkembang. Ada baiknya untuk mengonsumsi makan-makanan yang bernutrisi. Seperti makanan yang mengandung karbohidrat dan protein. Setidaknya, kamu bisa mengonsumsi makanan 45 menit setelah berolahraga. Tentunya, kedua kandungan nutrisi tersebut bisa membantu mempercepat pemulihan otot, mengisi kembali cadangan glikogen, dan meningkatkan pembentukan protein otot yang baru.

Adapun beberapa makanan yang bisa kamu konsumsi, seperti sereal dan susu skim, kentang rebus dengan salmon, kraker dan selai kacang, roti dan telur dadar, ayam dan sayuran, hingga roti gandum utuh dengan roti isi salad tuna.

Baca Juga:

Gerakan untuk Melatih Otot Bisep dan Trisep

olahraga
Makanan sehat dan bergizi menjadi dukungan untuk mengembangkan otot. (Pexels/Caroline Attwood)


Air


Ketika berolahraga, ada baiknya untuk tetap memasukkan cairan pada tubuh. Salah satunya dengan mengonsumsi air putih, baik sebelum atau setelah selesai berolahraga. Sekitar 70% tubuh terdiri dari air, jadi dengan memenuhi kebutuhan tubuh akan air pastinya akan baik untuk tubuh. Mengonsumsi air putih yang cukup juga berperan untuk mendinginkan sistem tubuh dan mencegah dehidrasi. Kandungan magnesium dan kalium yang terdapat dalam air putih bisa mendukung pertumbuhan otot tubuh sehingga menjadi lebih kuat. Tidak hanya itu, tubuh juga akan menjadi lebih bugar.


Tidur


Setelah berolahraga, tubuh akan merasa lelah dan butuh istirahat. Setelah selesai olahraga, tidak hanya dari sisi latihan atau gizi saja yang harus diperhatikan, namun faktor istirahat juga perlu mendapatkan perhatian. Tentunya dengan tidur yang cukup bisa meningkatkan kekuatan otot kamu. Ada baiknya untuk tidur kurang lebih 7 hingga 8 jam perhari. Dengan begitu, pembentukan massa otot akan lebih maksimal dan tidak terganggu. (yos)

Baca Juga:

Sudah Rajin Nge-Gym, Kenapa Otot Tak Kunjung Terbentuk?

#Kesehatan #Desember Charger Warga +62
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan