Pengamat Ungkap "Nuansa Lokal" Serangan Teror yang Berbeda dari Titah Pimpinan ISIS

Zulfikar SyZulfikar Sy - Sabtu, 16 November 2019
Pengamat Ungkap

Satuan Brimob Polri saat penangkapan terduga teroris di Tangerang Selatan. (MP/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Serangan bom bunuh diri kembali menyasar target kepolisian pada Rabu (13/11), di Mapolrestabes Medan. Aksi teror itu seakan menggenapkan serangkaian serangan pada aparat belakangan ini.

Pengamat terorisme dari UIN Jakarta M Zaki Mubarak mengatakan, sejak tahun 2010, sebanyak 70 persen serangan teroris menyasar aparat polisi maupun kantor polisi.

Baca Juga:

Keterlibatan Perempuan dalam Aksi Teror di Medan sebagai Strategi ISIS

"Ada doktrin yang sangat jelas, kurang lebih 10 tahun terakhir di kalangan jihadis," ujarnya kepada wartawan dalam acara diskusi di kawasan Tanah Abang, Sabtu (16/11).

Tim gabungan melakukan pengamanan di rumah SA, di Jalan Serdang, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Medan Sumatera Utara, Kamis. (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)
Tim gabungan melakukan pengamanan di rumah SA, di Jalan Serdang, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Medan Sumatera Utara, Kamis. (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)

Ia berujar, dari pernyataan Muhammad Al Adnani, Juru Bicara ISIS di Suriah beberapa tahun lalu yang mengatakan agar pendukung ISIS di mana saja untuk menyerang para den zionis.

"Muhammad Al Adnani mengatakan agar pendukung ISIS di mana saja untuk menyerang yang disebut sebagai para den zionis, tapi dalam konteks di Indonesia itu ada semacam nuansa lokal" lanjutnya.

Akan tetapi, Zaki berujar, Aman Abdurrahman seorang idelog JAD, pendukung ISIS yang ada Indonesia secara eksplisit menyatakan bahwa proritas nomor satu yang akan kami serang adalah aparat berbaju cokelat.

Baca Juga:

Pengamat: 80 Persen Pelaku Serangan Teror Terkoneksi JAD, Termasuk di Medan

"Dari kasus M Syarif di Cirebon yang bunuh diri di masjid (masjid polisi), betul masjid polisi tapi yang disasar itu polisinya. Kemudian beberapa bulan terakhir di Surabaya, di Polsek Wonokromo, kemudian terakhir di Medan yang kemarin terjadi sasarannya juga polisi," ujarnya.

Satuan Brimob Polri saat penangkapan terduga teroris di Tangerang Selatan. (MP/Rizki Fitrianto)
Satuan Brimob Polri saat penangkapan terduga teroris di Tangerang Selatan. (MP/Rizki Fitrianto)

Sementara itu, Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irfan Idris menyebutkan, ada empat jenis kelompok di masyarakat terkait pemahaman deradikalisasi.

"Ada empat kelompok di masyarakat dalam pemahaman deradikalisasi. Pertama adalah kelompok yang 'belum paham', kedua kelompok 'tidak paham', ketiga kelompok 'sok paham', dan keempat kelompok 'tidak mau paham'," ucapnya.

Menurutnya, kelompok keempat adalah mereka yang harus diwaspadai. (Knu)

Baca Juga:

Romo Benny: Pancasila Senjata Paling Ampuh Berantas Intoleransi

#Terorisme #Aksi Teror #ISIS
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Kopilot yang diketahui merupakan warga negara Oman tersebut dilaporkan merupakan seorang ekstremis ‘lone wolf’ (bertindak sendiri).
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Berita Foto
Hari Internasional untuk Korban Terorisme 2026, Kolaborasi Perkuat Perlindungan Korban
Silence momen dan doa dalam acara Peringatan Hari Internasional untuk Peringatan dan Penghormatan bagi Korban Terorisme 2026 di Jakarta, Jum'at (21/8/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 21 Agustus 2026
Hari Internasional untuk Korban Terorisme 2026, Kolaborasi Perkuat Perlindungan Korban
Indonesia
BNPT Siapkan 111 Pencegahan Terorime Sejak Dini, 250 Anak Telah Berhasil Direhabilitasi
Ancaman terorisme saat ini sudah mulai bergeser. Kini, internet dijadikan sarana untuk melakukan rekrutmen, kontrapropaganda, hingga pendanaan terorisme
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 Juli 2026
BNPT Siapkan 111 Pencegahan Terorime Sejak Dini, 250 Anak Telah Berhasil Direhabilitasi
Indonesia
Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa Ditangkap Tak Jauh dari Sekolah
Tim penyidik Polda Metro Jaya saat ini tengah memeriksa intensif terduga pelaku teror bom SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa guna mengungkap motif asli tindakan tersebut
Angga Yudha Pratama - Senin, 13 Juli 2026
Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa Ditangkap Tak Jauh dari Sekolah
Indonesia
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Kadensus 88 AT Polri mengungkap pola baru terorisme digital yang menyasar generasi muda melalui algoritma, komunitas virtual, dan kerentanan psikologis.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Indonesia
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Wakapolri mengungkap pola baru terorisme dan ekstremisme yang kini berkembang melalui ruang digital. Polri juga menyoroti ratusan anak terpapar radikalisme di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Indonesia
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Densus 88 Antiteror Polri masih terus melakukan pengembangan dan pendalaman terhadap kedelapan tersangka tersebut
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 06 Mei 2026
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Indonesia
Prabowo Teken Perpres RAN PE, DPR Apresiasi Pendekatan Cegah Terorisme
Presiden RI, Prabowo Subianto, meneken Perpres RAN PE. DPR pun mengapresiasi pencegahan terorisme.
Soffi Amira - Selasa, 05 Mei 2026
Prabowo Teken Perpres RAN PE, DPR Apresiasi Pendekatan Cegah Terorisme
Indonesia
Aturan Pelibatan TNI Dalam Penanganan Terorisme Belum Diputus, Masih Dirumuskan
untuk aspek penegakan hukum, peran Polri tetap menjadi yang utama. Sementara itu, pelibatan TNI akan disesuaikan dengan bentuk dan tingkat ancaman terorisme yang dihadapi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 10 Februari 2026
Aturan Pelibatan TNI Dalam Penanganan Terorisme Belum Diputus, Masih Dirumuskan
Bagikan