Pilpres 2019

Peneliti Senior LIPI: Banyak Narasi Tak Bermutu yang Diucapkan Elite Politik Selama Pilpres 2019

Eddy FloEddy Flo - Selasa, 09 April 2019
 Peneliti Senior LIPI: Banyak Narasi Tak Bermutu yang Diucapkan Elite Politik Selama Pilpres 2019

Pengamat politik senior LIPI Indria Samego (Foto: lipi.go.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Pengamat politik yang juga peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Indria Samego menilai, dalam hal pendidikan politik publik, Pilpres 2019 tidak banyak memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Menurut Indria Samego, selama Pilpres 2019 banyak narasi tak bermutu yang diucapkan elite politik. Sebab yang ada hanyalah saling sindir dan serang satu sama lain untuk menjatuhkan lawannya sehingga minim argumentasi yang mencerahkan.

Hal itu terbukti dengan adanya pernyataan dari kedua kubu tidak memberikan pendidikan politik bagi masyarakat, justru bisa jadi mengarah ke arah konflik pada saat pencoblosan 17 April 2019 mendatang.

Amien Rais serukan people power
Amien Rais memberikan keterangan pers di Rumah Pemenangan Partai Amanat Nasional (PAN) Jakarta Selatan (MP/Ponco Sulaksono)

"Karena ada informasi dan berita-berita yang mengarah kepada (konflik), satu bilang people power, satu bilang perang total. Seolah-olah pemilu ini berlangsung diwarnai tarik-menarik kepentingan," ucap Indria Samego dalam diskusi di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (9/4).

BACA JUGA: Hati-Hati Eksis di Medsos Selama Masa Tenang Pemilu 2019

Goda Titiek Soeharto Hingga Dapat Singkong Warnai Kampanye Prabowo di Yogyakarta

Warga Palangka Raya Kecewa Jokowi Batal Berkunjung ke Pusat Wisata Kuliner Sangomang

Peneliti yang mengambil spesialisasi bidang kepartaian itu menilai perang narasi dalam kontestasi pilpres sama sekali tidak menonjolkan pendidikan politik.

"Yang menonjol semangat untuk mencari jatuhnya lawan. Jadi posisi head to head yang mengakibatkan masing-masing kubu berusaha mendelegitimasi lawan baik kelompok 02 ke 01 atau sebaliknya," beber Indria.

Peneliti utama pada LIPI ini mencontohkan ucapan mantan Ketum PAN Amien Rais soal ajakan melakukan people power.

"Seolah-olah pemilu ini berlangsung diwarnai tarik menarik," pungkas Indria Samego.(Knu)

#Pilpres 2019 #Pemilu 2019 #Pengamat Politik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Polemik Ijazah Gibran Masih Berlanjut, Pengamat Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum
Polemik ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, kini belum mereda. Direktur P3S, Jerry Massie, menilai setiap calon pejabat negara harus memenuhi persyaratan.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Polemik Ijazah Gibran Masih Berlanjut, Pengamat Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum
Indonesia
Pengamat Sebut Polemik Ijazah Gibran Belum Tertutup, Ada Peluang Pembahasan di DPR
Polemik ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, kemungkinan berlanjut ke DPR. Hal itu diungkapkan Direktur P3S, Jerry Massie.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Pengamat Sebut Polemik Ijazah Gibran Belum Tertutup, Ada Peluang Pembahasan di DPR
Indonesia
Polemik Ijazah Gibran Berpotensi Pengaruhi Elektabilitas di Pilpres 2029, ini Kata Pengamat
Polemik ijazah Gibran Rakabuming Raka bisa memengaruhi elektabilitas di Pilpres 2029. Pengamat pun mengungkap dampaknya.
Soffi Amira - Rabu, 07 Oktober 2026
Polemik Ijazah Gibran Berpotensi Pengaruhi Elektabilitas di Pilpres 2029, ini Kata Pengamat
Indonesia
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia diperkirakan menuju kapitalisme negara atau welfare state. Ekonom mengungkapkan risikonya.
Soffi Amira - Jumat, 04 September 2026
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia
Pengamat Curiga Ada Oknum Lain di Kejagung, Minta Febrie Adriansyah Bongkar Pemilik Emas dan Uang Sitaan
Pengamat Politik, Fernando Emas, mencurigai ada oknum lain di Kejagung dalam kasus korupsi eks Jampidsus, Febrie Adriansyah.
Soffi Amira - Kamis, 16 Juli 2026
Pengamat Curiga Ada Oknum Lain di Kejagung, Minta Febrie Adriansyah Bongkar Pemilik Emas dan Uang Sitaan
Indonesia
Kasus Febrie Adriansyah Dinilai tak Berdiri Sendiri, Pengamat: Bongkar Semua yang Terlibat
Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, meminta semua nama yang terlibat dalam kasus Febrie Adriansyah dibongkar.
Soffi Amira - Selasa, 14 Juli 2026
Kasus Febrie Adriansyah Dinilai tak Berdiri Sendiri, Pengamat: Bongkar Semua yang Terlibat
Indonesia
Pengamat: Pola Komunikasi Pemerintahan Prabowo Kini Makin Terpusat di Lingkaran Inti Presiden
Direktur Eksekutif Citra Institute Yusak Farchan menilai pola komunikasi pemerintahan Prabowo semakin terpusat pada figur-figur di lingkaran inti Presiden.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Pengamat: Pola Komunikasi Pemerintahan Prabowo Kini Makin Terpusat di Lingkaran Inti Presiden
Indonesia
DPR Soroti Fenomena 'Inflasi Pengamat', Kritik Dinilai Bisa Jadi Propaganda
DPR menilai fenomena 'inflasi pengamat' relevan. Habiburokhman menyebut sebagian kritik bersifat provokatif hingga berpotensi jadi propaganda politik.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
DPR Soroti Fenomena 'Inflasi Pengamat', Kritik Dinilai Bisa Jadi Propaganda
Indonesia
Perang AS-Israel vs Iran, Pengamat Minta Indonesia Tetap Netral dan Dorong Perdamaian
Perang AS-Israel vs Iran kini makin memanas. Pengamat pun meminta Indonesia agar tetap netral dan mendorong perdamaian.
Soffi Amira - Jumat, 06 Maret 2026
Perang AS-Israel vs Iran, Pengamat Minta Indonesia Tetap Netral dan Dorong Perdamaian
Indonesia
Pengamat Sebut Konflik AS-Israel vs Iran Berpotensi Jadi Krisis Global, jika Rusia dan China Terlibat
Perang antara AS-Israel vs Iran bisa menjadi krisis global, jika Rusia dan China ikut terlibat.
Soffi Amira - Kamis, 05 Maret 2026
Pengamat Sebut Konflik AS-Israel vs Iran Berpotensi Jadi Krisis Global, jika Rusia dan China Terlibat
Bagikan