Pengamat Sebut Konflik AS-Israel vs Iran Berpotensi Jadi Krisis Global, jika Rusia dan China Terlibat

Soffi AmiraSoffi Amira - Kamis, 05 Maret 2026
Pengamat Sebut Konflik AS-Israel vs Iran Berpotensi Jadi Krisis Global, jika Rusia dan China Terlibat

Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari 2026. Foto X

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran tengah berkecamuk.

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie menilai, eskalasi dapat meluas apabila negara besar lain yang ‘pro Iran’, seperti Rusia atau China ikut terlibat secara langsung.

“Kalau kekuatan besar masuk, maka potensi konflik regional bisa berubah menjadi krisis global,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/3).

Namun sejauh ini, menurut Jerry, belum terlihat indikasi keterlibatan militer langsung dari negara-negara tersebut dalam konflik terbuka.

Baca juga:

Konflik AS-Israel dan Iran Memanas, DPRD DKI Minta Pemprov DKI Antisipasi Kenaikan Harga Bahan Pokok

Jerry juga menilai faktor geopolitik dan energi tidak bisa diabaikan. Kawasan Teluk, termasuk jalur strategis seperti Selat Hormuz, merupakan jalur vital distribusi minyak dunia.

“Selama kepentingan energi dan keamanan regional menjadi taruhan, konflik ini akan terus memiliki dimensi strategis yang kompleks,” katanya.

Jerry menganggap, perbandingan kekuatan militer antara Amerika Serikat dan Iran sangat timpang dan dapat diibaratkan “langit dan Bumi."

Menurut Jerry, dari sisi anggaran pertahanan saja perbedaannya sangat signifikan.

Baca juga:

Perang AS-Israel vs Iran Meluas, DPR Sarankan WNI Dievakuasi ke Negara Tetangga

Amerika Serikat mengalokasikan anggaran militer sekitar 895 miliar dolar AS per tahun, sementara Iran berada di kisaran belasan miliar dolar AS.

“Secara kuantitatif dan teknologi, kekuatan militer Amerika jauh di atas Iran. Baik dari jumlah pesawat tempur, kapal induk, hingga sistem pertahanan rudal,” ujar Jerry.

Ia mencontohkan keberadaan pesawat pembom siluman, seperti Northrop B-2 Spirit serta jet tempur generasi kelima Lockheed Martin F-22 Raptor, yang dinilai memiliki keunggulan signifikan dalam teknologi siluman dan daya hancur.

Selain itu, Amerika Serikat juga memiliki kapal induk kelas dunia seperti USS Gerald R. Ford dan USS Abraham Lincoln yang mampu membawa ribuan personel serta puluhan pesawat tempur dalam satu armada tempur.

Baca juga:

Iran Hentikan Ekspor Pangan, DPR Ingatkan Dampaknya Bisa Merembet ke Indonesia

“Dari sisi alutsista dan proyeksi kekuatan, Iran akan menghadapi tantangan besar jika berhadapan langsung dalam perang terbuka,” katanya.

Jerry menekankan, meskipun perbandingan kekuatan terlihat timpang, dinamika perang modern tidak hanya ditentukan oleh angka dan anggaran, tetapi juga strategi, aliansi, serta stabilitas domestik masing-masing negara.

“Superioritas militer tidak selalu menjamin kemenangan cepat. Faktor diplomasi dan tekanan internasional juga sangat menentukan,” tutupnya. (knu)

#Konflik Israel-Iran #Amerika Serikat #Pengamat Politik #Perang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Indonesia
Polemik Ijazah Gibran Masih Berlanjut, Pengamat Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum
Polemik ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, kini belum mereda. Direktur P3S, Jerry Massie, menilai setiap calon pejabat negara harus memenuhi persyaratan.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Polemik Ijazah Gibran Masih Berlanjut, Pengamat Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum
Indonesia
Pengamat Sebut Polemik Ijazah Gibran Belum Tertutup, Ada Peluang Pembahasan di DPR
Polemik ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, kemungkinan berlanjut ke DPR. Hal itu diungkapkan Direktur P3S, Jerry Massie.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Pengamat Sebut Polemik Ijazah Gibran Belum Tertutup, Ada Peluang Pembahasan di DPR
Indonesia
Polemik Ijazah Gibran Berpotensi Pengaruhi Elektabilitas di Pilpres 2029, ini Kata Pengamat
Polemik ijazah Gibran Rakabuming Raka bisa memengaruhi elektabilitas di Pilpres 2029. Pengamat pun mengungkap dampaknya.
Soffi Amira - Rabu, 07 Oktober 2026
Polemik Ijazah Gibran Berpotensi Pengaruhi Elektabilitas di Pilpres 2029, ini Kata Pengamat
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Bagikan