Publik Figur Dinilai Hiasi Bencana Sumatra dengan Narasi Menyesatkan, Pengamat: Hanya Memperpanjang Penderitaan Korban

Soffi AmiraSoffi Amira - Senin, 08 Desember 2025
Publik Figur Dinilai Hiasi Bencana Sumatra dengan Narasi Menyesatkan, Pengamat: Hanya Memperpanjang Penderitaan Korban

Bencana longsor di Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Foto: Dok. BNPB

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Bencana alam yang terjadi di Sumatra kini banyak diisi narasi menyesatkan dan saling tuding menuding.

Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Veritas Institut, Aldi Tahir, mengajak para figur publik dan influencer untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi, khususnya berkaitan dengan isu kekerasan seksual dan kondisi darurat kemanusiaan.

Menurut Aldi, setiap ucapan di ruang publik memiliki dampak.

“Karena itu, dibutuhkan tanggung jawab moral agar narasi yang disampaikan tidak justru memperpanjang penderitaan korban dan merusak kepercayaan publik,” jelas Aldi kepada wartawan di Jakarta, Senin (8/10).

Baca juga:

Bukan Cuma Kemenhut, Bencana Sumatra Dinilai Jadi 'Kesalahan Besar' Kementerian Lain

Aldi menegaskan, penyampaian informasi yang belum terkonfirmasi justru dapat menimbulkan trauma baru bagi korban dan keluarganya, serta memicu kepanikan di tengah masyarakat yang sedang berada dalam situasi darurat bencana.

"Jika disampaikan tanpa data resmi dan verifikasi yang jelas, narasi seperti itu sangat berisiko melukai korban untuk kedua kalinya," ujar Aldi.

Ia menilai, ruang digital seharusnya digunakan untuk menguatkan solidaritas dan edukasi publik, bukan untuk menyebarkan cerita sepihak yang belum tentu benar.

Apalagi, masyarakat di wilayah bencana sedang berada dalam kondisi rentan, baik secara fisik maupun psikologis.

Baca juga:

Kabupaten Agam dan Pesisir Selatan Sumbar Belum Dialiri Listrik, Kapolda: Akses Jalan Terputus dan Potensi Bencana Susulan

Saat situasi bencana, yang dibutuhkan masyarakat adalah ketenangan, informasi yang akurat, serta edukasi yang membangun.

“Bukan narasi yang bisa memicu ketakutan, stigma, dan kecurigaan," katanya.

Aldi meminta agar kritik disampaikan secara objektif dan berbasis data. Kritik itu penting dalam demokrasi, tetapi harus dibangun di atas fakta.

“Kita juga harus adil melihat kerja keras TNI, Polri, BNPB, tenaga medis, relawan, dan pemerintah daerah yang selama ini berada di garis depan membantu para korban," jelasnya. (knu)

#Bencana Alam #Banjir Sumatra #Pengamat Politik #Kemanusiaan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
BNPB Ungkap Aktivitas Gempa Susulan di Flores Mulai Menurun, Masih Bisa Terjadi 3-4 Minggu
Gempa susulan di Flores kini mulai menurun. Namun, BNPB tetap mengingatkan warga agar tetap waspada.
Soffi Amira - Rabu, 26 Agustus 2026
BNPB Ungkap Aktivitas Gempa Susulan di Flores Mulai Menurun, Masih Bisa Terjadi 3-4 Minggu
Indonesia
110 Ribu Warga Masih Mengungsi akibat Gempa NTT, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai
Sebanyak 110 ribu pengungsi gempa di NTT kini terancam terkena penyakit. Air bersih dan sanitasi pun terbatas.
Soffi Amira - Selasa, 25 Agustus 2026
110 Ribu Warga Masih Mengungsi akibat Gempa NTT, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai
Indonesia
Langkah Pengiriman Logistik ke Daerah Bencana NTT dan Karhutla, Pemerintah Pastikan Warga Terdampak Tidak Berjalan Sendiri
Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengumumkan hingga Minggu (23/8) total jumlah korban jiwa akibat gempa bumi yang menimpa Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 91 jiwa.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 24 Agustus 2026
Langkah Pengiriman Logistik ke Daerah Bencana NTT dan Karhutla, Pemerintah Pastikan Warga Terdampak Tidak Berjalan Sendiri
Indonesia
Korban Gempa NTT Kini Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi
Korban gempa NTT kini masih terus bertambah. Kini, ada 83 orang meninggal dunia dan 110.875 jiwa mengungsi.
Soffi Amira - Sabtu, 22 Agustus 2026
Korban Gempa NTT Kini Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi
Indonesia
JHL Foundation Jadi yang Pertama Tiba, Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Sikka NTT
JHL Foundation menjadi yang pertama menyalurkan bantuan untuk warga Desa Bhera, Sikka, NTT.
Soffi Amira - Jumat, 21 Agustus 2026
JHL Foundation Jadi yang Pertama Tiba, Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Sikka NTT
Indonesia
BAZNAS Proyeksikan Kerugian Akibat Gempa Bumi di NTT Rp 2,2 Triliun
Angka itu berasal dari kajian Damage and Loss Assessment (DALA) Direktorat Riset, Kajian, dan Pengembangan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) berdasarkan data hingga 18 Agustus 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 Agustus 2026
BAZNAS Proyeksikan Kerugian Akibat Gempa Bumi di NTT Rp 2,2 Triliun
Indonesia
Pemprov DKI Jakarta Kirim Bantuan Rp 5,8 Miliar untuk Korban Gempa NTT
Pemprov DKI Jakarta menyalurkan bantuan Rp 5,8 miliar untuk korban gempa NTT. Distribusi bantuan segera dilakukan.
Soffi Amira - Kamis, 20 Agustus 2026
Pemprov DKI Jakarta Kirim Bantuan Rp 5,8 Miliar untuk Korban Gempa NTT
Indonesia
Polisi Pakai CN 295 dan Helikopter Bell 429 Sebar Bantuan Bagi Korban Gempa NTT
Selain pengiriman logistik menggunakan pesawat CN 295, Polri juga terus menjangkau wilayah terdampak melalui jalur udara menggunakan Helikopter Bell 429 registrasi P-3202.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 20 Agustus 2026
Polisi Pakai CN 295 dan Helikopter Bell 429 Sebar Bantuan Bagi Korban Gempa NTT
Indonesia
Indonesia Masih Sanggup, Kemenlu Tegaskan Belum Perlu Bantuan Asing untuk Gempa NTT
Kemenlu RI menegaskan penanganan gempa NTT masih bisa dilakukan dengan kapasitas nasional, belum butuh bantuan dari asing.
Wisnu Cipto - Kamis, 20 Agustus 2026
Indonesia Masih Sanggup, Kemenlu Tegaskan Belum Perlu Bantuan Asing untuk Gempa NTT
Indonesia
InJourney Group Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Kirim 4,6 Ton Beras hingga Air Minum
InJourney Group bergerak membantu korban gempa NTT. Sebanyak 4,6 ton beras hingga ribuan liter air telah disalurkan.
Soffi Amira - Rabu, 19 Agustus 2026
InJourney Group Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Kirim 4,6 Ton Beras hingga Air Minum
Bagikan