Siswa Aceh Utara Belajar di Lumpur, DPR Desak Bantuan Perabotan
Ilustrasi: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti terus bergerak memulihkan sistem pendidikan di wilayah bencana dengan menyalurkan langsung bantuan bagi sekolah terdampak bencana di Aceh
Merahputih.com - Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, melontarkan kritik keras terhadap lambatnya pemulihan fasilitas pendidikan di Aceh Utara pascamusibah.
Dalam Rapat Kerja bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah di Gedung Nusantara I, Senayan, Rabu (21/1), ia mengungkap fakta memprihatinkan mengenai kondisi siswa yang harus belajar di tengah sisa-sisa lumpur.
“Faktanya di lapangan masih banyak lumpur yang berakibat pada terhambatnya proses belajar-mengajar, perabotan sederhana berupa meja dan papan tulis juga masih belum terpenuhi,” jelas Sofyan dalam keterangannya, Kamis (22/1).
Baca juga:
Transfer Daerah ke Aceh, Sumut dan Sumbar Tidak Jadi Dipotong, DPR: Percepat Pemulihan dari Bencana
Sekolah Darurat yang Tidak Manusiawi
Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini menyoroti bagaimana proses pembelajaran terpaksa dilakukan secara darurat dalam satu ruangan yang sesak.
Sebagian besar siswa terpaksa duduk lesehan di lantai karena meja dan kursi mereka hancur terendam banjir dan lumpur. Selain hilangnya perabotan, perlengkapan dasar siswa seperti buku dan alat tulis pun masih menjadi barang langka.
“Perlengkapan wajib anak sekolah seperti buku dan alat tulis juga harus disiapkan,” imbuh Sofyan.
Ia menekankan bahwa pemerintah harus hadir dengan bantuan konkret agar anak-anak tidak berlama-lama terjebak dalam situasi pendidikan yang tidak layak.
Tunjangan Guru dan Kondisi Tenda Darurat
Tak hanya soal infrastruktur, Sofyan juga menyoroti kesejahteraan tenaga pendidik dan kondisi tenda darurat yang jauh dari kata nyaman.
Baca juga:
Jejak Hitam Bripda MR, Desersi Brimob Aceh yang Gabung Tentara Bayaran Rusia
Sofyan menerima laporan bahwa tenda yang digunakan untuk belajar terasa sangat panas saat siang hari, sehingga sangat mengganggu konsentrasi siswa dan guru.
“Jadi intinya hak-haknya harus segera terpenuhi Pak Menteri, hari demi hari juga harus dipantau terus perkembangannya karena begitu banyaknya siswa yang terdampak,” tuturnya.
Untuk itu, Sofyan mendesak agar tunjangan darurat bagi guru yang terdampak bencana segera dicairkan sebagai bentuk dukungan moral dan finansial bagi mereka yang tetap mengajar di tengah keterbatasan.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Siswa Aceh Utara Belajar di Lumpur, DPR Desak Bantuan Perabotan
DPR Curiga Program Magang Cuma Akal-akalan Perusahaan Cari Upah Murah, Buruh Tetap Terancam
Komisi I DPR Minta Pemerintah Mainkan Peran Diplomasi Internasional, Cegah Perang Dunia III
Dugaan Siswa Fiktif Terima MBG Gegerkan Sampang, Legislator Tegaskan Wajib Diusut
Masa Transisi KUHP Baru Dinilai Rawan, DPR Wanti-Wanti Kekosongan Hukum
Indonesia Kalah Saing dengan Negara Tetangga dalam Urusan Pariwisata, DPR 'Semprot' Pemerintah
BMKG Minta Masyarakat Jawa Timur Waspada Bencana Hidrometeorologi Dampak Cuaca Ekstrem hingga 30 Januari
Cuaca Ekstrem Berpotensi Melanda Sebagian Besar Wilayah Bali hingga 27 Januari
Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Penyebab Banjir di Sumatra, ini Daftar Lengkapnya
Nasib Hakim Luar Jawa Dianaktirikan, DPR Desak Aturan Karier Segera Disahkan