Siswa Aceh Utara Belajar di Lumpur, DPR Desak Bantuan Perabotan

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 22 Januari 2026
Siswa Aceh Utara Belajar di Lumpur, DPR Desak Bantuan Perabotan

Ilustrasi: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti terus bergerak memulihkan sistem pendidikan di wilayah bencana dengan menyalurkan langsung bantuan bagi sekolah terdampak bencana di Aceh

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, melontarkan kritik keras terhadap lambatnya pemulihan fasilitas pendidikan di Aceh Utara pascamusibah.

Dalam Rapat Kerja bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah di Gedung Nusantara I, Senayan, Rabu (21/1), ia mengungkap fakta memprihatinkan mengenai kondisi siswa yang harus belajar di tengah sisa-sisa lumpur.

“Faktanya di lapangan masih banyak lumpur yang berakibat pada terhambatnya proses belajar-mengajar, perabotan sederhana berupa meja dan papan tulis juga masih belum terpenuhi,” jelas Sofyan dalam keterangannya, Kamis (22/1).

Baca juga:

Transfer Daerah ke Aceh, Sumut dan Sumbar Tidak Jadi Dipotong, DPR: Percepat Pemulihan dari Bencana

Sekolah Darurat yang Tidak Manusiawi

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini menyoroti bagaimana proses pembelajaran terpaksa dilakukan secara darurat dalam satu ruangan yang sesak.

Sebagian besar siswa terpaksa duduk lesehan di lantai karena meja dan kursi mereka hancur terendam banjir dan lumpur. Selain hilangnya perabotan, perlengkapan dasar siswa seperti buku dan alat tulis pun masih menjadi barang langka.

“Perlengkapan wajib anak sekolah seperti buku dan alat tulis juga harus disiapkan,” imbuh Sofyan.

Ia menekankan bahwa pemerintah harus hadir dengan bantuan konkret agar anak-anak tidak berlama-lama terjebak dalam situasi pendidikan yang tidak layak.

Tunjangan Guru dan Kondisi Tenda Darurat

Tak hanya soal infrastruktur, Sofyan juga menyoroti kesejahteraan tenaga pendidik dan kondisi tenda darurat yang jauh dari kata nyaman.

Baca juga:

Jejak Hitam Bripda MR, Desersi Brimob Aceh yang Gabung Tentara Bayaran Rusia

Sofyan menerima laporan bahwa tenda yang digunakan untuk belajar terasa sangat panas saat siang hari, sehingga sangat mengganggu konsentrasi siswa dan guru.

“Jadi intinya hak-haknya harus segera terpenuhi Pak Menteri, hari demi hari juga harus dipantau terus perkembangannya karena begitu banyaknya siswa yang terdampak,” tuturnya.

Untuk itu, Sofyan mendesak agar tunjangan darurat bagi guru yang terdampak bencana segera dicairkan sebagai bentuk dukungan moral dan finansial bagi mereka yang tetap mengajar di tengah keterbatasan.

#DPR #DPR RI #Aceh #Sekolah #Anak Sekolah #Sekolah Dasar #Bencana Alam #Bencana Nasional #Bencana Hidrometeorologi
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Komisi I DPR Nilai Pengerahan Komcad saat Demo Mahasiswa Berpotensi Picu Konflik Horizontal
Komcad bukanlah aparat yang memiliki tugas utama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dwi Astarini - 26 menit lalu
Komisi I DPR Nilai Pengerahan Komcad saat Demo Mahasiswa Berpotensi Picu Konflik Horizontal
Indonesia
Gunung Semeru Siaga, BPBD Lumajang Minta Warga Waspada Awan Panas
Warga juga harus mewaspadai ancaman sekunder berupa aliran lahar dingin di sepanjang sungai berhulu di Gunung Semeru, terutama saat hujan turun
Angga Yudha Pratama - Senin, 15 Juni 2026
Gunung Semeru Siaga, BPBD Lumajang Minta Warga Waspada Awan Panas
Indonesia
DPRD DKI Ingatkan jangan Sampai Ada Pungli dalam Pendaftaran Sekolah Swasta Gratis Jakarta
Pemprov DKI didorong melakukan pengawalan dan pengawasan yang ketat terhadap program tersebut.
Dwi Astarini - Minggu, 14 Juni 2026
DPRD DKI Ingatkan jangan Sampai Ada Pungli dalam Pendaftaran Sekolah Swasta Gratis Jakarta
Indonesia
Penetapan Harga Acuan Baru, DPR Minta Peternak Berani Laporkan Mafia Telur
Kebijakan ini menjadi krusial setelah para peternak mengeluhkan anjloknya harga telur hingga menyentuh Rp 24.000 per kilogram.
Dwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
Penetapan Harga Acuan Baru, DPR Minta Peternak Berani Laporkan Mafia Telur
Indonesia
Pemerintah Targetkan Revitalisasi 71.744 Sekolah dari TK hingga SMA
Hingga saat ini, pemerintah telah menyelesaikan sekitar 70 persen dari target awal revitalisasi 11.744 sekolah.
Dwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
Pemerintah Targetkan Revitalisasi 71.744 Sekolah dari TK hingga SMA
Indonesia
Harga Pertamax Naik 32 Persen, DPR Minta ESDM Transparan soal Dasar Perhitungannya
Anggota Komisi XII DPR RI mendesak Kementerian ESDM dan Pertamina menjelaskan secara transparan dasar kenaikan harga Pertamax yang disebut mencapai 32 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 12 Juni 2026
Harga Pertamax Naik 32 Persen, DPR Minta ESDM Transparan soal Dasar Perhitungannya
Indonesia
BPJS Kesehatan Defisit Rp 2 Triliun Tiap Bulan, DPR Minta Evaluasi Total
Persoalan defisit tidak boleh dipandang sebagai masalah rutin yang cukup diatasi melalui suntikan dana jangka pendek. 

Dwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
BPJS Kesehatan Defisit Rp 2 Triliun Tiap Bulan, DPR Minta Evaluasi Total
Indonesia
Pertamina-Kementerian ESDM Bakal Dimintai Keterangan Soal Lonjakan Harga Pertamax
Kelompok masyarakat pengguna produk PSO merupakan prioritas utama perlindungan ekonomi dari hantaman inflasi global
Angga Yudha Pratama - Kamis, 11 Juni 2026
Pertamina-Kementerian ESDM Bakal Dimintai Keterangan Soal Lonjakan Harga Pertamax
Indonesia
DPR Endus Kejanggalan Dana Kementerian HAM, Tantang Transparansi Penggunaan Uang Rakyat
Kementerian HAM sejatinya mengajukan kebutuhan total sebesar Rp3,982 triliun, namun otoritas fiskal hanya menyetujui pagu indikatif sebesar Rp728,1 miliar
Angga Yudha Pratama - Kamis, 11 Juni 2026
DPR Endus Kejanggalan Dana Kementerian HAM, Tantang Transparansi Penggunaan Uang Rakyat
Indonesia
DPR Janji UU Kepolisian Terbaru Bikin Wajah Polri Bebas Citra Negatif
Aturan terkini turut merombak total struktur Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas)
Angga Yudha Pratama - Kamis, 11 Juni 2026
DPR Janji UU Kepolisian Terbaru Bikin Wajah Polri Bebas Citra Negatif
Bagikan