Nicolas Maduro Ditangkap AS, Jerry Massie Ungkap 2 Alasan Utama di Baliknya

Soffi AmiraSoffi Amira - Senin, 05 Januari 2026
Nicolas Maduro Ditangkap AS, Jerry Massie Ungkap 2 Alasan Utama di Baliknya

Presiden Venezuela Nicolas Maduro. ANTARA/REUTERS/Manaure Quintero/pri.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com – Penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, yang dilakukan Amerika Serikat (AS) seolah membuat dunia gempar.

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie mengatakan, Maduro menjadi target utama Amerika Serikat dibawah kepemimpinan Presiden Donald Trump.

Ia menyebutkan, ada dua alasan Maduro ditangkap, yakni perdagangan senjata api ilegal dan keterlibatan dalam penyeludupan narkotika ke Amerika.

Berkat penangkapan tersebut, sejumlah sekutu Amerika ikut bersorak seperti Argentina, Ekuador, hingga Israel.

Baca juga:

Krisis Venezuela Jadi Alarm Keras, DPR Desak Ketahanan Energi Nasional Diperkuat

“Bukan hanya itu, jutaan rakyat Venezuela pun ikut bersorak atas penangkapan pemimpin dikatator sosialis ini,” kata Jerry kepada wartawan di Jakarta, Senin (5/1).

Jerry menyatakan, ada satu keuntungan Trump dengan take over (mengambil alih) Venezuela, yakni bisa menguasai hasil kekayaan alam Venezuela. Lalu, cadangan minyak terbesar di dunia sebesar 303 miliar barel mengalahkan Arab Saudi, Iran, Irak dan UEA.

“Amerika saja hanya mempunyai cadangan hanya 74 miliar barel jauh di atas Venezuela,” tutur Jerry.

Namun, sejumlah negara kolega Venezuela, seperti China, Korea Utara, Kuba, Kolumbia, Prancis, hingga Rusia tentu saja merasa terusik dengan langkah Trump ini.

Baca juga:

Jazuli Nilai Serangan AS Langgar Kedaulatan Venezuela dan Abaikan Piagam PBB, Bahaya jika Dibiarkan

“Yang paling terpukul saya kira RRC, lantaran sejumlah pejabat China barusan bertemu dengan Maduro,” ujarnya.

Jerry memperkirakan, hal itu bisa memperburuk hubungan AS dengan sejumlah sekutu Venezuela.

Sebagai informasi, kini Mahkamah Agung menunjuk Wapres Dulcy Rodriquez menggantikan posisi Maduro. Sejauh ini, Jerry memaparkan, sudah ada empat kepala pemerintahan yang ditangkap dan diekstradisi AS.

Empat kepala pemerintahan tersebut adalah Pemimpin Filipina Emilio Aquinaldo, Presiden Panama Manuel Noriega, Pemimpin Irak Saddam Husein, dan terakhir Nicolas Maduro.

“Penangkapan ini, secara nyata, menunjukan kekuatan militer Amerika Serikat khususnya pasukan elit mereka Delta Force,” ujarnya. (knu)

# Nicolas Maduro #AS Tangkap Nicolas Maduro #Pengamat Politik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Polemik Ijazah Gibran Masih Berlanjut, Pengamat Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum
Polemik ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, kini belum mereda. Direktur P3S, Jerry Massie, menilai setiap calon pejabat negara harus memenuhi persyaratan.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Polemik Ijazah Gibran Masih Berlanjut, Pengamat Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum
Indonesia
Pengamat Sebut Polemik Ijazah Gibran Belum Tertutup, Ada Peluang Pembahasan di DPR
Polemik ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, kemungkinan berlanjut ke DPR. Hal itu diungkapkan Direktur P3S, Jerry Massie.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Pengamat Sebut Polemik Ijazah Gibran Belum Tertutup, Ada Peluang Pembahasan di DPR
Indonesia
Polemik Ijazah Gibran Berpotensi Pengaruhi Elektabilitas di Pilpres 2029, ini Kata Pengamat
Polemik ijazah Gibran Rakabuming Raka bisa memengaruhi elektabilitas di Pilpres 2029. Pengamat pun mengungkap dampaknya.
Soffi Amira - Rabu, 07 Oktober 2026
Polemik Ijazah Gibran Berpotensi Pengaruhi Elektabilitas di Pilpres 2029, ini Kata Pengamat
Indonesia
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia diperkirakan menuju kapitalisme negara atau welfare state. Ekonom mengungkapkan risikonya.
Soffi Amira - Jumat, 04 September 2026
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia
Pengamat Curiga Ada Oknum Lain di Kejagung, Minta Febrie Adriansyah Bongkar Pemilik Emas dan Uang Sitaan
Pengamat Politik, Fernando Emas, mencurigai ada oknum lain di Kejagung dalam kasus korupsi eks Jampidsus, Febrie Adriansyah.
Soffi Amira - Kamis, 16 Juli 2026
Pengamat Curiga Ada Oknum Lain di Kejagung, Minta Febrie Adriansyah Bongkar Pemilik Emas dan Uang Sitaan
Indonesia
Kasus Febrie Adriansyah Dinilai tak Berdiri Sendiri, Pengamat: Bongkar Semua yang Terlibat
Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, meminta semua nama yang terlibat dalam kasus Febrie Adriansyah dibongkar.
Soffi Amira - Selasa, 14 Juli 2026
Kasus Febrie Adriansyah Dinilai tak Berdiri Sendiri, Pengamat: Bongkar Semua yang Terlibat
Indonesia
Pengamat: Pola Komunikasi Pemerintahan Prabowo Kini Makin Terpusat di Lingkaran Inti Presiden
Direktur Eksekutif Citra Institute Yusak Farchan menilai pola komunikasi pemerintahan Prabowo semakin terpusat pada figur-figur di lingkaran inti Presiden.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Pengamat: Pola Komunikasi Pemerintahan Prabowo Kini Makin Terpusat di Lingkaran Inti Presiden
Dunia
Gempa Dahsyat Hantam Venezuela, Presiden Maduro dari Balik Penjara AS Serukan Rakyat Bersatu
Dua gempa besar berkekuatan M 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela, menewaskan tiga orang.
Wisnu Cipto - Kamis, 25 Juni 2026
Gempa Dahsyat Hantam Venezuela, Presiden Maduro dari Balik Penjara AS Serukan Rakyat Bersatu
Indonesia
DPR Soroti Fenomena 'Inflasi Pengamat', Kritik Dinilai Bisa Jadi Propaganda
DPR menilai fenomena 'inflasi pengamat' relevan. Habiburokhman menyebut sebagian kritik bersifat provokatif hingga berpotensi jadi propaganda politik.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
DPR Soroti Fenomena 'Inflasi Pengamat', Kritik Dinilai Bisa Jadi Propaganda
Indonesia
Perang AS-Israel vs Iran, Pengamat Minta Indonesia Tetap Netral dan Dorong Perdamaian
Perang AS-Israel vs Iran kini makin memanas. Pengamat pun meminta Indonesia agar tetap netral dan mendorong perdamaian.
Soffi Amira - Jumat, 06 Maret 2026
Perang AS-Israel vs Iran, Pengamat Minta Indonesia Tetap Netral dan Dorong Perdamaian
Bagikan