Situasi Venezuela Pascaserangan AS, Kemlu RI: 37 WNI Dalam Kondisi Aman
Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Foto: Media Sosial)
MerahPutih.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus memantau situasi keamanan di Venezuela menyusul serangan Amerika Serikat (AS) dalam operasi penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Kemlu memastikan 37 warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Venezuela dalam kondisi aman dan sehat, namun tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan bahwa KBRI Caracas telah melakukan koordinasi intensif dengan otoritas setempat guna memastikan keselamatan WNI.
Selain itu, KBRI Caracas juga telah mengaktifkan sistem komunikasi cadangan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gangguan listrik atau pemadaman massal (blackout).
“KBRI Caracas juga sudah mengaktifkan alat komunikasi cadangan in case terjadi blackout. Kami sudah menyiapkan perangkat radio, telepon satelit, dan juga perangkat Starlink untuk memastikan komunikasi dengan pusat tidak terputus,” ujar Heni kepada wartawan di Jakarta, Kamis (8/1).
Baca juga:
Heni menegaskan bahwa berdasarkan laporan terkini dari KBRI Caracas, seluruh WNI yang tercatat di Venezuela berada dalam kondisi aman.
“Untuk mengantisipasi perkembangan, berdasarkan informasi dari KBRI Caracas, ke-37 WNI saat ini berada dalam kondisi aman dan sehat,” katanya.
Menurut Kemlu, situasi keamanan di Venezuela berangsur stabil setelah serangan AS yang terjadi pada Sabtu pekan lalu. Meski demikian, WNI diminta tetap waspada terhadap kemungkinan perkembangan situasi.
“Dalam situasi darurat, WNI diharapkan dapat segera menghubungi hotline KBRI Caracas dan juga hotline Direktorat Perlindungan WNI,” ujar Heni.
Baca juga:
Komisi I DPR Soroti Serangan AS ke Venezuela, Hukum Internasional Kian Diabaikan
Seperti diketahui, Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap oleh pasukan khusus Amerika Serikat di kediamannya di Caracas pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Penangkapan tersebut merupakan bagian dari operasi militer AS yang dinamakan Operasi Absolute Resolve.
Pemerintah AS mendakwa Maduro atas keterlibatan dalam konspirasi narkoba internasional, narko-terorisme, perdagangan kokain ke Amerika Serikat, serta pelanggaran kepemilikan senjata.
Usai penangkapan, Maduro dan istrinya, Cilia Flores, langsung dibawa ke Amerika Serikat. Saat ini, Maduro dilaporkan ditahan di Metropolitan Detention Center (MDC) Brooklyn. (Knu)
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
37 WNI di Venezuela Diimbau Waspada, KBRI Buka Hotline Darurat
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Situasi Venezuela Pascaserangan AS, Kemlu RI: 37 WNI Dalam Kondisi Aman
Komisi I DPR Soroti Serangan AS ke Venezuela, Hukum Internasional Kian Diabaikan
Pesawat CN-235 Buatan Indonesia Dipakai AS di Operasi Maduro, DPR: Perkuat Alutsista Nasional
Culik Nicolas Maduro, Presiden AS Donald Trump Klaim Venezuela akan Serahkan 50 Juta Barel Minyak kepada AS
AS Akan Kontrol Penjualan 50 Juta Barel Minyak Venezuela, Larang Kerjasama Dengan China
Venezuela Umumkan Masa Berkabung 7 Hari Hormati Korban Serangan Amerika Serikat
Mensesneg Pastikan Konflik AS-Venezuela tak Ganggu Negosiasi Tarif Impor RI
Aksi Solidaritas dan Dukungan untuk Rakyat Venezuela di Gedung Kedubes Amerika Serikat