Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela

Arsip - Presiden AS, Donald Trump. Foto: Dok. Setpres RI

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — AMERIKA Serikat menyatakan pemerintahan Presiden Donald Trump akan mengendalikan keputusan para pemimpin sementara Venezuela. Hal itu termasuk menguasai penjualan minyak negara tersebut tanpa batas waktu. Pernyataan ini dikeluarkan setelah AS menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Setelah penangkapan Maduro pada Sabtu lalu, Washington menyatakan telah menyita sebuah kapal tanker minyak yang terkait dengan Rusia setelah mengejarnya dari Venezuela. Tindakan ini jadi penegasan Trump atas dominasi AS di kawasan sekitarnya. Trump mengatakan Amerika Serikat akan mengelola Venezuela, meski tidak menempatkan pasukan darat di negara itu. Tampaknya, Trump akan melakukan hal itu dengan mengandalkan blokade laut serta ancaman penggunaan kekuatan lebih lanjut untuk memastikan kerja sama presiden sementara Delcy Rodriguez.

“Kami jelas memiliki pengaruh maksimum atas otoritas sementara di Venezuela saat ini. Kami terus berkoordinasi erat dengan otoritas sementara, dan keputusan mereka akan terus ditentukan oleh Amerika Serikat,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt dalam sebuah pengarahan, merujuk pada operasi AS yang menangkap Maduro pada Sabtu.

Pasukan khusus AS menangkap Presiden Maduro dan istrinya dari Caracas pada Sabtu dalam sebuah operasi kilat lalu membawa mereka ke New York untuk menghadapi persidangan atas tuduhan narkoba.

Presiden sementara Rodriguez, anggota lama lingkaran dalam Maduro yang sebelumnya menjabat wakil presiden dan menteri energi, berjanji akan bekerja sama dengan Amerika Serikat di tengah kekhawatiran bahwa Trump dapat mengejar perubahan rezim yang lebih luas.

Namun, pada Selasa (6/1), Rodriguez menegaskan tidak ada agen asing yang memerintah negara Amerika Selatan yang memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia itu. Washington sejauh ini mengindikasikan akan tetap mendukung Rodriguez dan menyingkirkan tokoh-tokoh oposisi, termasuk peraih Nobel Perdamaian Maria Corina Machado.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Rabu berkeras Amerika Serikat tidak bertindak tanpa perencanaan. Pernyataan itu ia sampaikan setelah bertemu para anggota parlemen di Capitol Hill yang kritis terhadap perencanaan setelah penangkapan Maduro. Anggota Kongres dari Partai Demokrat, Shri Thanedar, mengatakan kepada AFP bahwa ia sangat terkesan dengan militer AS, tetapi mengkritik pemerintahan Trump karena tidak memberi tahu para anggota parlemen mengenai operasi tersebut.

Baca juga:

Culik Nicolas Maduro, Presiden AS Donald Trump Klaim Venezuela akan Serahkan 50 Juta Barel Minyak kepada AS


Rencana Penjualan Minyak Venezuela




Sejauh ini, rencana AS sangat bergantung pada rencana Trump yang diungkap pada Selasa (6/1) sebagai kesepakatan agar Venezuela menyerahkan 30 hingga 50 juta barel minyak kepada Amerika Serikat untuk dijual. Perusahaan minyak negara Venezuela mengatakan pada Rabu bahwa mereka tengah membahas penjualan minyak dengan Amerika Serikat terkait dengan penjualan volume minyak dalam kerangka komersial yang sudah ada.

Namun, Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan sebelumnya pada Rabu bahwa Washington mengincar kendali jangka panjang atas minyak Venezuela. “Kami akan memasarkan minyak mentah yang keluar dari Venezuela, pertama minyak yang tersimpan dan tertahan ini, lalu tanpa batas waktu di masa depan, kami akan menjual produksi yang dihasilkan Venezuela,” kata Wright dalam sebuah acara energi Goldman Sachs.

Trump dijadwalkan bertemu pada Jumat dengan para eksekutif perusahaan minyak AS, yang menurutnya akan berinvestasi di fasilitas Venezuela yang tengah runtuh. Meski begitu, belum ada perusahaan yang menyatakan komitmen tegas di tengah gejolak di negara tersebut. “Ini hanya pertemuan untuk membahas peluang besar yang ada di hadapan perusahaan-perusahaan minyak ini saat ini,” kata Leavitt kepada wartawan.

Gedung Putih menambahkan sanksi terhadap beberapa bagian sektor minyak Venezuela akan dicabut untuk memfasilitasi ekspor minyak mentah ekstra-berat Venezuela. Washington juga mengandalkan blokade lautnya untuk mencegah Venezuela menjual minyak yang menurut AS berada di bawah sanksi kepada sekutu mereka, Rusia, China, dan Iran.

Pasukan AS pada Rabu menyita sebuah kapal tanker minyak di Atlantik Utara setelah mengejarnya dari lepas pantai Venezuela. Kapal tanker tersebut, yang sebelumnya bernama Bella-1, dalam beberapa pekan terakhir mengganti pendaftarannya menjadi Rusia.

Namun, Leavitt menegaskan bahwa kapal tanker tersebut telah dianggap tidak memiliki kewarganegaraan setelah mengibarkan bendera palsu.(dwi)

Baca juga:

AS Akan Kontrol Penjualan 50 Juta Barel Minyak Venezuela, Larang Kerjasama Dengan China

#Amerika Serikat #Donald Trump #Venezuela
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
AS Tawarkan Rp362 Miliar untuk Informasi Program Nuklir Iran, Ini Syaratnya
AS menawarkan hadiah hingga 20 juta dolar AS bagi pemberi informasi program nuklir Iran, termasuk fasilitas, peralatan, dan ilmuwan terkait.
ImanK - Sabtu, 07 November 2026
AS Tawarkan Rp362 Miliar untuk Informasi Program Nuklir Iran, Ini Syaratnya
Dunia
Trump Buka Opsi AS Lakukan Pendudukan di Iran dan Kuasai Selat Hormuz
Trump berpendapat, perang dengan Iran, yang kini memasuki bulan kesembilan, tidak dapat disebut sebagai perang karena “tidak ada seorang pun yang terluka”
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 07 November 2026
Trump Buka Opsi AS Lakukan Pendudukan di Iran dan Kuasai Selat Hormuz
Dunia
Pemilu Sela AS Terbitkan Harapan, Pemimpin Dunia Inginkan Reset
Harapan ini muncul setelah para pemilih memberikan kekalahan besar pada pemilu sela (midterm) bagi Presiden Donald Trump dan Partai Republik.
Dwi Astarini - Kamis, 05 November 2026
 Pemilu Sela AS Terbitkan Harapan, Pemimpin Dunia Inginkan Reset
Dunia
Partai Demokrat Menangi Pemilu Sela 2026, Mempercepat Status Donald Trump sebagai 'Lame Duck'
Hasil ini menjadi bentuk penolakan tegas dari puluhan juta pemilih terhadap kepemimpinan Presiden Donald Trump.
Dwi Astarini - Rabu, 04 November 2026
Partai Demokrat Menangi Pemilu Sela 2026, Mempercepat Status Donald Trump sebagai 'Lame Duck'
Dunia
Learjet 60 Jatuh di Florida, Satu Keluarga Dinyatakan sebagai Korban Tewas
Seorang pengusaha di bidang teknologi beserta keluarganya dinyatakan sebagai korban tewas pada Minggu tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 03 November 2026
Learjet 60 Jatuh di Florida, Satu Keluarga Dinyatakan sebagai Korban Tewas
Dunia
Selat Hormuz Belum Dibuka, Ini 7 Syarat Iran kepada Amerika Serikat
Iran mengajukan tujuh syarat kepada AS sebelum bersedia berunding dan membuka Selat Hormuz. Tuntutannya mencakup pencabutan sanksi hingga penghentian blokade.
Yusuf Abdillah - Selasa, 03 November 2026
Selat Hormuz Belum Dibuka, Ini 7 Syarat Iran kepada Amerika Serikat
Dunia
Trump Isyaratkan Serangan, Iran Peringatkan Perang Baru dengan AS Bisa Lebih Lama
Iran memperingatkan perang baru dengan Amerika Serikat bisa berlangsung lebih lama. Ancaman muncul setelah Donald Trump mengisyaratkan serangan lanjutan.
Yusuf Abdillah - Senin, 02 November 2026
Trump Isyaratkan Serangan, Iran Peringatkan Perang Baru dengan AS Bisa Lebih Lama
Dunia
9 Tewas dalam Insiden Jet Jatuh di Florida, Ciptakan sebuah Kawah Besar di Tengah Jalan Perumahan
Pesawat menukik ke tanah hampir secara vertikal dan meledak menjadi bola api besar.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
  9 Tewas dalam Insiden Jet Jatuh di Florida, Ciptakan sebuah Kawah Besar di Tengah Jalan Perumahan
Dunia
Wapres AS Yakin Donald Trump Tak Akan Biarkan Perang Tanpa Akhir dengan Iran
JD Vance menegaskan Donald Trump tidak akan membiarkan AS terjebak dalam perang berkepanjangan dengan Iran di tengah ketegangan dan mandeknya perundingan.
Yusuf Abdillah - Jumat, 30 Oktober 2026
Wapres AS Yakin Donald Trump Tak Akan Biarkan Perang Tanpa Akhir dengan Iran
ShowBiz
Neil Young Gugat Tim Kampanye Donald Trump, Perkara Pakai Lagu ‘Rockin' in the Free World’ untuk Kampanye
Young menyatakan penggunaan lagu miliknya yang dirilis pada 1989, 'Rockin' in the Free World', tanpa izin.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
 Neil Young Gugat Tim Kampanye Donald Trump, Perkara Pakai Lagu ‘Rockin' in the Free World’ untuk Kampanye
Bagikan