Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya

Presiden AS Donald Trump. (Foto: Partai Republik AS)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump telah menarik Amerika Serikat dari puluhan organisasi internasional, termasuk banyak lembaga yang bergerak dalam upaya memerangi perubahan iklim. Hampir setengah dari 66 lembaga yang terdampak keputusan ini terkait dengan PBB, termasuk Framework Convention on Climate Change (Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim/UNFCCC), sebuah perjanjian yang menjadi landasan bagi seluruh upaya internasional untuk memerangi pemanasan global.

Organisasi-organisasi yang bergerak di bidang pembangunan, kesetaraan gender, dan penanganan konflik, bidang-bidang yang berulang kali disebut pemerintahan Trump sebagai agenda globalis atau ‘woke’, juga masuk daftar tersebut. Gedung Putih mengatakan keputusan ini diambil karena lembaga-lembaga tersebut tidak lagi melayani kepentingan Amerika dan mendorong agenda yang tidak efektif atau bersifat bermusuhan.

Memorandum tersebut ditandatangani pada Rabu (8/1), setelah dilakukan peninjauan terhadap berbagai lembaga yang menurut Gedung Putih merupakan pemborosan uang pajak. “Penarikan diri ini akan mengakhiri pendanaan dan keterlibatan pembayar pajak Amerika dalam entitas-entitas yang memajukan agenda globalis di atas prioritas AS,” ujar pihak Gedung Putih dalam pernyataan mereka. Lebih jauh, Gedung Putih menyebut banyak organisasi tersebut mempromosikan kebijakan iklim radikal, tata kelola global, dan program ideologis yang bertentangan dengan kedaulatan serta kekuatan ekonomi AS.

Selain menarik diri dari UN Framework Convention on Climate Change, AS juga keluar dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), otoritas terkemuka dunia dalam ilmu pengetahuan iklim.

Baca juga:

Ditolak Tegas PM Greenland, Presiden AS Donald Trump Tetap Lanjutkan Niat Menganeksasi Greenland


Sementara itu, organisasi non-PBB yang terdampak antara lain lembaga-lembaga yang berfokus pada kerja sama energi bersih, tata kelola demokrasi, dan keamanan internasional, seperti International Solar Alliance, International Institute for Democracy and Electoral Assistance, dan Global Counter-Terrorism Forum.

Trump sebelumnya telah mencabut pendanaan dari banyak organisasi multilateral yang tidak disukainya dan pernah menolak konsensus ilmiah mengenai perubahan iklim akibat aktivitas manusia dengan menyebutnya sebagai ‘tipuan’.

Meskipun Konstitusi AS mengizinkan presiden untuk bergabung dengan perjanjian internasional dengan persetujuan dua pertiga senator yang hadir, konstitusi tidak secara jelas mengatur proses penarikan diri. Hal itu berarti langkah Trump berpotensi menghadapi tantangan hukum. Penarikan terbaru ini terjadi setelah keputusan Trump pada 2025, yakni kembali menarik AS dari Paris Climate Agreement untuk kedua kalinya, serta keputusannya untuk tidak mengirim delegasi ke KTT iklim COP30 di Brasil.

AS juga sebelumnya telah keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dewan HAM PBB, dan badan kebudayaan PBB, UNESCO. Para pemimpin Eropa mengkritik keputusan terbaru ini, memperingatkan bahwa langkah tersebut akan melemahkan kerja sama global.(dwi)

Baca juga:

Pemerintahan Donald Trump akan Bubarkan NCAR, Sebut Pebuhan Iklim hanya Tipuan

#Amerika Serikat #Donald Trump #PBB
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Tekno
Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Sejumlah raksasa AI, termasuk Anthropic, telah menyerukan perlambatan dalam pengembangan guna memberikan waktu bagi langkah-langkah keselamatan.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
 Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Perdana Menteri Nepal Sebut Banjir Bandang Peringatan bagi Dunia, Desak Kerja Sama Global untuk Hadapi Krisis
Pemanasan global telah merusak stabilitas ekologi Himalaya yang rapuh, melelehkan permafrost serta gletser, dan mempercepat timbulnya berbagai bahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 25 September 2026
Perdana Menteri Nepal Sebut Banjir Bandang Peringatan bagi Dunia, Desak Kerja Sama Global untuk Hadapi Krisis
Indonesia
Di New York, Menlu Sugiono Galang Dukungan Indonesia untuk DK PBB 2029-2030
Menlu Sugiono memanfaatkan rangkaian Sidang Umum PBB di New York untuk menggalang dukungan bagi pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB 2029-2030.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
Di New York, Menlu Sugiono Galang Dukungan Indonesia untuk DK PBB 2029-2030
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Dunia
Indonesia Ikut Aksi Walk Out Saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB
Merespons jumlah delegasi yang walk out, Netanyahu justru berseloroh mempersilakan mereka keluar sebelum dia berpidato.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Indonesia Ikut Aksi Walk Out Saat  Benjamin Netanyahu Pidato di  Sidang ke-81 Majelis Umum PBB
Indonesia
Indonesia Bawa Isu Ketahanan Global dan Palestina ke Sidang Umum PBB ke-81
Menlu Sugiono akan menyampaikan National Statement Indonesia di Sidang Umum PBB ke-81, membawa isu Palestina, multilateralisme hingga Global South.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Indonesia Bawa Isu Ketahanan Global dan Palestina ke Sidang Umum PBB ke-81
Dunia
2 Kali Visa Presiden Mahmoud Abbas ke Sidang PBB Ditolak AS, Isu Palestina Tetap Jadi Bahasan
Debat umum PBB dijadwalkan berlangsung pada 22-26 September dan 28 September.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
2 Kali Visa Presiden Mahmoud Abbas ke Sidang PBB Ditolak AS, Isu Palestina Tetap Jadi Bahasan
Bagikan