Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Presiden AS Donald Trump. (Foto: Partai Republik AS)
MERAHPUTIH.COM — PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump telah menarik Amerika Serikat dari puluhan organisasi internasional, termasuk banyak lembaga yang bergerak dalam upaya memerangi perubahan iklim. Hampir setengah dari 66 lembaga yang terdampak keputusan ini terkait dengan PBB, termasuk Framework Convention on Climate Change (Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim/UNFCCC), sebuah perjanjian yang menjadi landasan bagi seluruh upaya internasional untuk memerangi pemanasan global.
Organisasi-organisasi yang bergerak di bidang pembangunan, kesetaraan gender, dan penanganan konflik, bidang-bidang yang berulang kali disebut pemerintahan Trump sebagai agenda globalis atau ‘woke’, juga masuk daftar tersebut. Gedung Putih mengatakan keputusan ini diambil karena lembaga-lembaga tersebut tidak lagi melayani kepentingan Amerika dan mendorong agenda yang tidak efektif atau bersifat bermusuhan.
Memorandum tersebut ditandatangani pada Rabu (8/1), setelah dilakukan peninjauan terhadap berbagai lembaga yang menurut Gedung Putih merupakan pemborosan uang pajak. “Penarikan diri ini akan mengakhiri pendanaan dan keterlibatan pembayar pajak Amerika dalam entitas-entitas yang memajukan agenda globalis di atas prioritas AS,” ujar pihak Gedung Putih dalam pernyataan mereka. Lebih jauh, Gedung Putih menyebut banyak organisasi tersebut mempromosikan kebijakan iklim radikal, tata kelola global, dan program ideologis yang bertentangan dengan kedaulatan serta kekuatan ekonomi AS.
Selain menarik diri dari UN Framework Convention on Climate Change, AS juga keluar dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), otoritas terkemuka dunia dalam ilmu pengetahuan iklim.
Baca juga:
Ditolak Tegas PM Greenland, Presiden AS Donald Trump Tetap Lanjutkan Niat Menganeksasi Greenland
Sementara itu, organisasi non-PBB yang terdampak antara lain lembaga-lembaga yang berfokus pada kerja sama energi bersih, tata kelola demokrasi, dan keamanan internasional, seperti International Solar Alliance, International Institute for Democracy and Electoral Assistance, dan Global Counter-Terrorism Forum.
Trump sebelumnya telah mencabut pendanaan dari banyak organisasi multilateral yang tidak disukainya dan pernah menolak konsensus ilmiah mengenai perubahan iklim akibat aktivitas manusia dengan menyebutnya sebagai ‘tipuan’.
Meskipun Konstitusi AS mengizinkan presiden untuk bergabung dengan perjanjian internasional dengan persetujuan dua pertiga senator yang hadir, konstitusi tidak secara jelas mengatur proses penarikan diri. Hal itu berarti langkah Trump berpotensi menghadapi tantangan hukum. Penarikan terbaru ini terjadi setelah keputusan Trump pada 2025, yakni kembali menarik AS dari Paris Climate Agreement untuk kedua kalinya, serta keputusannya untuk tidak mengirim delegasi ke KTT iklim COP30 di Brasil.
AS juga sebelumnya telah keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dewan HAM PBB, dan badan kebudayaan PBB, UNESCO. Para pemimpin Eropa mengkritik keputusan terbaru ini, memperingatkan bahwa langkah tersebut akan melemahkan kerja sama global.(dwi)
Baca juga:
Pemerintahan Donald Trump akan Bubarkan NCAR, Sebut Pebuhan Iklim hanya Tipuan
Bagikan
Berita Terkait
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Profil Sidharto Suryodhipuro, Presiden Dewan HAM PBB Asal Indonesia
Trump Tebar Lagi Ancaman, Siap Serang Iran
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB, Sidharto Suryodipuro Jadi Presiden
Indonesia Resmi Jadi Presiden Dewan HAM PBB, Ini Tugas & Kewenangannya
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Menlu: AS Ingin Beli Greenland Bukan Menginvasi
Culik Nicolas Maduro, Presiden AS Donald Trump Klaim Venezuela akan Serahkan 50 Juta Barel Minyak kepada AS