Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela

Presiden AS Donald Trump. (Foto: Partai Republik AS)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - SENAT Amerika Serikat mengambil langkah drastis untuk menghentikan Presiden Donald Trump menginvasi Venezuela. Pada Kamis (8/1), Senat AS meloloskan sebuah resolusi yang akan membatasi kemampuan Trump untuk melakukan serangan lebih lanjut terhadap Venezuela. Ini menandai sikap tidak setuju atas ambisi Trump yang kian meluas di belahan Barat.

Partai Demokrat dan lima senator Partai Republik memilih meloloskan resolusi kewenangan perang tersebut dengan suara 52–47, sekaligus memastikan adanya pemungutan suara pekan depan untuk pengesahan final. Namun, resolusi ini hampir tidak memiliki peluang menjadi undang-undang karena Trump harus menandatanganinya jika lolos dari DPR yang dikuasai Partai Republik.

Meski demikian, langkah ini menjadi isyarat penting yang menunjukkan kegelisahan sebagian anggota Partai Republik setelah militer AS menangkap pemimpin Venezuela Nicolas Maduro dalam penggerebekan malam hari yang mengejutkan pada akhir pekan lalu.

Pemerintahan Trump kini berupaya menguasai sumber daya minyak Venezuela dan pemerintahannya. Namun, resolusi kewenangan perang tersebut akan mewajibkan persetujuan Kongres untuk setiap serangan lanjutan terhadap negara Amerika Selatan itu.

“Bagi saya, ini soal di masa depan. Jika presiden memutuskan, ‘saya perlu mengirim pasukan ke darat di Venezuela', saya pikir itu memerlukan pertimbangan Kongres,” kata Senator Josh Hawley dari Missouri, salah satu dari lima senator Partai Republik yang mendukung resolusi.

Baca juga:

Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama



Trump bereaksi terhadap suara Senat. Ia menulis di media sosial bahwa mereka seharusnya tidak pernah terpilih lagi dan bahwa pemungutan suara itu sangat menghambat pertahanan diri dan keamanan nasional Amerika.

Partai Demokrat sebelumnya gagal meloloskan beberapa resolusi serupa dalam beberapa bulan, ketika Trump meningkatkan kampanyenya terhadap Venezuela. Namun, para anggota parlemen berargumen bahwa setelah Trump menangkap Maduro dan mengarahkan pandangannya pada penaklukan lain seperti Greenland, pemungutan suara ini memberi Kongres peluang untuk bertindak.

“Sudah saatnya Kongres menegaskan kendalinya atas aksi militer semacam ini, dan sudah saatnya ini dikeluarkan dari kerahasiaan dan dibawa ke terang,” kata Senator Tim Kaine dari Virginia, yang memaksa digelarnya pemungutan suara tersebut.

Pemungutan suara atas resolusi serupa pada November 2025 gagal tipis meraih mayoritas yang dibutuhkan.

Menurut konstitusi, Kongres menyatakan perang, sedangkan presiden bertindak sebagai panglima tertinggi. Namun, para anggota parlemen belum secara resmi menyatakan perang sejak Perang Dunia II, sehingga memberikan keleluasaan luas bagi presiden untuk bertindak secara sepihak.

Kongres mencoba membatasi kewenangan tersebut setelah Perang Vietnam melalui Resolusi Kewenangan Perang, yang disahkan dengan mengesampingkan veto Presiden Republik Richard Nixon. Undang-undang itu mewajibkan presiden memberi tahu Kongres dalam waktu 48 jam setelah mengerahkan pasukan dan mengakhiri aksi militer dalam 60 hingga 90 hari tanpa otorisasi, batasan yang kerap dilonggarkan presiden dari kedua partai.

Demokrat berpendapat batasan itu kini didorong lebih jauh daripada sebelumnya. Sebagian Republikan bahkan melangkah lebih jauh dengan menyatakan persetujuan Kongres sama sekali tidak diperlukan.(dwi)


Baca juga:

Trump Tebar Lagi Ancaman, Siap Serang Iran

#Amerika Serikat #Donald Trump #Venezuela
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Dunia
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Keputusan ini menandai sikap tidak setuju atas ambisi Trump yang kian meluas di belahan Barat.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Dunia
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Meski begitu, Gedung Putih tidak segera memberikan tanggapan ketika dimintai keterangan tambahan terkait dengan pertemuan tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Dunia
Trump Tebar Lagi Ancaman, Siap Serang Iran
AS mengklaim mendukung para pengunjuk rasa damai di seluruh dunia, termasuk di Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Januari 2026
Trump Tebar Lagi Ancaman, Siap Serang Iran
Indonesia
37 WNI di Venezuela Diimbau Waspada, KBRI Buka Hotline Darurat
WNI di Venezuela diharapkan dapat langsung menghubungi hotline KBRI Caracas dan juga hotline Direktorat Perlindungan WNI
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
37 WNI di Venezuela Diimbau Waspada, KBRI Buka Hotline Darurat
Dunia
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Disebut tidak lagi melayani kepentingan Amerika dan mendorong agenda yang tidak efektif atau bersifat bermusuhan.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Dunia
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Trump akan melakukan hal itu dengan mengandalkan blokade laut serta ancaman penggunaan kekuatan lebih lanjut.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Dunia
Situasi Venezuela Pascaserangan AS, Kemlu RI: 37 WNI Dalam Kondisi Aman
Kemlu RI memastikan 37 WNI di Venezuela dalam kondisi aman usai serangan AS dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro. KBRI Caracas aktifkan komunikasi darurat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Januari 2026
Situasi Venezuela Pascaserangan AS, Kemlu RI: 37 WNI Dalam Kondisi Aman
Indonesia
Komisi I DPR Soroti Serangan AS ke Venezuela, Hukum Internasional Kian Diabaikan
Komisi I DPR menyoroti serangan AS ke Venezuela. Serangan tersebut seakan mengabaikan hukum internasional.
Soffi Amira - Kamis, 08 Januari 2026
Komisi I DPR Soroti Serangan AS ke Venezuela, Hukum Internasional Kian Diabaikan
Indonesia
Menlu: AS Ingin Beli Greenland Bukan Menginvasi
Retorika keras Gedung Putih bertujuan untuk membujuk Denmark agar menjual Greenland kepada Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Januari 2026
Menlu: AS Ingin Beli Greenland Bukan Menginvasi
Dunia
Culik Nicolas Maduro, Presiden AS Donald Trump Klaim Venezuela akan Serahkan 50 Juta Barel Minyak kepada AS
Trump mengatakan uang hasil penjualan akan berada di bawah kendalinya dan digunakan untuk kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Januari 2026
 Culik Nicolas Maduro, Presiden AS Donald Trump Klaim Venezuela akan Serahkan 50 Juta Barel Minyak kepada AS
Bagikan