DPR Sebut Perdamaian AS-Iran Bisa Tekan Harga Minyak dan Risiko Inflasi di RI

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
DPR Sebut Perdamaian AS-Iran Bisa Tekan Harga Minyak dan Risiko Inflasi di RI

Gedung DPR RI. (Foto: MerahPutih.com/Dicke Prasetia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - WAKIL Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menyambut baik tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang disebut berpotensi membawa dampak positif bagi stabilitas kawasan Timur Tengah maupun ekonomi global.



Menurut Sukamta, penghentian konflik bersenjata merupakan langkah penting untuk menjaga keamanan internasional dan mengurangi ketegangan geopolitik yang selama ini membayangi kawasan tersebut.


"Saya menyambut baik tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Apa pun bentuk dan detail final dari kesepakatan tersebut, penghentian konflik bersenjata merupakan langkah positif bagi stabilitas kawasan Timur Tengah dan keamanan global," kata Sukamta dalam keterangannya, Rabu (17/6).


Politikus PKS itu menilai Indonesia juga berpotensi memperoleh manfaat langsung, khususnya di sektor energi dan perekonomian.

Baca juga:

Iran-Amerika Sepakat Akhiri Perang, Komisi I DPR: Israel jangan Rusak Perjanjian Damai

Ia menjelaskan Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi terpenting dunia. Meredanya ketegangan di kawasan tersebut dinilai dapat membantu menekan harga minyak dunia dan menjaga stabilitas pasokan energi.



Pembukaan Selat Hormuz berpotensi mengurangi risiko inflasi dan kenaikan biaya logistik yang berdampak kepada masyarakat.


Sukamta, Wakil Ketua Komisi I DPR RI

Meski demikian, Sukamta mengingatkan bahwa kesepakatan damai tersebut tidak otomatis menyelesaikan seluruh persoalan yang ada di Timur Tengah. Menurut dia, berbagai isu strategis masih membutuhkan proses panjang serta komitmen dari seluruh pihak agar perdamaian yang tercipta dapat berlangsung secara berkelanjutan.


Sukamta mengatakan perkembangan tersebut juga menunjukkan konflik antarnegara pada akhirnya harus diselesaikan melalui jalur diplomasi. Oleh karena itu, ia menilai dialog, negosiasi, serta penghormatan terhadap hukum internasional harus menjadi pilihan utama dalam menyelesaikan perselisihan.

Ia menegaskan politik luar negeri bebas aktif yang selama ini dianut Indonesia tetap relevan di tengah peningkatan rivalitas geopolitik dunia. Selain memperkuat diplomasi, Sukamta juga meminta pemerintah menjadikan momentum tersebut untuk memperkuat ketahanan nasional, termasuk di bidang energi, pangan, pertahanan, teknologi, dan keamanan siber.


Menurut dia, berbagai konflik yang terjadi di Ukraina, Gaza, Laut China Selatan, hingga ketegangan antara AS dan Iran menunjukkan bahwa stabilitas global tidak dapat dianggap permanen.


Sukamta berharap kesepakatan damai tersebut menjadi awal bagi terciptanya perdamaian yang lebih luas di Timur Tengah, termasuk penyelesaian konflik Palestina.(Pon)

Baca juga:

AS dan Iran Capai Kesepakatan, Harga Minyak Tergelincir

#Iran #Amerika Serikat #Selat Hormuz
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Dunia
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Sebelumnya, Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza setelah Oktober 2023.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Indonesia
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina menyambut baik resolusi PBB tersebut, mengapresiasi sikap semua negara yang mendukungnya
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Dunia
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Pemerintah AS terpaksa menyetujui visa Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menlu Abbas Araghchi untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-81 di New York
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Dunia
Krisis BBM Melanda Prancis, Harga Sudah Melonjak 30 Persen
Presiden Republik Prancis telah mengarahkan pemerintahannya untuk berupaya penuh guna memastikan pasokan..
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Krisis BBM Melanda Prancis, Harga Sudah Melonjak 30 Persen
Indonesia
Tim Ahli dari Amerika Serikat dan Hong Kong Akan Bantu Operasi Pencarian Korban KM Virgo Transport 8
Operasi salvage dilakukan untuk menangani kapal yang mengalami kecelakaan, terutama ketika kapal tenggelam, terbalik, kandas, atau mengalami kerusakan berat
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Tim Ahli  dari Amerika Serikat dan Hong Kong Akan Bantu Operasi Pencarian Korban KM Virgo Transport 8
Dunia
Terlambat 132 Tahun, Majalah Edisi 1894 Akhirnya Dikembalikan ke Perpustakaan AS
Jika denda tetap diberlakukan, peminjam seharusnya membayar sekitar USD 12.055 atau sekitar Rp 200 juta.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
 Terlambat 132 Tahun, Majalah Edisi 1894 Akhirnya Dikembalikan ke Perpustakaan AS
Bagikan