Merahputih.com - Penambahan kasus COVID-19 menembus angka 2 ribu lebih. Angka kasus harian COVID-19 pada Jumat (21/1) kembali menembus 2.604 dalam 24 jam terakhir.
Ini untuk kedua kalinya secara beruntun kasus harian melebihi angka 2 ribu setelah kemarin, Kamis (20/1) sebanyak 2.116. Dengan tambahan 2.604 maka total kasus COVID-19 menjadi 4.280.248.
Baca Juga:
Penambahan Kasus COVID-19 Didominasi Pelaku Perjalanan Luar Negeri
Untuk kasus sembuh dilaporkan adanya penambahan sebanyak 811 menjadi total 4.121.928. Sedangkan kasus meninggal bertambah dua orang menjadi 144.201.
Kasus aktif naik 1.791 menjadi total 14.119. Adapun spesimen yang diperiksa total 292.405 dan jumlah suspek sebanyak 5.896. Jumlah orang yang diperiksa hari ini sebanyak 200.180. Sementara postivity rate orang harian 1,30 persen naik dibanding kemarin 1,15.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan sebelumnya mengatakan, dengan melihat pengalaman negara lain, perawatan rumah sakit dan tingkat kematian tetap dapat meningkat ketika kasus naik berkali-kali lipat.
“Kuncinya adalah penegakan protokol kesehatan dan akselerasi vaksinasi di tiap daerah,” tutur Menko Luhut.
Baca Juga:
Pentingnya Vaksin Booster untuk Cegah Dampak Buruk Varian Baru COVID-19
Kasus saat ini sebagian besar terjadi di daerah Jabodetabek yang capaian vaksinasi dosis 1 dan 2-nya sudah tinggi. Untuk itu vaksinasi booster harus segera dikejar di daerah Jabodetabek.
“Hari ini teater perang sesungguhnya akibat peningkatan kasus terjadi di wilayah Jabodetabek, untuk itu saya minta provinsi DKI, Banten, dan Jawa Barat agar segera mengakselerasi vaksinasi booster." ujarnya.
Mengingat Jabodetabek adalah pusat mobilitas, penyebaran kasus ke provinsi lain dapat terjadi dengan lebih cepat. Meski belum terjadi peningkatan signfikan di provinsi lain, provinsi lain juga harus tetap bersiap.
Baca Juga:
Cara Pencegahan Mutasi COVID-19 Versi Peneliti Eijkman
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menambahkan bahwa saat ini kasus terbanyak ada di DKI Jakarta dan segera akan menyebar ke daerah di sekitarnya.
"Saat ini kita harus kembali meningkatkan testing dan tracing untuk mengetahui penyebaran yang terjadi di sekitar kita, dan terus meningkatkan vaksinasi,” jelasnya. (Knu)