MerahPutih.com- Angka bed occupancy rate (BOR) perawatan COVID-19 meningkat di DKI Jakarta.
Anggota Komisi IX DPR Kurniasih Mufidayati meminta kewaspadaan dengan naiknya indikator BOR COVID-19 di Jakarta.
Salah satu bentuk kewaspadaan adalah kesiapan sarana prasarana perawatan, obat-obatan, oksigen, ventilator, termasuk operasional untuk tenaga kesehatan.
Baca Juga:
Makin Naik, Kasus COVID-19 Bertambah 12.422
Mufida mengingatkan pemerintah masih ada masalah tunggakan klaim RS untuk penanganan COVID-19 pada tahun 2020.
Tunggakan ini dikhawatirkan memengaruhi kesiapan RS seiring meningkatnya kasus harian COVID-19 dan meningkatnya BOR.
Ia meminta pemerintah untuk meringankan beban RS dengan menyelesaikan kewajiban jelang potensi adanya gelombang ketiga serangan COVID-19.
Pada saat angka BOR meningkat, maka otomatis kebutuhan operasional RS meningkat. Pemerintah wajib selesaikan tunggakan bayar klaim RS, khususnya tahun 2020.
"Harus dicarikan solusinya untuk meringankan beban saat BOR terus meningkat,” ungkap legislator dari Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Luar Negeri ini dalam keterangannya, Minggu (30/1).
Baca Juga:
BOR COVID-19 di DKI 45 Persen, Pemerintah Perlu Siapkan Penanganan Pasien Isoman
Saat ini, angka penambahan kasus harian pada Sabtu (29/1) mencapai 11.588. Minggu (30/1), kasus baru positif COVID-19 naik jadi 12.422.
Mufida berharap segera ada langkah konkret merespons beberapa indikator kenaikan kasus dan perawatan COVID-19 di rumah sakit.
Indikator kasus harian dan meningkatnya BOR perawatan sudah jadi indikator dimulainya langkah-langkah pengetatan.
"Kebijakan PTM 100 persen dan kebijakan WFO bisa dikaji ulang untuk kembali PTM terbatas dan WFH sesuai dengan kondisi wilayah masing masing,” ungkap dia.
Khusus untuk mengurangi tingkat keterisian RS, Mufida menyetujui agar kasus konfirmasi positif tanpa gejala dan gejala ringan bisa dilakukan isolasi terpusat atau isolasi mandiri dengan meningkatkan layanan telemedicine dan pantauan fasyankes terhadap pasien isoman. (Knu)
Baca Juga:
Menag Keluarkan Aturan Perayaan Imlek di Tengah Lonjakan COVID-19