MerahPutih.com - Upaya penyelundupan narkoba di dalam Rutan Klas 1 Surakarta kembali digagalkan petugas, Rabu (7/10) malam. Kali ini penyelundupan narkoba dilakukan dengan melibatkan oknum sipir atau petugas rutan.
Kepala Rutan Kelas I Solo, Urip Dharma Yoga mengatakan, upaya penyelundupan sabu-sabu seberat 0,5 gram tersebut merupakan pesanan untuk dikonsumsi dua warga binaan berinisial AS dan DN yang menghuni Blok C1 dan B2. Terungkapnya dua warga binaan tersebut bermula dari razia rutin yang dilakukan petugas rutan.
"Kami melakukan razia dan tes urine terhadap warga binaan. Hasilnya ada dua warga binaam yang positif mengkonsumsi narkoba," ujar Urip, Kamis (8/10).
Baca Juga
Kelompok Paling Diuntungkan Dibalik Pengesahan UU Cipta Kerja Versi P3S
Hasil temuan tersebut, kata dia, diselidiki dan ditelusuri dan ternyata kedua warga binaan yang positif narkoba bisa mendapatkan narkoba dari salah satu oknum petugas rutan. Ia langsung melakukan pemeriksaan pada oknum petugas yang bersangkutan dan mengakui perbuatannya itu.
"Ada oknum petugas rutan yang mengaku telah mengirim sabu-sabu pada warga binaan. Penyelundupan dilakukan dengan cara dimasukkan dalam charger ponsel," kata dia.
Dari tangan pelaku, lanjut dia, telah menyita empat unit ponsel dan sabu-sabu seberat 0,5 gram. Dari hasil pemeriksaan sementara sabu-sabu tersebut diselundupkan oleh oknum Staf Pembinaan dengan inisial F.
"Penyelundupan sabu-sabu di dalam tahanan warga binaan dilakukan sekitar hari Minggu atau Senin. Pengakukannya sudah 4 kali menyelundupkan 8 ponsel," katanya.
Ia menambahkan pelaku penyelundupan dan warga binaan yang positif barkoba diserahkan ke Satnarkoba Polresta Surakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah kejadian ini akan memperketat lagi pemeriksaan semua barang yang masuk di dalam rutan.
Kasat Narkoba Polresta Surakata, Kompol Djoko Satrio, membebarkan adanya laporan penyelundupan narkoba di dalam rutan. Pelaku telah diserahkan polisi.
Baca Juga
Tito Janji Libatkan Kepala Daerah Bikin Aturan Turunan UU Cipta Kerja
"Setelah penyerahan ini kami akan melakukan pengembangan lebih lanjut. Dengan temuan ini akan kita ungkap jaringan di atasnya," tutup Djoko. (Ismail/Jawa Tengah)