MERAHPUTIH.COM - MANTAN terpidana mati Mary Jane Veloso akan mendapatkan bantuan reintegrasi penuh dari pemerintah Filipina setelah Presiden Ferdinand R Marcos Jr memberikan pengampunan mutlak kepadanya. Departemen Pekerja Migran Filipina (DMW) memastikan akan mendampingi Mary Jane bersama keluarganya dalam proses kembali menjalani kehidupan di masyarakat.
Menteri DMW Hans Leo Cacdac telah memerintahkan timnya untuk berkoordinasi langsung dengan keluarga Veloso di Nueva Ecija setelah pembebasannya pada Sabtu dini hari.
"Instruksi kami jelas: DMW harus bahu-membahu mendampingi Mary Jane, anak-anaknya, dan orangtuanya saat mereka menata kembali kehidupan mereka," ujar Cacdac dalam sebuah siaran pers, dikutip laman resmi pemerintah Filipina, Minggu (27/9).
Baca juga:
Alasan Indonesia Legowo Mary Jane Veloso Dapat Pengampunan Mutlak dari Filipina
Cacdac mengatakan tim DMW yang menuju Nueva Ecija akan bekerja sama dengan keluarga Mary Jane dan pemangku kepentingan setempat untuk menyusun program reintegrasi yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. "Tim kami yang menuju Nueva Ecija akan bekerja sama secara langsung dengan pihak keluarga dan pemangku kepentingan setempat untuk menyusun program reintegrasi yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka," lanjutnya.
Menurut DMW, program tersebut menjadi dasar untuk memberikan intervensi di tingkat keluarga dan masyarakat. Pemerintah ingin memastikan kepulangan Veloso dapat mendukung produktivitas dan kemandirian jangka panjang.
"DMW menyambut baik keputusan Presiden tersebut, seraya mencatat bahwa pemberian grasi eksekutif ini menandai akhir yang pasti dan penuh kemenangan atas perjuangan berat selama puluhan tahun untuk mendapatkan kembali kebebasan dan kemerdekaannya," ujar mereka dalam pernyataan tersebut.
DMW dan Overseas Workers Welfare Administration (OWWA) saat ini sedang mengupayakan penyediaan layanan konseling psikososial, paket bantuan awal untuk mata pencaharian, modal usaha, serta pelatihan keterampilan.
Inisiatif ini juga akan menghubungkan usaha-usaha yang akan ia jalani secara langsung dengan koperasi setempat dan peluang ekonomi daerah di Nueva Ecija, sehingga kepulangannya menjadi sarana untuk berpartisipasi aktif dalam masyarakat.
Reintegrasi bukan sekadar soal pulang ke rumah-ini tentang memulihkan martabat, memastikan kemandirian finansial, dan memampukan Mary Jane untuk berkontribusi bagi komunitas serta perekonomian setempat,
kata Cacdac. Hans Leo Cacdac, Menteri Departemen Pekerja Migran Filipina (DMW)
Mary Jane ditangkap pada 2010 di Yogyakarta dan dijatuhi hukuman mati pada tahun yang sama setelah pihak berwenang menemukan 2,6 kg heroin di dalam kopernya.
Setelah upaya diplomatik antara Filipina dan Indonesia terkait dengan pengaturan pemindahan tahanan, Mary Jane dipulangkan ke Manila pada Desember 2024 dan dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Wanita di Kota Mandaluyong untuk menjalani sisa masa hukumannya di bawah yurisdiksi Filipina.(knu)
Baca juga:
Mary Jane Veloso Akhirnya Bebas Setelah Dapat Pengampunan Mutlak dari Presiden Filipina Ferdinand
Foto : Mantan terpidana mati Mary Jane Veloso / Didiek Setiawan MP
One attachment