Mary Jane Veloso Akhirnya Bebas Setelah Dapat Pengampunan Mutlak dari Presiden Filipina Ferdinand

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Mary Jane Veloso Akhirnya Bebas Setelah Dapat Pengampunan Mutlak dari Presiden Filipina Ferdinand

Mary Jane dikawal ketat oleh petugas keamanan. (Foto: MerahPutih.com/Didik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com — Mary Jane Veloso, terpidana yang dipindahkan ke Filipina dari Indonesia, akhirnya mendapatkan pengampunan mutlak atau absolute pardon dari Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr.

Keputusan tersebut bukan sekadar mengakhiri masa hukumannya. Pemerintah Filipina menyebut pertimbangan kemanusiaan menjadi dasar utama pemberian pengampunan kepada perempuan yang pernah berada di ujung hukuman mati tersebut.

Sebelum pardon diberikan, Istana Filipina menyatakan Marcos serius mempertimbangkan pengampunan mutlak bagi Mary Jane atas dasar kemanusiaan dan sebagai bagian dari komitmen pemerintah melindungi pekerja migran Filipina.

Istana juga menyebut salah satu hal yang menjadi perhatian dalam proses tersebut adalah pernyataan bahwa Mary Jane tidak melakukan kesalahan sebagaimana yang dituduhkan kepadanya.

Baca juga:

Mary Jane 'Pulang' ke Filipina, Tidak Boleh Kembali ke Indonesia

Namun, pemerintah Filipina tidak membuka seluruh pertimbangan yang menjadi dasar keputusan Presiden. Marcos kemudian mengonfirmasi bahwa dirinya telah menandatangani pardon tersebut pada 24 September 2026.

Kasus Mary Jane bermula pada 2010 ketika ia ditangkap di Yogyakarta. Aparat menemukan sekitar 2,6 kilogram heroin di dalam kopernya. Ia kemudian dijatuhi hukuman mati. Setelah menjalani proses hukum selama lebih dari 16 tahun dia akhirnya bebas.

Mary Jane sejak awal membantah terlibat dalam perdagangan narkoba. Ia mengatakan dirinya menjadi korban perdagangan manusia dan ditipu oleh perekrutnya untuk membawa koper tersebut tanpa mengetahui isinya.

Perjuangan untuk membebaskannya berlangsung bertahun-tahun.

Pada 2015, eksekusi Mary Jane ditunda setelah pemerintah Filipina meminta Indonesia memberikan kesempatan kepadanya untuk memberikan kesaksian terhadap pihak yang diduga terlibat dalam perekrutan dirinya.

Upaya diplomatik kemudian berlanjut hingga akhirnya pada 2024 Mary Jane dipindahkan dari Indonesia ke Filipina. Pemerintah Indonesia juga telah menurunkan hukumannya dari hukuman mati menjadi penjara seumur hidup.

Marcos menyebut upaya mengeluarkan Mary Jane dari death row dan menurunkan hukumannya memang menjadi salah satu tujuan awal pemerintahannya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas kerja sama dalam proses tersebut.

Kini, setelah absolute pardon diberikan, pemerintah Filipina tidak hanya membebaskan Mary Jane. Pemerintah juga menyiapkan program reintegrasi untuk membantu dirinya kembali menjalani kehidupan bersama keluarga.

Bantuan tersebut mencakup konseling psikososial, dukungan mata pencaharian, modal usaha hingga pelatihan keterampilan.

Pemerintah Filipina juga berencana menghubungkan usaha yang akan dijalankan Mary Jane dengan koperasi dan peluang ekonomi lokal di Nueva Ecija.

Keputusan Marcos menutup satu babak panjang kasus Mary Jane Veloso, dari terpidana mati di Indonesia, dipindahkan ke Filipina, hingga akhirnya memperoleh pengampunan mutlak dan kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan bersama keluarganya. (*)

#Mary Jane #Filipina #Terpidana Mati
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Mary Jane Veloso Akhirnya Bebas Setelah Dapat Pengampunan Mutlak dari Presiden Filipina Ferdinand
Istana juga menyebut salah satu hal yang menjadi perhatian dalam proses tersebut adalah pernyataan bahwa Mary Jane tidak melakukan kesalahan sebagaimana yang dituduhkan kepadanya.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Mary Jane Veloso Akhirnya Bebas Setelah Dapat Pengampunan Mutlak dari Presiden Filipina Ferdinand
Indonesia
Alasan Indonesia Legowo Mary Jane Veloso Dapat Pengampunan Mutlak dari Filipina
Kasus Mary Jane Veloso akhirnya menemui titik terang setelah Presiden Filipina memberikan pengampunan mutlak. Simak alasan Pemerintah RI menghormati keputusan ini dan kesepakatan di baliknya!
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Alasan Indonesia Legowo Mary Jane Veloso Dapat Pengampunan Mutlak dari Filipina
Dunia
Penembakan Sekolah Kembali Terjadi di Filipina, 3 Siswa Tewas
Penembakan terjadi di sebuah sekolah menengah di South Cotabato, Filipina selatan.
Yusuf Abdillah - Jumat, 18 September 2026
Penembakan Sekolah Kembali Terjadi di Filipina, 3 Siswa Tewas
Dunia
Kebakaran Kapal Feri di Filipina, 5 Tewas dan 87 Orang Hilang
Gambar dari lokasi kejadian menunjukkan kapal terbakar di lautan.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
 Kebakaran Kapal Feri di Filipina, 5 Tewas dan 87 Orang Hilang
Dunia
Pengadilan Keluarkan Perintah Penangkapan Wakil Presiden Filipina, Hadapi 3 Dakwaan
Duterte, 48 tahun, menjadi wakil presiden ke-15 dan termuda di negara Asia Tenggara saat terpilih mendampingi Marcos pada 2022 untuk masa jabatan tetap enam tahun.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
Pengadilan Keluarkan Perintah Penangkapan Wakil Presiden Filipina, Hadapi 3 Dakwaan
Dunia
Badai Muson Habagat Landa Filipina, 8 Orang Tewas dan 486 Ribu Orang Terdampak
setidaknya 124 ribu keluarga atau 486 ribu orang terdampak bencana akibat hujan lebat dan banjir di sejumlah wilayah Filipina hingga Minggu pukul 18:00 waktu setempat.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Badai Muson Habagat Landa Filipina, 8 Orang Tewas dan 486 Ribu Orang Terdampak
Dunia
Beijing Tersinggung, Menhan Filipina dan Keluarganya Diblacklist Masuk China Termasuk Hong Kong
China melarang Gilberto Teodoro Jr, istri, dan anaknya memasuki wilayah China daratan, Hong Kong, maupun Makau.
Wisnu Cipto - Jumat, 12 Juni 2026
Beijing Tersinggung, Menhan Filipina dan Keluarganya Diblacklist Masuk China Termasuk Hong Kong
Dunia
21 Orang Tewas Akibat Bangunan Ambruk di Filipina
Pemerintah kota tengah menyelidiki penyebab insiden tersebut, kata para pejabat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juni 2026
21 Orang Tewas Akibat Bangunan Ambruk di Filipina
Indonesia
Para Pimpinan ASEAN Berkumpul di Cebu Filipina
Filipina akan mendorong pembahasan terkait ketahanan energi di tengah krisis pasokan minyak global akibat konflik di Timur Tengah.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 07 Mei 2026
Para Pimpinan ASEAN Berkumpul di Cebu Filipina
Indonesia
Terbang ke Filipina Ikuti KTT, Presiden Prabowo Buka Peluang Kerja Sama Industri Nikel dengan Negara Asia Tenggara
Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri forum strategis untuk memperkuat konektivitas dan kerja sama ekonomi subkawasan ASEAN.
Dwi Astarini - Kamis, 07 Mei 2026
Terbang ke Filipina Ikuti KTT, Presiden Prabowo Buka Peluang Kerja Sama Industri Nikel dengan Negara Asia Tenggara
Bagikan