Merahputih.com - Kasus anggota DPRD Jatim pesta narkoba akhirnya menemui titik terang setelah Partai Gerindra mengambil langkah tegas tanpa kompromi. Merespons skandal yang bikin hebo ini, Gerindra pecat anggota DPRD Jatim yang terlibat usai ketiganya terciduk menikmati barang haram di sebuah hotel di kawasan Surabaya.
Rentetan kasus narkoba DPRD Gerindra ini sebenarnya bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar kepolisian pada akhir September lalu.
Baca juga:
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Wakil Ketua Umum sekaligus Ketua Mahkamah Kehormatan Partai Gerindra, Habiburokhman, memastikan nasib ketiga wakil rakyat tersebut sudah tamat secara politik karena palu pemecatan resmi diketok sejak awal Oktober.
Partai berlambang kepala garuda juga ogah ambil pusing dan memilih jalur bersih-bersih internal demi menjaga nama baik institusi.
Sidang Kilat Mahkamah Kehormatan Partai
Proses pendisiplinan internal ternyata berjalan super kilat. Pasca-penangkapan pada 30 September 2026, petinggi partai Gerindra langsung memanggil para pelaku pada 6 Oktober 2026 untuk dimintai pertanggungjawaban, dan selang dua hari, vonis pemecatan langsung dijatuhkan.
Mahkamah Partai telah memutuskan mereka dipecat sebagai anggota DPRD Gerindra pada sidang yang dilaksanakan pada tanggal 8 Oktober 2026 atau hampir sebulan lalu. Aturan ditegakkan, siapapun yang melakukan kesalahan dijatuhi hukuman,
Habiburokhman.

Bantah Keras Ada Bekingan dan Intervensi
Mengingat status ketiganya sebagai pejabat publik, banyak pihak curiga ada lobi-lobi di balik layar, namun Habiburokhman menepis keras isu murahan tersebut.
Dia menjamin Gerindra sama sekali tidak pernah cawe-cawe, apalagi mencoba memengaruhi proses penyidikan yang sedang digarap Polrestabes Surabaya.
"Kenal Pak Kapolresnya, tapi saya enggak ada sama sekali menelepon beliau dalam kurun waktu ini, tidak ada sama sekali menghubungi beliau, apalagi terkait tiga orang anggota DPRD ini," jelasnya menepis desas-desus soal upaya intervensi hukum.
Misteri Mutasi 7 Polisi di Tengah Skandal Narkoba
Di tengah panasnya kasus para politisi ini, ada drama lain yang tak kalah menyita perhatian publik. Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, mendadak memutasi tujuh anggota Satresnarkoba ke berbagai polsek lain.
Baca juga:
Meski banyak warganet yang mengaitkan langkah dadakan ini dengan skandal penangkapan anggota dewan, Luthfie berdalih pemindahan itu murni karena urusan kedisiplinan internal anggotanya.
"Mutasi di jajaran Polrestabes Surabaya, dan terkait dengan tujuh anggota Satnarkoba yang memang terkena mutasi, itu memang saat ini diduga ada dugaan pelanggaran terhadap SOP," ungkap Luthfie.
Hingga kini, pihak kepolisian belum merinci lebih jauh apakah dugaan pelanggaran prosedur dari ketujuh polisi tersebut memiliki benang merah langsung dengan kasus pesta narkoba yang mengakhiri karier tiga kader Gerindra tersebut.