MERAHPUTIH.COM — PEREDARAN narkotika di Indonesia makin canggih. Badan Narkotika Nasional (BNN) menemukan modus baru berupa narkotika dalam bentuk cair yang dapat disalahgunakan melalui perangkat rokok elektrik atau vape. Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto mengatakan temuan narkotika cair bukan lagi kasus tunggal.
Dalam beberapa bulan terakhir, bentuk narkotika tersebut muncul dalam sejumlah pengungkapan yang dilakukan BNN bersama aparat penegak hukum lainnya.
“Muncul narkotika dalam bentuk cair yang telah banyak diungkap BNN bersama aparat penegak hukum lainnya,” kata Suyudi kepada wartawan di Jakarta, dikutip Rabu (16/9).
Menurut Suyudi, perkembangan tersebut menjadi perhatian karena perangkat vape dapat digunakan untuk menyamarkan aktivitas konsumsi narkotika. Dari luar, pengguna seolah tengah mengisap rokok elektrik biasa, padahal cairan yang digunakan ternyata mengandung zat narkotika.
Pengguna seolah-olah sedang menggunakan rokok elektrik biasa, padahal di dalamnya terdapat narkotika cair.
Komjen Suyudi Ario Seto, Kepala BNN
Baca juga:
Polisi Endus Jejak Transaksi di ‘Kampung Narkoba’, Temukan Lokasi Penyerahan Barang
Temuan ini terungkap di tengah pengungkapan besar jaringan narkotika oleh BNN. Dalam dua bulan terakhir, lembaga tersebut menyita hampir delapan ton narkotika dari empat perkara besar. Salah satu kasus berkaitan dengan penyelundupan 3,37 ton kuncup bunga ganja dari Thailand. Barang tersebut disebut akan dikirim menuju Eropa untuk diproses lebih lanjut menjadi narkotika cair.
Selain ganja, petugas juga menemukan penyelundupan etomidate serta sabu dalam bentuk cair.
Suyudi menilai rangkaian kasus tersebut memperlihatkan jaringan narkotika terus mencari cara baru untuk mengemas dan mendistribusikan barang terlarang. Perubahan bentuk dari padat menjadi cair sekaligus membuka kemungkinan penggunaan perangkat yang selama ini dikenal sebagai produk rokok elektrik sebagai sarana konsumsi.
BNN menempatkan perkembangan narkotika cair sebagai salah satu modus yang perlu diantisipasi dalam pemberantasan peredaran narkoba, terutama karena bentuk dan cara penggunaannya dapat menyulitkan identifikasi di lapangan.(knu)
Baca juga:
Terciduk Kasus Narkoba Lagi, Aktor Revaldo Kenal Bandar di Tempat Rehab