MerahPutih.com - Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang membuat dan merilis mars dan himne bagi lembaga antikorupsi menuai polemik. Apalagi, sang pencipta adalah istri ketua KPK Firli Bahuri, Ardina Safitri.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo memberikan apresiasi adanya mars dan himne KPK. Menurutnya, hal itu untuk membangkitkan rasa semangat dan soliditas dari suatu organisasi untuk mencapai tujuannya.
Baca Juga
Alasan KPK Terima Istri Firli Bahuri Jadi Pencipta Lagu Mars dan Himne
“Tujuan diciptakan lagu mars adalah untuk membangun soliditas aparatur sipil negara (ASN) dan motivasi semangat kerja di instansi pemerintah dan ini merupakan upaya yang terintegrasi dalam kerangka penguatan budaya kerja ASN,” kata Tjahjo dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (20/2).
Politisi PDI Perjuangan itu melanjutkan, dalam penguatan budaya kerja, wajib memahami dan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar (core values) ASN Berakhlak. Makna di balik core values ini bertujuan agar para ASN dapat memberikan layanan yang optimal, prima, dan berkualitas demi kepuasan masyarakat, bertanggung jawab atas kepercayaan yang telah diberikan.
Selain itu, kata dia, ASN selalu belajar dan mengembangkan kapabilitas diri, saling peduli dan menghargai perbedaan, berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.
Kemudian, senantiasa berinovasi dan antusias dalam menggerakkan dan menghadapi perubahan, serta membangun kerja sama yang sinergis. Nilai-nilai dasar ASN Berakhlak, yaitu berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.
"Seluruh ASN yang ada saat ini harus terus diinternalisasi sehingga Berakhlak dapat menjadi fondasi budaya kerja ASN yang profesional, akuntabel dan melayani," ungkap dia.
Baca Juga
KPK Duga Sekda Kota Bekasi Kecipratan Uang dari Tersangka Rahmat Effendi
Selain nilai dasar Berakhlak, kata Tjahjo, di tengah tantangan pandemi COVID-19, ASN juga didorong untuk tetap profesional dan produktif dalam menjalankan perannya sebagai pelayan publik.
ASN harus mampu menerapkan cara-cara baru sebagai bentuk kemampuan survival birokrasi dalam meningkatkan kinerja pelayanan publik di tengah tuntutan perubahan pada masa ketidakpastian.
Keberhasilan core values dan employer branding ini dapat dilihat dari transformasi budaya kerja para ASN yang memiliki motivasi, kreativitas, dedikasi, serta kemampuan dan komitmen yang tinggi.
"Budaya kerja merupakan sikap dan perilaku individu serta kelompok yang didasari atas nilai-nilai yang diyakini kebenarannya dan telah menjadi sifat serta kebiasaan dalam menjalankan tugas dan pekerjaan sehari-hari," jelas Tjahjo. (Knu)
Baca Juga