Mengatasi Penyakit Gagap Sejak Awal Kemunculannya

Muchammad YaniMuchammad Yani - Jumat, 25 Oktober 2019
Mengatasi Penyakit Gagap Sejak Awal Kemunculannya

Gagap bisa membuat seseorang tak percaya diri (Foto: Pixabay/Free-Photos)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Kamu pasti tahu dengan komedian bernama Aziz Gagap. Dalam setiap penampilannya, Aziz Gagap selalu berbicara terbata-bata atau biasa disebut gagap. Aziz memang berpura-pura gagap, karena di dunia nyata, gagap adalah gangguan bicara yang menyebalkan.

Sebenarnya rata-rata setiap orang pernah mengalami gagap. Gangguan bicara yang juga disebut diffluent speech ini biasanya berkembang antara usia dua dan enam tahun dan berlangsung selama sekitar enam bulan. Kemudian seiring perkembangan anak, gagapnya akan berhenti.

Baca juga:

Dobel Manfaat Berenang di Cuaca Panas

Selain di usia anak-anak, gagap juga bisa mulai muncul pada masa remaja atau dewasa. Dilansir dari Boldsky, gagap terbagi ke dalam tiga tipe yakni gagap karena masa perkembangan, gagap karena gangguan saraf dan gagap karena psikologi.

Gagap juga bisa muncul saat dewasa (Foto: Pixabay/mohamed_hassan)
Gagap juga bisa muncul saat dewasa (Foto: Pixabay/mohamed_hassan)

Tak ada penyebab spesifik untuk gangguan bicara ini. Tapi, kemungkinan gagap terjadi karena riwayat keluarga atau faktor keturunan, perkembangan selama masa anak-anak, masalah saraf, kondisi keluarga dan berbicara dengan orang gagap lain. Terlepas dari yang disebutkan, gagap neurogenik dapat disebabkan oleh cedera otak dan trauma emosional yang parah.

Baca juga:

Apakah Minum Air Dingin Setelah Kepanasan Memicu Heat Stroke?

Kalau anak atau seseorang yang kamu kenal gagap, kamu mungkin bisa membawanya ke Ahli Patologi Bicara-Bahasa. Penting untuk menangani masalah gagap, karena bukan cuma mempengaruhi bicara, gagap juga membuat seseorang tidak percaya diri, malu, cemas dan lain sebagainya.

Nah, berikut ini perawatan medis dan emosional untuk mengatasi masalah gangguan bicara.

Ada treatment khususs untuk penderita gagap (Foto: Boldsky)
Ada treatment khususs untuk penderita gagap (Foto: Boldsky)

Terapi bicara: Ini dapat membantu gangguan dalam berbicara dan meningkatkan kepercayaan diri seseorang. Terapi berfokus pada mengendalikan pola bicara dengan memantau laju bicara, dukungan napas, dan ketegangan laring.

Perangkat elektronik: Ada perangkat elektronik yang diciptakan untuk mengatasi dan meningkatkan kelancaran berbicara.

Interaksi orangtua-anak: Keterlibatan orangtua adalah langkah penting untuk mengatasi gagap pada anak.

Terapi perilaku kognitif: Jenis psikoterapi ini dapat membantu belajar mengidentifikasi dan mengubah cara berpikir yang mungkin membuat kegagapan bertambah buruk.

Baca juga:

Bolehkan Penderita Diabetes Mengonsumsi Kurma?

#Penyakit
Bagikan
Ditulis Oleh

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu

Berita Terkait

Indonesia
Belum Ada Kasus Nipah di Jakarta, Dinkes Minta Warga Tetap Waspada
Virus Nipah belum ditemukan di Jakarta. Dinkes DKI pun meminta warga tetap waspada dan fokus pencegahan dini.
Soffi Amira - Senin, 02 Februari 2026
Belum Ada Kasus Nipah di Jakarta, Dinkes Minta Warga Tetap Waspada
Indonesia
Ancaman Super Flu Intai Sekolah, DPR Minta Protokol Kesehatan Diterapkan Kembali
Ancaman super flu kini mengintai sekolah. DPR pun meminta protokol kesehatan diterapkan kembali di lingkungan sekolah.
Soffi Amira - Sabtu, 10 Januari 2026
Ancaman Super Flu Intai Sekolah, DPR Minta Protokol Kesehatan Diterapkan Kembali
Berita
Korban Bencana Sumatra Terancam Kena Campak di Pengungsian, Kemenkes: Penularannya Paling Tinggi
Korban bencana Sumatra terancam tertular campak di pengungsian. Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan, penularan campak paling tinggi.
Soffi Amira - Kamis, 08 Januari 2026
Korban Bencana Sumatra Terancam Kena Campak di Pengungsian, Kemenkes: Penularannya Paling Tinggi
Indonesia
Layanan 24 Jam Puskesmas Tingkat Kecamatan Jadi Jurus Andalan Pemprov DKI Lawan Meningkatnya Kasus ISPA
Bahkan, seluruh puskesmas di tingkat kecamatan telah membuka layanan 24 jam
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Oktober 2025
Layanan 24 Jam Puskesmas Tingkat Kecamatan Jadi Jurus Andalan Pemprov DKI Lawan Meningkatnya Kasus ISPA
Fun
Strategi Sehat Kontrol Kolesterol, Kunci Sederhana Hidup Berkualitas
Satu dari tiga orang dewasa di Indonesia memiliki kadar kolesterol tinggi.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 30 September 2025
Strategi Sehat Kontrol Kolesterol, Kunci Sederhana Hidup Berkualitas
Lifestyle
Tiga Fase yang Perlu Diwaspadai Saat Terpapar Campak, Demam Tinggi hingga Ruam Menghitam
Hal yang paling penting adalah istirahat cukup, menjaga asupan nutrisi
Angga Yudha Pratama - Rabu, 27 Agustus 2025
Tiga Fase yang Perlu Diwaspadai Saat Terpapar Campak, Demam Tinggi hingga Ruam Menghitam
Dunia
Apa Itu Campak? Ini Penjelasan Lengkap dan Fakta KLB di Sumenep, Jawa Timur
Sumenep, Jawa Timur tengah menghadapi situasi serius setelah wabah campak merebak dan resmi ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa
ImanK - Jumat, 22 Agustus 2025
Apa Itu Campak? Ini Penjelasan Lengkap dan Fakta KLB di Sumenep, Jawa Timur
Indonesia
Infeksi Cacing Bikin Raya Meninggal, DPR: Bukti Akses Kesehatan di Pedesaan Lemah
Komisi IX DPR RI menyebutkan, bahwa kematian balita di Sukabumi akibat infeksi cacing, menjadi bukti akses kesehatan di pedesaan masih lemah.
Soffi Amira - Jumat, 22 Agustus 2025
Infeksi Cacing Bikin Raya Meninggal, DPR: Bukti Akses Kesehatan di Pedesaan Lemah
Indonesia
Geger Kematian Balita di Sukabumi, Demokrat: Bukti Gagalnya Negara Lindungi Rakyat Miskin
Politikus Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin mengatakan, kasus kematian balita di Sukabumi menjadi bukti gagalnya negara melindungi rakyat.
Soffi Amira - Rabu, 20 Agustus 2025
Geger Kematian Balita di Sukabumi, Demokrat: Bukti Gagalnya Negara Lindungi Rakyat Miskin
Indonesia
Stop Sekarang! Kebiasaan Sepele Ini Diam-Diam Picu Hipertensi di Usia Muda!
Intervensi dini diperlukan agar tidak menjadi hipertensi kronik dan menyebabkan kerusakan lapisan pembuluh darah
Angga Yudha Pratama - Kamis, 19 Juni 2025
Stop Sekarang! Kebiasaan Sepele Ini Diam-Diam Picu Hipertensi di Usia Muda!
Bagikan